Blog berisi curhatan si lajang

Jumat, 21 Juli 2023

VAN GOGH ALIVE JAKARTA - IMMERSIVE EXPERIENCE

Van Gogh Alive
Van Gogh Alive di MTA

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar nama Vincent Van Gogh? Kalau saya, langsung teringat pada lukisannya yang berjudul Starry Night. Yang sering saya coba lukis juga dengan nyontek dengan modal sekolah internet bersama alias YouTube. Tentu saja gagal total lah yaaa, dan membuat jadi penasaran dengan lukisan tersebut. Kapan dibuat, di mana lukisan tersebut dibuat, seperti apa kondisi mental Vincent Van Gogh pada saat melukisnya. Dan mungkin menginspirasi lagu berjudul Vincent yang ditulis oleh Don McLean. 

Mau melihat langsung lukisan karya Van Gogh. Wah, kayaknya highly impossible mengingat keterbatasan dana. Tapi begitu tahu bakal ada pameran lukisannya yang bisa dinikmati dengan cara yang berbeda, di Mal Taman Anggrek yang rute perjalanannya sudah saya ketahui, membuat saya sempat maju mundur, mau lihat gak ya?


TICKET

Apa yang membuat banyak pertimbangan? Jelas harga tiket yang tidak bisa dibilang murah, padahal sudah melihat harga yang Early Bird dari informasi yang beredar. Jadi saya memutuskan, sepertinya gak jadi nonton...hingga seorang teman dekat bilang ia dapat tiket early bird seharga IDR 150.000,- !!! Saya langsung, masaaaa siiih? Sayangnyaaa, saya sudah tidak mendapatkan di harga tersebut, melainkan IDR 182.400,- karena tidak termasuk yang membeli di hari pertama penjualan tiket. Oh well, saya pikir, daripada tambah naik, saya pun membeli deh tiketnya. Dan janjian dengan teman pada tanggal 10 Juli. Event ini dimulai dari tanggal 7 Juli 2023 dan berakhir 9 Oktober 2023 nanti.


Maka saya pun mulai browsing situs mereka dan proses membeli tiket. Yuk ikut mantengin perjalanan pemesanannya hingga hari H, prosesnya sebagai berikut:


BOOK TICKET NOW

Saat booking ticket, saya baca-baca dulu highlight sebelum fix select ticket. Teman saya memilih hari Senin tanggal 10 Juli 2023, dengan pertimbangan (dan harapan): pengunjung lebih sedikit di hari kerja dibandingkan dengan akhir pekan.  

Van Gogh Alive buying ticket


CONFIRMATION EMAIL

Setelah booking ticket, akan mendapatkan email berikut: 




RESERVATION

What? We still need to reserve after selected the date? YESSS... Ini agar para selfie lovers seperti saya jangan lupa diri terlalu lama berada di dalam ruangan untuk foto-foto. Tentu ini adalah kesempatan yang bagus banget untuk update konten. Tapi tujuan utama adalah menikmati lukisan dan kisah yang melatarbelakangi karya Van Gogh dengan cara yang berbeda. 




RESERVATION NOT OPEN UNTIL...

Karena terlalu bersemangat, saya langsung mau reservasi. Tapi tidak secepat itu Marimar. Ada jadwal untuk reservasi kunjungan.

Van Gogh Alive reservation ticket


TICKET WAR (ALMOST)

Pas tanggal 1 Juli, saya deg-degan dong mantengin jam. Padahal ini mah bukan perang mendapatkan tiket. Tapi berebutan jatah jam kunjungan, dan saya sama temen maunya yang jadwal yang paling pertama. 

Lalu pas jam 12, saya langsung dong reservasi, ealah dapat penampakan seperti ini:

VAN GOGH ALIVE JAKARTA SLOT RESERVATION



Ketika melihat jumlah yang antri untuk waktu kunjung, saya mulai merasa was-was. Sepertinya situasi tidak akan seindah yang saya bayangkan. 

