Blog berisi curhatan si lajang

Tampilkan postingan dengan label fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fashion. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Aksesori



Jadi ceritanya akhir pekan lalu teman saya mengajak ketemuan seperti biasa di mall. Karena sudah menjelang tanggal tua, saya memilih naik ojek online dan supaya tidak ribet, saya pilih baju yang simple saja. Kaos dan skinny jeans serta sneaker andalan yang memanjakan kaki banget. Plus, berhubung akhir-akhir ini sering hujan maka saya bawa juga jaket. Pikir punya pikir, akhirnya saya bawa lagi scarf batik. Kali-kali saya males mengenakan jaket terus-terusan di dalam mall. Atau nanti dikenakan sekaligus, we'll see later.

Selasa, 14 Februari 2017

#throwbackpost HAPPY VALENTINE DAY

Di luar taman Keukenhof

Happy Valentine Day all... 

Saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai sejarah hari Valentine karena sebenarnya bisa dibaca sendiri di Wikipedia. Karena dalam mengungkapkan rasa cinta atau sayang bisa diungkapkan dengan memberikan bunga, mendadak saya teringat akan taman bunga Keukenhof di Belanda... Ya jadi begini deh, saya memang kalau seusai jalan-jalan itu biasanya gagal dalam membuat rangkuman perjalanan. Boro-boro catatan perjalanan yang lengkap seperti naik kendaraan apa, rutenya bagaimana and so on. But anyway, saya mau posting di blog tentang perjalanan yang udah super luama.

Tahun 2011 saya bareng beberapa teman mengikuti acara tur ke beberapa negara di Eropa. Tur singkat dan setengah backpacking, jadi kami ceritanya merasakan transportasi umum negara setempat. 

Kamis, 08 Desember 2016

Dress Code: Smart Casual

HarBolNas 12.12.2016 

Menjelang akhir tahun, seperti biasa kantor saya mengadakan acara makan siang menyambut tahun baru. Atau kerennya, year end lunch deh. Setelah melakukan reservasi dengan pihak restoran saya mendapat email yang isinya menganjurkan agar kami mengenakan smart casual outfit. Tidak diperkenankan mengenakan sportswear dan sandal. 

Rabu, 30 November 2016

Tips Tampil Trendy Untuk Wanita Usia Matang

Sumber dari situs White Bohemian

Banyak sekali perempuan yang kehilangan rasa percaya dirinya untuk bersolek setelah menginjak usia matang, angka 3 dan 4 menjadi momok yang menakutkan untuk perempuan pesolek. Usia-usia matang itu seakan menghantui mereka untuk tidak terlalu mempedulikan fashion dan makeup lagi, ditambah lagi anak yang beranjak dewasa, suami yang makin butuh perhatian dan segambreng urusan lainnya, menyita waktu untuk memikirkan penampilan.

Selain itu, judging dari lingkungan sekitar juga memberi tekanan yang membuat wanita usia matang merasa tak layak lagi tampil trendy dan menarik. Padahal itu salah besar. Semua wanita, di segala usia berhak untuk tampil cantik, menarik dan tetap trendy. Tetapi tentu saja dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dan penyesuaian gaya.

Selasa, 29 November 2016

6 Tips Penting Sebelum Anda Memilih Jaket Kulit Wanita

Sumber gambar: situs POPSUGAR

Mengenakan jaket kulit untuk kaum wanita sekarang ini malah menjadi sebuah trend. Di dalam dunia fashion memang tidak ada larangan baku untuk melakukan perpaduan item fashion, apalagi trend yang terjadi sekarang ini malah seperti menabrak berbagai macam pakem dan melahirkan berbagai macam tampilan berbeda yang bernuansa boyish. Jaket bikers atau jaket dengan bahan kulit ini dulunya dipopulerkan oleh gaya rebel sehingga identik dengan busana kekinian, namun hingga sekarang ini masih saja banyak wanita yang memilihnya untuk tampil santai. Bila Anda berniat untuk mengenakan koleksi jaket dengan bahan kulit, lebih baik Anda memahami berbagai macam hal mengenai jaket bikers ini agar Anda dapat tampil dengan modis.

