 |
| Uma Oma Blok M |
UMA OMA:
 |
| Lantai 3 Uma Oma Blok M |
Uma Oma Blok M
Awalnya saya semangat banget pas tahu ada restoran di Blok M namanya Uma Oma. Berarti rumahnya oma kan? Bisa lah nih, bawa oma-oma alias emak saya. Ealah, pas ke sana bareng temen, well yang menyambut kami memang sudah oma-oma. Tapi tidak bisa membawa
lansia yang sudah sulit untuk jalan apalagi kalau menggunakan kursi roda. Pikir-pikir, mungkin ini lebih buat younger generation untuk merasakan kenangan ketika berkunjung ke rumah oma masing-masing. Plus, tingkat kesulitan naik tangga ke lantai 2 dan 3 tidak seribet di
Claypot Popo.
 |
| Uma Oma Blok M lantai 2 |
Di sini ada 3 lantai, dan yang paling atas diperuntukkan bagi mereka yang ingin merokok. Lalu restroom ada di sebelah mana dong? Pastinya bukan di lantai 1 melainkan di lantai 2 dan kalau tidak salah ada juga di lantai 3. Area makan ada juga di lantai 1 termasuk yang outdoor, walau tidak banyak. Saat itu saya sama teman lebih memilih nongkrong di lantai 2 dan kebetulan kami dapat tempat duduk yang dekat jendela.
Saat itu kami hanya pesan minuman saja karena sudah makan di tempat yang lain. Tahu sendiri di Blok M ada banyak banget tempat makan. Dompet dan perut saja yang mesti diperhatikan agar tidak kebablasan pas jalan-jalan kulineran. Di sini menunya menyajikan makanan khas Indonesia ya, termasuk minumannya.
Lokasinya:
 |
| Foto dari para oma pemilik restoran |
Uma Oma Heritage Menteng
Awal tahun 2026 ini saya dengar kalau Uma Oma membuka cabang baru dekat Taman Menteng. Langsung meluncur untuk cek apakah yang ini lebih ramah bagi para manula? Ternyata cabang yang ini jauh lebih memungkinkan untuk membawa lansia. Jalur yang ramah bagi pengguna kursi roda untuk memasuki area indoor pun tersedia. Saya tetap menyarankan agar turunnya pas di depan pintu masuk restoran ya. Jangan dari halaman, karena jalannya lebih bumpy dan tidak nyaman bagi pengguna kursi roda.
Di sini pun menunya juga khas tradisional Indonesia. Bahkan ada area di mana pengunjung bisa melihat langsung bika Talago dibuatin sama oma di sana. Oma? Yes, di sini ada 9 oma-oma yang menyambut tamu, mencatat pesanan, membuat dan menyajikan makanan. Tentunya dibantu juga sama staff yang lain.
 |
| area semi outdoor Uma Oma Heritage |
Nah pas saya ke sini sama ibu di hari Minggu setelah bubaran gereja dan sepeti yang bisa ditebak, rame poll. Tanggal 14 February 2026 kami ke sana, ada banyak juga pengunjung dari luar kota. Ada juga yang dari Bandung (so, orang Jakarta kabur ke Bandung dan yang di sana mainnya ke sini). Jadi, ibu saya merasa tidak nyaman karena kami kan jadi tidak bisa memilih tempat duduk yang kami mau. Kalau kalian ke sini di akhir pekan, saya sarankan reservasi lewat Chope atau hubungi akun media sosial mereka.
 |
| Salah satu area indoor Uma Oma Heritage |
Karena kunjungan pertama saya datang sendirian, jadi memilih duduk di coffee bar. Kalau mau lebih tenang, saya sarankan hindari datang di akhir pekan. Karena memang bakal ramai banget. Sekedar informasi, mereka juga memiliki ruangan tersendiri, cocok bagi yang bawa rombongan. Kalau mau booking, memang sebaiknya hubungi mereka langsung karena pasti ada pembelian minimal.
Nah, jadi kalian mau mengunjungi yang mana?

0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.