Kami beruntung bertemu dengan orang-orang baik sepanjang perjalanan. Mereka yang bekerja di stasiun kereta lalu pengemudi taksi Blue Bird : pak Martin (nomor taksi : JGW 118). Ketemu sama pak Martin ini pas petugas di stasiun Tugu membantu mencarikan taksi. Jadilah akhirnya saya meminta nomor handphone untuk ditemenin ngider bentar di Jogja sebelum balik ke Jakarta.
Tempo Gelato sebenarnya bukan tempat yang saya incar di Jogjakarta karena tempat ini sudah terkenal banget. Ada beberapa tempat gelato yang baru-baru di Jogjakarta dan sudah saya simpan alamatnya. Tapi pas ke sana, terhambat oleh hujan, tempat gelatonya baru buka setelah perayaan tahun baru dan lokasinya yang terlalu jauh dari stasiun, ya batal deh. Bapak Martin mengusulkan agar ke Tempo Gelato yang lokasinya di Taman Siswa yang lebih dekat ke Stasiun Tugu.
TEMPO GELATO THE STORY
Ternyata Tempo Gelato yang pertama justru berdiri di Jalan Prawirotaman tahun 2014. Wah, kok bisa ya saya tidak tahu gelato ini padahal dekat banget dari hotel Gallery Prawirotaman tempat menginap dulu. Dengan resep otentik dari Italia dan didukung desain interior yang estetik, mereka membuka cabang dan yang di Taman Siswa ini adalah yang ketiga.
Dari luar terlihat tidak terlalu besar, tapi begitu masuk dan langsung saja menuju ke area belakang, ada area nongkrong yang lebih besar lagi plus Bagian dari Dinasti Gelato Pertama di Jogja
Tempo Gelato pertama kali berdiri di Jalan Prawirotaman pada tahun 2014. Karena popularitasnya yang meledak (berkat resep otentik dari Italia dan desain interior yang sangat estetik), mereka membuka cabang Taman Siswa sebagai cabang ketiga (setelah Prawirotaman dan Jalan Kaliurang).
Cabang Tamsis ini secara khusus dirancang untuk menampung kapasitas yang lebih besar. Jadi, kalau kamu datang bersama keluarga besar atau rombongan, cabang inilah yang paling ideal.
Arsitektur: Industrial-Vintage yang Ikonik
Satu hal yang tidak pernah berubah dari Tempo Gelato adalah desain interiornya yang "Instagramable". Seperti yang di cabang TamSis ini, pengunjung bakal menemukan:
Langit-langit tinggi dengan kabel dan pipa yang terekspos, memberikan kesan luas dan sejuk.
Sentuhan Eropa Klasik:
Dinding bata ekspos, ubin motif kuno, dan galeri foto-foto hitam putih di dinding yang menjadi ciri khas mereka.
Menu dan Varian Rasa
Tempo Gelato dikenal karena tekstur gelatonya yang padat namun lembut, serta pilihan rasa yang sangat beragam (lebih dari 50 varian rasa secara bergantian).
Rasa Klasik: Chocolate, Vanilla, Strawberry, Caramel, dan Hazelnut.
Rasa Unik (Wajib Coba): * Kemangi: Segar dan aromatik, rasanya sangat unik di lidah.
Spicy Choco: Cokelat dengan sentuhan rasa pedas jahe/cabai yang menghangatkan tenggorokan.
Sorbet: Pilihan non-susu (vegan & lactose-friendly) seperti Mango, Lemon, dan Dragon
Jika kalian menebak saya hanya pinter menyarankan doang tapi tidak mencoba, ya anda benar. Saya mah cari aman saja dengan varian yang sudah tahu pasti diterima lidah deh.
ALUR PEMESANAN
Pas saya masuk ke dalam, wuah udah rame banget dengan pengunjung. Saya sempat bingung, ini bagaimana mau pesannya ya? Pas hendak mencari tempat duduk, dasar rejeki ibu nih. Ada pengunjung yang sudah selesai, dan tempat duduknya pun tidak jauh dari pintu masuk. Langsung saya samber tempat duduknya, ibu saya pun duduk di situ sementara saya melihat-lihat dulu.
Jadi begini nih alurnya teman-teman agar tidak bengong ikutan mengantri di dekat etalase gelato.
1. CARI MEJA KASIR
Begitu kamu masuk ke dalam, jalan sedikit lihat deh di sebelah kiri akan terlihat meja kasir. Langsung ke situ saja ya. Akan ada keterangan berapa harga small, middle and large cup sama cone, plus bisa dapat berapa scoop. Saya beli 1 cone yang dapat dua rasa at IDR 35K dan satu cup ukuran sedang at IDR 50K yang dapat tiga rasa.
2. CASH ONLY
Kesel juga pas baca, yah hanya menerima uang tunai. Tapi berhubung sudah di dalam, ya sudahlah. Setelah membayar kita dapat bukti bayar yang ada nomor antrian. Kasirnya bilang, nanti nomor antrian dipanggil, jadi jangan jauh-jauh dari etalase.
3. ANTRIAN
Jujurly awalnya saya mengira antrinya itu langsung di deket etalase loh. Ternyata antrian memanjang itu adalah pengunjung yang sudah membayar dan tengah menanti giliran dipanggil. Setelah dipanggil, berikan bukti pembayaran dan mulai pilih mau varian yang mana.
TAPI, ada juga sih yang udah nempeeel aja di etalase padahal nomor antriannya masih jauh. Padahal ini bikin yang udah dapat giluran jadi susah mau komunikasi sama yang ambilin gelatonya.
AREA INDOOR DAN OUTDOOR
Jika hanya berhenti di area dekat etalase, maka bisa terpikir kalau areanya ya hanya segitu saja. Jadi ada tempat duduk yang menghadap jendela, mengapit pintu masuk. Ada juga tempat duduk yang agak di tengah dekat pintu masuk, yang kami dapatkan dengan sukses.
Tapi coba kalian jalan lagi ke dalam melewati meja kasir. WOWWW... besar sekali tempat nongkrongnya! Dan tempat sebesar ini tidak menyajikan makanan lain hanya gelato.
Lalu ada lagi area outdoor di paling belakang lokasinya, luas dan Instagramable. Kebetulan pas saya ke belakang, pengunjungnya belum terlalu banyak. Jadi saya bisa lebih leluasa mengambil foto.
KESIMPULAN:
NOT WHEELCHAIR FRIENDLY. Ada anak tangga sebelum bisa masuk jadi pasti ribet, kecuali ada temannya untuk masuk ke dalam. Jadi ada yang membantu memegangkan pintu. Pas kami mau keluar pun sampai dibantu oleh pengunjung lain.
Pelayanan yang saya terima dari kasir dan staff yang di area dekat etalase gelato, semuanya baik kok. Cuma memang tidak ada tenaga yang spare bisa bantu kami untuk masuk dan keluar dari restoran.
Restroom ada di lantai 1, tapi kebetulan ibu saya sedang tidak ingin menggunakannya. Jadi, kami tidak melihat di dalamnya seperti apa. Tapi bisa saya sampaikan kalau tempatnya juga kurang ramah bagi pengguna kursi roda. Terlalu sempit jalan untuk masuk ke dalam restroom. Pasti akan ribet kalau antrian sedang panjang.






0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.