Senin, 28 November 2016

ITSZORRA BAG

ITSZORRA HANDBAG Square Shape
Beberapa waktu lalu mama dan saya pas iseng main ke mall FX dan jreng, di sana tengah ada semacam pop-up market atau fashion bazaar. Saya sudah tidak mau melipir sebenarnya karena pasti bakal ada saja yang ingin dibeli. Tapi mama saya yang sudah lama kasih kode kalau handbag-nya butuh istirahat dan mau yang baru, jadilah kami melihat-lihat. Dan ketemu satu tempat handmade bag buatan dalam negeri yaitu ITSZORRA. Belum langsung beli, karena kami tengah terburu-buru janjian dengan teman. Jadi, saat itu saya hanya sempat foto saja nama merk handmade bag tersebut dan follow akun Instagram mereka. Begitu mereka ikutan bazaar di mall Kota Kasablanka. 

Jumat, 07 Oktober 2016

Wishlist Walking Shoes - Medan Part 2

Kalau mau jalan-jalan itu mendadak gairah belanja muncul. Gairah doang ya, mesti window shopping dulu maksudnya. Setelah cek peralatan (ceile, peralatan) saya mulai berpikir kalau yeah, saya perlu NEW walking shoes. Karena, sepatu yang saya miliki ya bukan buat jalan yang agak jauh. Paling jalan berapa meter di mall dan yang satu lagi sih tahan banting. Tapi kaki saya yang tidak kuat kalau kelamaan pakai karena terlalu flat modelnya. 

Biasalah, kalau lagi kumat ingin belanja ya alasannya banyak. Padahal sepatu baru ya gak butuh-butuh amat cuman kepingin. Jadi alasannya banyak, yang sepatu sekarang dimiliki hanya buat ngider di mall lah. And so on. Padahal lagi kalau dipikir-pikir, saya ke Medan ini lebih untuk menemani mama mudik. Jadi kayaknya ya tipiz juga kemungkinan untuk bakal keluyuran ke banyak tempat. Apalagi pergi ke tempat-tempat yang rada jauh ala backpacker. 

Tapi kalau lihat-lihat aja boleh kan? Iya kan? Boleeeh… Ini karena memang sudah lama saya tidak belanja sepatu sneakers ataupun sport, terus iseng-iseng browasing lalu langsung huah… Ada sepatu buat lari, lari dari kenyataan, eh salah…gak ada. Lanjut. Ternyata sepatu untuk fitness dan jalan. WALKING SHOES sodara sodari, seperti yang saya butuhkan atau tepatnya yang saya mau banget. 

Senin, 03 Oktober 2016

Batik Day 2016

Tanggal 2 Oktober 2009 adalah  hari ketika UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). 

Seperti halnya juga ulos, kain batik ini bukan sekedar kain tradisional yang jadi ciri khas suatu suku. Ada yang dapat digunakan untuk melihat status seseorang dan macam-macamnya juga banyak. Kalau mau membeli yang asli banget harganya dapat dipastikan mahal. Well, you know, ada harga ya ada barang. Tidak seperti dulu, pemakaian baju etnik lebih fleksibel dan bisa untuk semua acara. Kalau jaman saya dulu sih, baju batik itu sudah harganya mahal, modelnya itu lagi itu lagi eh hanya bisa digunakan saat acara resmi atau pesta. Saya hanya ingat bahwa dulu mama dan papa saya sempat dagang baju batik. Iya, baju batik kan sudah dianggap baju resmi untuk menghadiri acara-acara di kantor dan semacamnya. Nah, kebayang gak kamu tinggal di Indonesia bagian timur pelosok sebelah mana tapi harus mengenakan baju batik? Jaman dulu mana ada beli online om dan tanteeee... Ribet kan?

