| Makan siang tahun baru ELEMENT |
Seperti biasa, saya selalu lebih tertarik ke tempatnya dulu baru cek makanan. Padahal saya doyan makan ya… Hanya saya selalu berprinsip, rasa makanan itu relative lah. Selera masing-masing. Yang jadi perhatian di sini adalah jarak yang tidak terlalu jauh dari hotel. Plus, tempat makannya hanya terdiri dari satu lantai jadi setidaknya aman nih untuk lokasi kamar kecil.
Postingan ini dibuat dalam rangka jalan-jalan singkat :
Element by Petit Paris masih satu group dengan pastry shop Petit Paris Boulangerie yaitu: PT. Paris Sinergi Indonesia. Di Element, pengunjung bisa menikmati suasana tenang dan ada pilihan main course selain pastry. Sementara di Petit Paris Boulangerie lebih didominasi pastry dan bakery. Ya, menggoda sih mengingat saya suka banget ya tapi cari yang ada makanan beratnya aja deh.
Pas ke sana, suasananya lagi sahdu banget karena Jogja sedang dilanda hujan. Ketika hujan mereda, buru-burulah saya pesan taxol untuk ke sini. Pengemudi dan tukang parkir yang melihat saya bawa kursi roda (tapi akhirnya tidak terpakai juga) pun mengarahkan agar mobil masuk lebih dalam ke area parkir. Agar ibu saya tidak usah terlalu banyak jalan. Tidak disarankan menggunakan kursi roda yang ringan, karena jalannya a bit bumpy.
Rencananya ke sini tuh yaaa, saya mau coba pastry mereka. Tapi begitu melihat foto pizza di buku menu, sudahlah lupa deh dengan niat sebelumnya. Padahal, awalnyab saya berniat pesan 1 main course dan bagi dua dengan ibu saya. Kepinginnya pesen choussant (kombinasi choux yang creamy dan croissant yang flaky). Sayangnya choussant ini tidak bisa tahan lama, sehingga saya membatalkan juga niatan untuk takeaway.
Begitu masuk, langsung disambut ramah sama waitress mereka. Sempat ciut juga melihat dua anak tangga, tapi syukurlah ibu masih kuat dan kami bisa masuk. Mulanya kami duduk dekat dengan jendela tapi kok dingin banget ya? Ternyata AC berhembus tempat mengarah area di mana kami duduk. Mumpung belum pesan, jadilah kami pindah agak ke tengah restoran.
Waktu baca buku menu, wow rada terkejut melihat harga makanannya yang sama dengan harga-harga di Jakarta. Tapi the show must goes on, jadi kami pun mulai pesan:
DARK CHOCOLATE (IDR 33K)
Minuman yang paling pas dinikmati saat cuaca dingin walau
kurang matching sama makanannya ya. Termasuk yang saya suka karena pekat,
kombinasi sama susunya juga pas.
Lemon Ginger Tea (IDR 25K)
Biasanya emak saya gak demen jahe, tapi kali ini karena
cuaca dingin plus juga dia gak ngeh kalau minumannya kombinasi lemon dan jahe
MAKANANNYAAA
Kami memesan:
Nasi goreng seafood 🍤 (IDR 75K)
Pas dianterin, wadaw… porsinya bisa berduaaa. Ada sate udang, beda lagi dengan
udang goreng yang ada di nasi, ikan dori, cumi serta kerupuk dan acar. Rasanya
gurih, bahkan masih enak ketika lanjut makan di kamar hotel. Yes, makanannya tidak habis sehingga kami pun meminta untuk dibungkus.
Margherita pizza (IDR 89K)
Ini nih yang bikin berubah haluan dari mau yang manis eh jadi yang satu ini. Pizza
Margherita adalah pizza klasik Italia khas Napoli yang isinya sederhana tapi
ikonik. Penampakannya melambangkan warna bendera Italia (merah, putih, hijau).
Bahan utamanya adalah saus tomat (biasanya tomat San
Marzano), keju mozzarella segar (langsung terjadilah adegan mengangkat
pizza beberapa kali), daun basil segar, dan minyak zaitun
extra virgin.
Karena porsinya gede juga, tersisa sedikit yang saya bawa
pulang untuk makan di hotel.
HARGA SUDAH TERMASUK PAJAK, SODARA SODARI. Jadi tidak yang sampai keselek pas mau bayar. Sering kan kejadian, harga di menu sekian, eh pas bayar melesat jauh karena ada pajak dan service. Walau memang kejujuran dihargai, tapi tetap aja bikin stress dompet dan pemiliknya.
Setelah menimbang-nimbang, mau beli apa akhirnya saya memutuskan untuk membeli cookies buat kenang-kenangan,
dan total saya bayar sekitaran IDR 277.000,-
Sampai lupa saya terangkan sedikit mengenai tempatnya. Ada area indoor dan outdoor, ada juga yang semi outdoor. Suasananya tenang banget di sini, terlebih lagi di saat sedang hujan rintik-rintik. Meleset dari perkiraan saya sebelumnya, ternyata restroom tidak berada di satu bangunan dengan restoran. Jadi harus keluar dulu, pindah ke Gedung sebelah. Bisa keluar lewat pintu samping, yang hanya 1 anak tangga. Restroom terbilang bersih dan terjaga. Tapi sepertinya bakal ribet bagi penguna kursi roda.
Area parkir yang tersedia lumayan luas dan ada bapak yang membantu kalian agar bisa enak parkir mobilnya.
Lokasinya di sini






0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.