Lalu saya menanti sambil menahan diri untuk tidak click refresh (kalau sampai saya click refresh, saya bisa dianggap baru masuk dan dapat antrian paling belakang):

Van Gogh Alive Indonesia time reservation




Ternyata waktu tunggu untuk mendapatkan waktu kunjungan adalah sekitar 2 menit. Saya perhatikan ada batas waktu untuk berada dalam area Van Gogh Alive yaitu 1 jam. Okelah, saya sampai minta tolong sama teman, untuk bantu foto-foto 15 menit terakhir sebelum waktu habis. RENCANANYA sih mau relaks dulu, menikmati pengalamannya baru foto-foto.

Van Gogh Alive the experience



RESCHEDULE REQUEST

SERIOUSLY? WHY? Ternyata, peminatnya sangat banyak di hari SENIN tanggal 10 Juli 2023. Jadi, dihimbau untuk jadwal ulang. YA KALEEE saya kebanyakan jatah cuti, kalau hari yang direncanakan gagal, saya kan harus minta cuti lagi. Ribet lagi urusannya. Jadi, saya konfirmasi ke teman kalau saya akan tetap berangkat sesuai rencana, dan teman juga berpikiran sama.

Van Gogh Alive Jakarta



FINALLY THE DAY

Akhirnya tiba juga harinya, dan ketika saya sampai di tempat, waduh, mall kan baru buka jam 10. Tapi mata saya melihat ada beberapa pengunjung sudah berada di dalam. Langsung saya mencari pintu masuk alternatif sambil menanyakan pada petugas keamanan, di mana area Van Gogh Alive berada. Dan ketika masuk, wadidaw, sudah banyak saja pengunjungnyaaa... Apa saja yang harus dilewati sebelum bisa masuk ke area Van Gogh Alive?



Antrian Van Gogh Alive di MTA


  • ANTRIAN 

Kalau kalian mengambil jam berkunjung paling pertama yaitu jam 10.00 pagi, maka hanya ada satu jalur antrian dekat pintu masuk.

Jika kalian mengambil antrian untuk jam 11.00 , maka antriannya pun dekat dengan pintu masuk. Tapi jika kalian mengambil antrian untuk jam berikutnya, maka antriannya dibedakan lagi.

Agar proses antriannya tidak lama, pengunjung diminta menyiapkan barcode tiket agar langsung diperiksa oleh petugas dan kita bisa segera masuk.



Van Gogh Alive Jakarta



  • Mengenal Vincent Van Gogh

Setelah melewati pemeriksaan, saya bertanya apakah tas perlu dititipkan. Ternyata tidak, asalkan pengunjung tidak membawa makanan dan minuman dalam tas. Kalaupun membawa dan malas menitipkan, sebaiknya jangan dikonsumsi dalam area ya.

Di area depan, pengunjung berkesempatan membaca riwayat singkat mengenai Vincent Van Gogh dan juga ada replika kamar tidurnya. Karena masih pagi, petugasnya tanpa diminta malah menawarkan diri untuk bantu foto. Ya, saya mah senang-senang aja, tapi untunglah bisa menahan diri gak minta sampai berkali-kali take. Terima kasih loh, sudah menolong saya.



Sunflower Van Gogh Alive


  • SUNFLOWER 
Ruangan berikutnya berisi replika bunga matahari dan Vincent Van Gogh memang melukis bunga matahari. Dan saya baru tahu kalau lukisannya tidak cuma satu, tapi ada beberapa menjadi semacam serial. 


Van Gogh Alive Jakarta



  • Penjelasan mengenai karya-karya Vincent Van Gogh & Pameran Lukisan Dengan Dongeng Multi Indra
Kebanyakan dari kita lebih cepat menikmati hal-hal yang visual, lebih gampang diingat penjelasannya. Jadi, tidak hanya melihat lukisan dan menduga-duga apa yang menjadi latar belakang lukisan tersebut dibuat. Di sini, kita bisa membaca latar belakang lukisan dan bersiap untuk melihat pameran lukisan yang lebih memanjakan indra kita. Tidak hanya melihat lukisan, tapi juga ada semacam soundtrack pendukung dan ada aroma juga... 


Dongeng Multi Indra



Wah, seru ya, kalau melihat lukisan bunga matahari dan berasa ada di luar, karena ada wewangian rumput dan lainnya. 