Untunglah sekarang, memakai batik tidak pakai acara bikin sakit kepala. Perlu untuk urusan kantor tidak sempat ke mall, tinggal browsing. Sudah punya baju atasan batik, tapi berasa kependekan tinggal dipadukan dengan legging atau jegging. Batik juga sudah ada dalam bentuk kulot atau celana harem. Atau bikin manis baju terusan warna hitam dengan scarf batik juga boleh banget. 

Jumat, 09 September 2016

Maunya Apa Belinya Apa

Pengumuman di fanpage Shopcoupons

Hari ini, genap 4 bulan papa saya tidak lagi bersama dengan kami keluarganya. Setelah meninggalnya papa, saya sempat tidak semangat untuk blogging. Tepatnya untuk share link postingan di media sosial. Walau saya tetap mengusahakan untuk terus posting, tapi semangat sempat turun. Saya memaksakan diri untuk ikutan kompetisi dari ShopCoupons ini awal bulan Juni lalu. Karena saya sudah pengalaman banget sama yang namanya hiatus. Kalau diturutin, apapun alasannya pasti akan jadi lama dan bisa-bisa saya bakal ogah posting apapun di sini. Jadi, saya tidak terlalu berharap menang karena tahu kualitas postingan juga tidak maksimal. 

Tapi saya happy juga sih ketika membaca pengumuman di fanpage Shopcoupons ternyata postingan ini mendapatkan voucher Rp 100.000,- untuk dibelanjakan di Berrybenka. Walau akhirnya tidak langsung dibelanjakan karena waktu posting kebanyakan rencana. Jadi bingung sendiri mau beli yang mana pada akhirnya?

Rabu, 24 Agustus 2016

Tips Foto Keceh

Koleksi pribadi waktu jalan-jalan yang postingannya di sini nih

Postingan kali ini murni bukan buatan saya, melainkan copy paste sebagian dari seorang teman yang beberapa waktu lalu traveling dengan teman-temannya yang lebih muda. Dari jalan-jalan dengan teman yang beda generasi dia belajar tips pengambilan foto saat jalan-jalan sebagai berikut: 

Kamis, 02 Juni 2016

5 Baju Bikin Keren Untuk Lebaran

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.

Kompetisi Blogger Lebaran


Hah, Ria, kamu merayakan Lebaran? Ehm, saya memang selalu ikut merayakan Lebaran kok sedari kecil. Saya mempunyai keluarga yang merayakan Lebaran dan itu belum terhitung dengan tetangga dan teman-teman. Jadi, biarpun tidak ikut puasa tentu saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk bertemu dan merayakan hari besar tersebut dengan mereka. 

Memang sih, baju baru saat ini bukan sesuatu yang wajib. Tapi bukan berarti dilarang keras dong mengintip situs belanja online dan mulai memasukkan satu persatu ke dalam wishlist? Dan setelah stalking dengan penuh perasaan, maka berikut ini lima pakaian yang jadi incaran saya dari situs Berrybenka agar tambah keren pas Lebaran.

Sabtu, 16 April 2016

Stalking Online Shop

Dari akun Clozette saya
Judulnya serem amat... Iya, saya punya hobi stalking akun-akun medsos yang menjual baju, tas, sepatu... Ehm, belum kapok juga ya saya padahal sudah kejeblos beberapa kali. Setelah lumayan fatal akhir tahun lalu dengan baju batik gak jelas, akhirnya saya mengambil keputusan. Stalking boleh-boleh saja, tapi saya tetap harus lihat dulu produknya. Kecuali satu dua akun toko online yang barangnya sesuai harapan, biasanya saya sudah percaya tanpa perlu melihat lagi. Ya, ini efek jelek dari berhasil mengurangi berat badan adalah saya jadi hobi beli baju. *alesan*

Rabu, 13 April 2016

My First Gift From International GA

Christila First GA
When a friend of mine held her first giveaway to celebrate 1 year of her blog, I immediately decided to join in. To participate in this GA is very simple. All I have to do is tell her about my favorite Christmas movie that I have seen again and again and why I like that movie.

