Kalau beberapa tahun lalu ada yang mengatakan bahwa akan dengan sengaja turun di sebuah stasiun hanya untuk mencari stempel, mungkin saya akan tertawa. Soalnya, MANA SEMPETTT! Selama ini saya naik transportasi umum untuk sampai ke tujuan, bukan untuk mengumpulkan cap tinta di atas kertas. Namun ternyata hidup memang sering memperkenalkan hobi baru dengan cara yang tidak terduga.
Semuanya bermula ketika saya mengetahui adanya Stamp Railly Passport, buku koleksi stempel yang diterbitkan KAI untuk para penggemar kereta. Sayangnya, saat saya mulai tertarik, buku tersebut sudah habis terjual dan belum juga tersedia kembali. KAI memang menyediakan buku khusus itu sebagai media resmi untuk mengoleksi stempel dari berbagai stasiun, tetapi penumpang tetap diperbolehkan menggunakan buku catatan atau media lain untuk mengumpulkan stempel.
Karena tidak berhasil mendapatkan bukunya, saya memutuskan untuk mulai berburu stempelnya saja dulu.