Van Gogh Alive Jakarta
Starry Night

  • THE MAIN ATTRACTION 
Unfortunately, kesempatan untuk indra penciuman merasakan aroma, gagal total... Teman saya masih bisa merasakan sensasi aroma loh. Padahal di dalam ruangan ada banyak orang loh. Teman saya menyarankan agar saya si banci foto, buru-buru foto sedari sekarang. Akhirnya setelah foto-foto untuk dokumentasi, kami dan bersama pengunjung lainnya, mulai menikmati lukisan demi lukisan karya Vincent Van Gogh. 


Friendship Van Gogh Alive Jakarta



Ini salah satu kutipan yang paling saya suka dan memang benar adanya. Teman kita itu selalu mengetahui tentang kita lebih dari kita sendiri. Dan dengan kehadiran mereka, mengingatkan kita bahwa kita tidak benar-benar sendirian di dunia ini. 



Van Gogh Alive Jakarta MTA


Di area ini adalah tempat orang foto-foto, tapi jujur saya tidak tahu dan tidak bisa memberikan tips baiknya kapan menyaksikan Van Gogh Alive. Karena, saya saja berpikir, pergi di hari Senin, aman lah ya... Ealah, malah banyak orang juga, nyaris tidak bisa menikmati dengan baik dari awal kisah mengenai Van Gogh hingga akhirnya saat ia menjadi pasien secara sukarela di Rumah Sakit Jiwa Saint-Paul di Paris, Prancis.



Van Gogh Alive Jakarta



  • THE REST 3 AREAS
Area berikutnya, kurang lebih sama dengan area Sunflower, tempat pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar lukisan Starry starry night dihiasi kerlap kerlip lampu. 


van gogh alive jakarta



Ruangan berikutnya untuk berlatih menggambar, dan karena ruangannya terbatas, hanya beberapa pengunjung yang ikut, lainnya seperti saya hanya bisa melihat saja sejenak.

Ruangan terakhir untuk pengunjung berfoto dalam photo booth (ANTRIANNYA LUAMAAA) dan membeli merchandise. Semua pembayaran dengan QRIS.


van gogh alive jakarta


  • KESIMPULAN 
Gagal buat healing dan ngonten (hahaha), tapi setidaknya saya bisa menikmati lukisan Vincent Van Gogh dengan cara yang berbeda. Diiringi musik yang mendukung kisah tentang Vincent Van Gogh dan lukisan-lukisannya. Kalau biasanya kita harus browsing dulu, ini sudah dirangkum menjadi rangkaian kisah, apa yang ia rasakan saat melukis, kota mana yang jadi inspirasinya, sehingga lebih enak dinikmati. Kalau gak mahal sebenarnya ingin melihat lagi sih :) Tapi, cukuplah ya sekali dan berkesan banget. 

43 komentar:

  1. Ntah kenapa liat lukisan dia, aku LGS inget Ama lukisan Affandi ­čśä

    Walo ga bisa melukis, tapi aku suka lihat lukisan2 mba, cumaaaaan, yg alirannya realisme atau naturalisme yaa. Kayak lukisan basuki Abdullah, Raden saleh. Aku sukaa tuh liatnya. Kayak real ­čśä.paling sebel kalo udh aliran abstrak ­čĄú­čĄú. Ga paham maksudnya apa ­čĄú­čĄú

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha... iya, suka gak mudeng kalau aliran abstrak... Berdiri lamaaa di depan lukisannya tetap aja gagal paham, ini lukisan apaan sih?
      Kalau lukisan van gogh ini, paling suka yang di malam hari. Suka aja liat warna2 di lukisan tersebut, jadi baru belakangan mencari tahu, apa cerita dibalik lukisan itu.

      Hapus
  2. awalnya aku excited datang ke Van Gogh Alive ini mumpung di Jakarta kan yaa, ga perlu ke Singapore.
    tapi baca-baca review kok banyak yang kecewa dan cuma sejam, kurang puas gitu ditambah rameeee.
    mungkin kalau mau tetap nonton ya akhir-akhir aja, semoga lebih sepi yah dan harga turun. *tetep >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, sayangnya memang saat aku ke sana, sangat ramai banget sama pengunjung. Jadi mau healing2 dgn suasana sahdu, harus diakui hasilnya adalah gagal total. Dicoba ajaaa nanti bulan2 September. Bisa aja lagi sepi, dan menjelang penutupan, bisa jadi ramai lagi

      Hapus
  3. Auto pengen terbang ke Jakarta deh baca artikel ini. Soalnya aku suka banget karya2 van Gogh. Harga normal tiketnya berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl gak salah sudah sekitar Rp 200rb-an, bisa dicek langsung di situsnya. Makanya saya tergoda utk langsung beli pas penawaran bagi early bird.