And as I quoted from my on answer from her blog, my favorite Christmas movie is:


Love Actually – Christmas celebration is the thing you should do and spend with family and friends and those that you loves. But perhaps, those who around you don’t share the same feeling. Or you got betrayed by your spouse. And sometimes you loves someone who can’t love you back. I loves how these 8 stories finally connected one another in the end… It’s Christmas time… Spread the love ^_^

Plus, in this movie Colin Firth is so dashing, Hugh Grant still cute and Andrew Lincoln’s even cuter and also Martin Freeman as a porn movie actor which …I can’t say…. Adorable?


Other cool gifts

Selasa, 23 Februari 2016

Addicted to Bag


Postman Bag

Jadi cewek itu ribet, walau bukan termasuk fashionista sekalipun. Malah, kadang saya berpikir justru karena bukan fashionista makanya saya jadi ribet. Kalau buat pesta mesti pakai tas apa ya? Terus kalau mau ke acara semiformal enaknya menggunakan tas apa? Terus tas yang mau digunakan itu cocok gak sama baju… Halah… Puyeng… Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya saya memang hobi beli tas. Dulu hobi beli tas ketika baru kenal sama yang namanya area Tajur di Bogor. Sekarang sudah jauh lebih tobat karena kondisi yang memaksa (apa sih?).

Akhirnya saya iseng deh membongkar lemari untuk mendata ulang (seolah yang kebanyakan tas aja) apa saja sih yang saya gunakan selama ini? 

1. Tas Kerja
Yang ini tidak usah acara foto segala yah, karena saya baru sadar tas yang digunakan untuk sehari-hari bekerja ini justru yang paling cupu dari semuanya. Kenapa? Karena saya tidak ingin memberikan kesan : “kalau bisa pakai tas mahal maka isinya pasti sama banyaknya dengan yang harus dibayarkan untuk mendapatkan tas tersebut” - alias mengundang copet. 
Tas untuk membawa perlengkapan perang ke kantor ini seperti payung, topi, handphone, charger, Ipod, buku notes, lemari, meja… eh, itu sih kantong Doraemon ya… Back to topic. Karena isinya banyak, maka tas tersebut harus yang simple tapi bisa muat semua barang yang perlu saya bawa. Dan yang bisa dikepit agar setidaknya mengurangi kemungkinan dicopet.

Minggu, 14 Februari 2016

Dorotea Gale - The Creator




We have talked about products of Dorotea Gale and now surely we should talk about people behind this production. And without further ado, here is the interview with the woman behind Dorotea Gale productions: Dewi Christina


Hi Dewi :) Thanks for doing this interview with me. So, tell me about yourself?

I was born in Spain and grew up in a small city there. My dad is Indonesian so I started travelling between the two countries when I was five years old. I haven’t stopped since then. I studied Social Work and completed my studies in Santiago de Chile and Madrid, where I had a Master’s degree in Community Social Work. I also spent a few months in India studying and practicing yoga right before coming to live in Indonesia. 
While I was living in Jakarta I studied Fashion Design and fell in love with traditional Indonesian textiles. I started a personal blog about them just to write down all what I was learning about them and the Indonesian culture, which I find incredibly rich. I realized then that there are many people sharing that same interest, after all the Spanish-speaking community is pretty big!



When did you actually decide that this is the line of work that you would love to do in your life?

I love traditional Indonesian textiles so I love everything related to them. The techniques, meanings and stories they have behind are incredibly interesting for me. It’s also a way to show appreciation for my own roots. Bringing together both my European and Asian backgrounds into the designs and trying to bring both cultures closer is something meaningful to me.


Jumat, 12 Februari 2016

Dorotea Gale - The Product




I have this habit of asking someone that I know from social media to meet up in person. I mentioned this on my previous postings months ago. Anyway, I have twitter follower that attract my attention because of the name: Dorotea Gale.

