Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Rabu, 21 Januari 2026

JAMBULUWUK JOGJA - SHORT TRIP 2026


Hiyah, maaf ya postingan di blog ini acak-acakan. Yang tahun lalu saja masih tinggal dikit lagi belum selesai, tapi saya sudah tancap gas post yang lain. Ya gak apalah ya. Kali ini mau post jalan-jalan singkat di Jogja. 

Kok cuma dua malam? Saya banyak menerima pertanyaan dari kenalan dan teman-teman karena hanya menginap dua malam di Jogja. Jujur ya, saya malah sempat agak ragu untuk tetap berangkat. Ibu saya sempat rawat inap di bulan September tahun 2025 lalu. Dan kondisinya terlihat kadang baik kadang under the weather. Jadi ketika dia bilang dia hanya mau dua malam, saya memutuskan untuk ikut saja. 

Saya tertarik menginap di sini karena melihat ada jalur khusus untuk pengguna kursi roda. Dah, begitu melihat yang satu itu, langsung memesan kamar Superior dengan satu tempat tidur. Kalau melihat dari peta, lokasinya tidak terlalu jauh dari Stasiun Tugu. Cuma sayangnya, tidak ada tempat nongkrong yang dekat dengan hotel.


MENGENAI HOTEL

Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta resmi mulai beroperasi pada Desember 2011. Proses pembangunannya sendiri tercatat dilakukan sejak tahun 2010 oleh PT Arcs House. Hotel ini merupakan "Boutique Hotel" pertama yang dibangun oleh jaringan Jambuluwuk Hotels & Resorts setelah sebelumnya mereka sukses mengembangkan konsep resort di daerah Puncak, Jawa Barat.

Berbeda dengan beberapa hotel di Yogyakarta yang merupakan hasil rebranding (pergantian nama) dari manajemen hotel lama, Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta dibangun dari awal sebagai hotel baru.

Meskipun tidak menggantikan hotel lama, hotel ini mengalami perkembangan status loh. Pada awal berdiri, Jambuluwuk beroperasi sebagai hotel bintang empat, namun sejak Mei 2019, hotel ini secara resmi naik kelas dan menerima sertifikasi sebagai hotel bintang lima.



Untuk tipe-tipe kamarnya ada beberapa pilihan :

Superior & Deluxe: Tipe standar yang sangat nyaman untuk pasangan atau solo traveler. Biasanya memiliki pemandangan kota atau area kolam renang.

Deluxe Premier: Ukuran kamar yang lebih luas dengan sentuhan interior yang lebih elegan.

Junior Suite & Gajah Mada Suite: Memiliki area ruang tamu (living area) yang terpisah, cocok jika Anda menginginkan privasi lebih atau ruang untuk bersantai.

Jambuluwuk Suite: Tipe tertinggi dengan fasilitas paling lengkap dan ruangan yang sangat luas, sering digunakan untuk keluarga atau perjalanan bisnis VIP.









Lobby di sini lumayan luas, tergolong yang terang benderang dan disukai sama ibu saya. Ada beberapa tempat duduk juga yang memungkinkan pengunjung untuk rehat sejenak. Kami dapat welcome drink tapi harus ke lantai 2 di Batik Lounge. Restorannya beda dengan yang nanti menyajikan sarapan pagi yang lokasinya dekat dengan lobby. 


Kamar no 311 khusus bagi pengguna kursi roda

KAMAR KHUSUS BAGI PENGGUNA KURSI RODA

 Akhirnya setelah kembali konfirmasi, besoknya kami pindah ke kamar nomor 311. Mereka meminta agar saya sudah merapikan barang-barang bawaan. Jadi mereka tinggal memindahkan ke kamar tersebut.








Kamar ini berdekatan dengan lift dan juga taman yang menghadap ke gunung Merapi. Jadi, menyenangkan juga bangun pagi, menghirup udara segar di taman. 




Poin keren dari kamar ini, ada pegangan di kanan kiri toilet. Pengguna kursi roda bisa leluasa masuk ke dalam area kamar mandi. 

Jika kalian lihat, ada pegangan di area kamar mandi dan dekat toilet. Untuk masuk ke dalam kamar mandi pun bisa leluasa karena areanya luas banget. 

TIPS:

Jika kalian sudah booking lewat OTA, sebaiknya hubungi langsung pihak hotel. Sekalian confirm apakah pemesanan kamar via OTA sudah diterima? Lalu tanyakan ketersediaan kamar nomor 311 ini karena hanya tersedia satu kamar yang fasilitasnya cocok bagi pengguna kursi roda. Jadi, setidaknya kalian tahu ketersediaan kamar tersebut jika memerlukan.


LAIN-LAINNYA

Kelengkapan di dalam kedua kamar tersebut, amenities kamar tersedia lengkap. Senang juga dapat sandal jepit yang bisa dibawa pulang buat kenang-kenangan. AC dan televisi juga berfungsi dengan baik. Cuma, program televisinya hanya sedikit jadi tidak banyak variasi tontonan. Kecuali kalau tamu langganan Netflix atau Disney.

Sedikit catatan mengenai AC; ketika kami menginap tanggal 31 Desember 2025 hingga check out tanggal 2 Januari 2026, Jogja sering dilanda hujan. Jadi belum pernah kejadian cuacanya sampai panassss banget hingga AC tidak terasa dingin. Terkadang AC sampai kami matikan karena memang pas sedang hujan, kamar jadi dingin banget. Tapi saya kurang tahu ya kalau nanti pas cuaca panas. 




Menu sarapan tidak terlalu banyak variasinya. Ada makanan tradisional dan juga internasional, pastry juga ada banyak. Yang saya suka,  masakan ikannya, terus mie mix bihun goreng. Favorit saya banget. Tersedia juga kopi, teh, juice, bahkan jamu juga loh. Kalau ibu saya tetap setia dengan bubur ketan selama dua hari sarapan di hotel. 





Tempat makan terletak dekat dengan kolam renang untuk anak-anak. Agak ke belakang, tersedia kolam renang untuk dewasa, berdekatan dengan tempat bermain bagi anak-anak dan dekat dengan restroom. Tersedia juga restroom khusus bagi pengguna kursi roda. 

Kue-kue di Croustile Bakery

Tempat menginap ini cocok bagi yang ingin beraktivitas di pusat kota atau ingin istirahat total di dalam kamar. Di hotel ini ada beberapa restoran termasuk tempat para tamu sarapan dan bakery shop: Croustile Bakery. Sayangnya pastry dan coffee shop ini baru buka jam 10 pagi. Jadi, kalau tidak pesan sarapan dari hotel, mesti antara pesan online atau sekalian jalan-jalan pagi sekitaran hotel. 


Lokasinya memang ngumpet, di sisi kanan dan kiri hotel tidak terdapat tempat nongkrong. Jadi, sesuaikan kebutuhan kalian kalau datang ke Jogjakarta dan hendak menginap di sini. 


Keluhan saya pribadi:

Kedua kamar menggunakan karpet yang justru sangat menyulitkan bagi pengguna kursi roda. Apalagi kalau kursi rodanya yang ringan seperti yang kami gunakan. 


0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.