      Hapus
  4. Wah beruntung banget ya Mba bisamelihat karya pelukis terkenal langsung kayak nih, menikmati lukisan ini hiburan high class juga buat orang-orang tertentu, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. menikmati lukisan gak harus dari pameran ini kok mbaaa... Cuma memang saya penasaran dan merasa ini pengalaman yg lebih bermanfaat buat saya . Dan jujur memang ingin sekalian ngonten.

      Hapus
  5. Akhir akhir ini ramai sekali jadi perbincangan soal VAN GOGH ALIVE ini, sepertinya baru kali ini digelar di indonesia tepatnya di Kota Jakarta, banyak juga orang Fomo datang ke museum ini untuk membuat beberapa kontennya, memang tidak bisa dipungkiri indah sekali karya Van Gogh ini.

    BalasHapus
  6. Bunda blm pernah liat langsung lukisan2 karya pelukis super beken ini. Cuma liat dan menikmati Judah km banget dari majalah doank.

    BalasHapus
  7. Benar-benar perjuangan banget untuk bisa nonton Van Gogh Alive Experience ini ya Mbak. Emang begitu lah ya, tokoh idola dihargai oleh para penggemarnya. Aku sendiri sering membaca tentang pelukis legendaris ini, tahu sedikit riwayatnya sampai akhir, tapi tidak begitu mengenal karua-karyanya. Iya saya memang sedikit buta untuk urusan seni kelas atas gini :)

    BalasHapus
  8. Kereeen, ramee ya mba, itu baru buka udah pada standby ­čśä. Itu aku ikut deg2an pas baca war tiket huhu. Akhirnya bisa juga. Pasti happy banget banget ya misalnya jd ngonten yg diinginkan...

    BalasHapus
  9. Sudah dibatasi waktu kunjungannya saja masih rame banget ya mbak. Gak kebayang kalau gak dibatasi, bisa bisa pengunjung menumpuk aja ya, malah jadi gak bisa menikmati sama sekali jadinya nanti.

    BalasHapus
  10. Wuaa rame banget ya mbk, kebayang pada excited lihat karya Van Gogh secara langsung. Aku terkesima sama bunga mataharinya, gimana yang lihat langsung ya...

    BalasHapus
  11. Sayangnya rame banget ya mbak jd ga bisa.menikmati lukisan van gogh deh padahal kapan lagi ada event kek gini selama ni taunya cuma beberapa karya beliau dan blm tau latar belakang cerita dibakik lukisan

    BalasHapus
  12. Ah iya ini Van Gogh di Jakarta malah aku belum sempat lihat, biasanya pak suami rajin ngajakin walau kadang aku tuh kalau diajak lihat pemeran aart gini suka masih berpikir dengan apa yang mereka tuangkan tapi aku suka banget. Apalagi gaya Van Gogh ini.

    BalasHapus
  13. Saya tidak banyak tahu lukisan2 Van Gogh. Setidaknya tahu lukisan Starry Night sih hehehe...Untuk teknik zaman skrg, konon itu teknik dan jenis lukisan yang "biasa." Tapi pada masa Van Gogh, lukisan itu anti mainstream. Btw, dongeng multi indera ini tampak menarik yaaa...dan pastinya emang lebih bisa dinikmati dalam suasana syahdu. Kalau rame2, bubar deh imaji kita hehehe.

    BalasHapus
  14. Walaah baca ini tambah speechless akutu, baru dua minggu lalu ke sini nemenin anak pas awal2 dibuka. Emang seruuu dan ga bisa ngomong, hanya bisa menikmati saja karyanya sang legend . Cara penyajiannya yang luar bisa bikin terkagum kagum

    BalasHapus
    Balasan
    1. wAH, jangan2 kita barengan lagi desak-desakan ya :) Iya, aku sebenarnya rada terganggu karena terlalu banyak orang. jd berasa ke Jkt fair :))) Tapi untunglah nemu spot utk bisa menikmati dengan tenang tanpa diganggu orang yg lalu lalang utk foto2

      Hapus
  15. Senangnya bisa ke pamerannya Van Gogh. Tapi ternyata hari Senin pun seramai itu, ya. Mungkin semua orang berpikiran sama, "Senin bakal sepi". Hehe. Aku belum pernah datang ke pameran lukisan, tapi rasa-rasanya kalau mau menikmati karya seni lebih enak dalam suasana yang lebih tenang dan nggak terlalu ramai, ya.