Naturally, I browse around and I found out that Dorotea Gale is actually the name of their product using Indonesian textiles. I got curious and ask the owner to meet and have a little of chit chat. And not only just a gal chit chat. But I used this opportunity to interview the owner as well. So, here goes...


Can you tell us a bit about Dorotea Gale? Like when this business started? Why choose the name?

Dorotea Gale was founded by Dewi Cristina after living in Indonesia for a while. Here she began to learn about Indonesia’s traditional textiles and the expert craftsmanship behind them. She wanted to do something practical and beautiful with them. Being a fanatic traveler, she was quite used to not to have more than the strictly necessary things, and having a textile collection was not very pragmatic. That’s where the idea of Dorotea Gale began. She decided to use the beautiful fabrics collected on her travels to make useful objects everyone needs in their daily lives, firmly believing that thing become alive only when they are used.

The name Dorotea Gale was inspired by the main character of the Wizard of Oz. Like her, Dewi had left everything she was accustomed with to start following her own yellow brick road to search for something else. This is where the story of Dorotea Gale begins.

Jumat, 05 Februari 2016

Effortless Fashion



Foto kiriman Ria Tumimomor (@riamrt) pada


Beberapa waktu lalu saya pernah sok kasih tips tentang pakaian yang sebaiknya digunakan untuk jalan-jalan kan? Bahwa kita harus mementingkan kenyamanan dan jangan kepikiran untuk gaya sepanjang perjalanan tapi menyusahkan diri sendiri.

Dan jreeeng… beberapa hari kemudian saya melihat foto teman saya yang baru kembali dari jalan-jalan. Di statusnya ia menyatakan terima kasihnya pada para blogger yang berusia jauh lebih muda dari dirinya yang memberikan banyak pelajaran. Ia mengatakan, sudah berlalu hari para traveler lebih mengutamakan kenyamanan saja. Jadi nyaman itu perlu, tapi tampil dengan effortless dan gaya itu amat sangat perlu banget. Terutama bagi para traveler yang seperti saya, yang gak mau susah tapi gak mau mati gaya. Untuk hal ini apa yang paling penting untuk dilakukan teman-teman?

Kamis, 14 Januari 2016

The Saviour Shoes

Foto dari postingan sebelumnya

Kemarin saya abis ngoceh-ngoceh soal baju amit-amit yang saya beli online... Kesimpulannya memang saya kalau sudah mupeng sama barang jadi pengen cepet-cepet beli. Akibatnya tidak teliti. Dan ini terulang lagi sama sepatu yang sudah jadi penolong untuk baju batik itu.

Loh? Kok bisa?

Jadiii, selama ini saya temenan di medsos sama penulis keren yang namanya Langit Amaravati... Awalnya saya tidak tahu kalau emak satu ini bukan hanya sering menang pada banyak kompetisi blog. Tapi juga punya produk-produk sepatu, kaos dan tas. Hanya saja selama ini saya baru pada level mantengin hasil produk-produknya di Facebook dan Instagram. Eh, tapi ceritanya pada suatu malam pas lagi melipir ke akunnya saya langsung jatuh hati sama sepatu ini.

Rabu, 13 Januari 2016

Being Fashionable

Contoh warna dan motif baju dr penjual
Okay, sudah cukup saya mengoceh soal makanan, restoran, selera saya dan tips yang ternyata toh dilanggar juga. Sekarang saya akan mengoceh (topiknya beda tapi niatannya sama) tentang baju batik yang saya beli. online.