    BalasHapus
  16. pameran ini dengan indah menyajikan kisah hidup dan semangat melukis Van Gogh, menciptakan perjalanan mendalam yang beresonansi dengan pengunjung pada tingkat yang mendalam. masyaallah

    BalasHapus
  17. Wah senangnya bisa datang ke pameran lukisan maestor
    Aku jadi pengen lihat karya karya seni seperti ini

    BalasHapus
  18. Aku gak terlalu banyak kenal seniman, tapi pernah lihat dan baca sedikit soal Van Gogh. Kalau berkesempatan ngunjungi pameran seni kaya gini, pasti mau, gak nolak deh. Rasanya kaya dibawa ke dunia lain

    BalasHapus
  19. Liat animo netizen yg terpantau di twitter keknya pameran Van Gogh gak akan pernah sepi dahhhhh... yaaaa moga aja yang pada dateng beneran menikmati seni ya bukan gegara bikin konten doang trus pulang hihi

    BalasHapus
  20. Sering liat poto2 ttg pameran ini, ternyata masih sampai Oktober yaa.
    Sunflowernya sangat khas yaaaa.
    BTW Turut mangkel sama konten yang viral yang mbak2 gak sengaja nginjak apa gtu jd itu cahaya2 sempat mati, untung gak lama.
    Harga tiketnya lumayan ya mbak. Penasaran kalau anak kecil boleh masuk kah? Ada tiket buat anak2?

    BalasHapus
  21. Mengagumi maha karya sang maestro..
    Salut banget sama antusiasme warga Jakarta sama Pameran Seni Van Gogh. Mungkin karena dibalut secara modern juga ya..

    Pas kemarin ke Jekarda, pengen banget ikutan ini.
    Suami bilang "Rameee.."
    Wkkwkw..mundur teratur deeh..

    BalasHapus
  22. Wah seru banget bisa lihat hasil karya maestro yaa, mbak. Tiketnya juga affordable lagi buat karya-karya sekeren ini.
    Aku tahu Van Gogh tu dari film-film yang suka ada agedan mencuri lukisan terkenal gitu sih.
    Eh ini termasuk pameran yang kemaren sempet viral di medsos karena ada pengunjung yang malah nginjek2 lampunya nggak sih?

    BalasHapus
  23. ini pameran lukisan atau replika gitu, mbak? jujur aku nggak terlalu paham dunia pelukis tapi jadi tahu sama van gogh ini di drakor melancholia gitu yang ternyata lukisannya ada hubungannya sama matematika

    BalasHapus
  24. seketat itu ya masuk ke gallery untuk nonton karyanya vangogh, keren mbak bisa menikmati pameran lukisannya van gogh. btw yang sun flower itu jadi inget dengan filmnya conan, di situ ada juga scene di mana lukisan van gogh ada yang malsuin gitu. seperti biasa bisa dipecahkan sama si kecil conan hihihi btw makasih ulasannya ya mbak, keren deh

    BalasHapus
  25. huhuhu ini aku pengen banget lo kemarin datang ke sini. semoga besok ada kesempatan bisa datang dan lihat langsung

    BalasHapus
  26. Keren-keren banget memang ya kak lukisan Van Gogh ini, saya terpukau melihat lukisannya

    BalasHapus
  27. Banyak banget ya kak orang yang datang untuk melihat lukisannya, saya jadi ingin datang ke sana juga hihi

    BalasHapus
  28. Lukisannya memang bagus-bagus kak, terlebih lagi yang lukisan bunga matahari

    BalasHapus
  29. Harganya lumayan mahal nih ya kak, tapi sesuai dengan lukisannya sih kak bagus-bagus

    BalasHapus
  30. Wah sayang banget nih tidak dapat potongan harga, jadi mahal banget ya tiket masuknya

    BalasHapus

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.