Yak, tidak perlu mengingatkan kalau dulu saya pernah membeli sekaligus dua saat itu dan semuanya gagal dengan sukses. Jadi setelah kegagalan luar biasa itu saya sempat kapok. Tapi, lama-lama saya lupa akan kegagalan belanja online. Mulai deh saya meilipir lagi ke beberapa situs belanja online dan juga yang khusus menjual baju. Beberapa diantaranya punya outlet sendiri dan juga rajin ikut semacam bazaar dan pameran di mall. Jadi setelah saya melihat foto pakaiannya, saya cocokkan dengan aslinya dan saya puas. Percaya diri kembali saya dapatkan dan mulai membeli baju online tanpa melihat baju aslinya. Ternyata tidak semua toko baju online itu buruk. Kemudian saya mulai mencari yang ceritanya agak mahalan dikit buat kantong saya. Untung tahun baruan duong ceritanya. Sepatu baru sudah saya dapatkan dan ada ceritanya sendiri nanti. Yang belum ada tinggal baju dan saya memilih dress batik. Saya sempat bingung dengan dua model baju. Tapi saya pilih yang model dress, yang memanjang dan melebar ke bawah. Karena biasanya saya menggunakan ukuran L dan untuk ukuran saya masih gak pede untuk memesan ukuran M; kalau tidak mencobanya sendiri.

Jadi, saya menemukan toko online yang sepertinya dapat dipercaya. Produknya belum banyak tapi modelnya hanya beberapa orang. Maksudnya begini, saya sekarang tidak pernah percaya untuk membeli produk yang digunakan oleh model yang mukanya Korea banget. Alias, baju itu pasti memang aslinya keren, dipakai sama orang yang udah cakep. Nah, pas sampai ke saya bahan bajunya beda banget. Dan digunakan oleh saya yang tentu saja tidak sekeceh dan selangsing model Korea tersebut.  Nah,  yang ini sama sekali tidak. Baju digunakan sendiri; bisa jadi oleh yang punya toko online tersebut. Sayangnya, saya melihat sambil lalu saja testimony yang belum banyak. Dengan bodohnya saya pikir, well… namanya juga toko yang baru buka. Tentu saja baru sedikit yang memberikan testimony.

Rabu, 30 September 2015

#OOTDAlaAku: Fashion40

Akhirnya setelah beberapa kali menemukan postingan dengan judul yang dimulai : #OOTDAlaAku membuat saya jadi tergugah untuk ikutan (deee, tergugaaaah) di hari terakhir pulak.

Sebagai cewek yang telah menginjak usia empat puluh tahun sekian-sekian (sorry, detail hanya diberikan kalau yang bertanya mau kasih kado. Titik.) , saya terpaksa mulai berpikir sedikit tentang fashion. Sedikiit aja. Jadi begini, setiap kali saya melihat baju ala Korea yang imut-imut (yang jadi alasan terbesar ikutan GA ini) rasanya mau beli ajaaa. Apalagi kalau sudah pergi ke Tanah Abang dan berjejer baju yang antik unik dan saya yakin tidak banyak yang berani pakai. Masalahnya kadang saya juga berpikir, apa masih pantas menggunakan baju terusan dengan model yang imut-imut? Tapi, saya malas juga dong bowww kalau harus berpakaian yang rapi terus-terusan kayak mau ada acara meeting aja. Jadi, saya perlu baju yang gak bikin saya merasa oh nooo, I'm so old already. Tapi tetap mengutamakan kenyamanan saya sebagai pemakai. Karenaaa, baju yang nyaman dipakai itu akan membuat si pengguna jadi percaya diri. Dan kecantikan terpancar dari rasa percaya diri itu. Ehm...

So, baju - baju yang menurut saya adalah OOTD ala saya dan mudah-mudahan bagi wanita usia 40 tahunan lainnya:

1. Batik 
Pas banget ya postingan ini menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh tanggal 2 Oktober nanti. Yup, batik ataupun baju yang bermotif etnik menurut saya adalah pakaian paling okeh abad ini *lebay*. Bisa untuk semua umur dan beberapa dari baju tersebut bisa digunakan pada acara resmi ataupun santai. Dan tidak pernah akan ada yang akan bilang,"Kayaknya kamu ketuaan deh untuk pake baju batik/etnik."

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.