| Gambir Railway Station |
Salute to Indonesian Railways Company for wheelchair access and to all staffs on duty for their kindness. Membawa ibu yang sudah sulit berjalan sehingga harus lebih banyak menggunakan kursi roda jelas akan lebih rumit dari jalan-jalan sendiri. Ketika anak tangga yang biasanya tidak pernah menjadi masalah mendadak bisa membuat keringat dingin. Mendadak harus meminta bantuan banyak orang agar tidak tertinggal di stasiun atau malah terbawa sampai stasiun berikutnya.
Jadi ini ringkasan cerita berangkat dari Stasiun Gambir ke Stasiun Tugu dengan kereta Argo Semeru yang berangkat jam 6.20 dan sampai di Jogjakarta sekitaran 12.45.
Perjalanan singkat menyambut tahun baru 2026 :
STASIUN GAMBIR - RAMAH PENGGUNA KURSI RODA
Setelah beberapa kali ke sini, akhirnya hapal juga di mana letak toilet untuk pengguna kursi roda. Kalian akan dapat menemukannya setelah check in dulu. Kalau misalnya kalian kepagian dan belum jam untuk check-in, bisa permisi dulu sama petugasnya. Asal jangan lupa keluar lagi, karena kalian hitungannya kan belum check-in.
| Stasiun Gambir pada tanggal 30 Desember 2024 |
Dari foto ini, restroom terletak di sebelah kiri tangga. Jika ragu, kalian bisa tanya pada para petugas atau porter yang tengah berada di sana.
Tentu saja saya tidak lupa dooong untuk reduksi tiket buat ibu yang memang sudah sepuh. Dan ternyata, pesan makanan buat ibu saya pun dapat reduksi. Wah, saya jelas jadi semangat dong, hampir saja saya tergoda untuk menambah pesanan.
Untungnya tidak. Kenapanya, nanti saya ceritakan.
Ohya, reduksi hanya untuk tiket dan makanan yang dipesan atas nama ibu saya. Sementara pesanan saya tidak mendapatkan reduksi karena belum masuk usia lanjut.
Dan reduksi ini tidak berlaku untuk pemesanan asuransi yang menjamin refund. Misalnya amit-amit kita tidak jadi pergi, dengan membeli asuransi kita bisa mendapatkan pengembalian dananya.
| gerbong restorasi di kereta Argo Semeru |
Nah, kita sampai di bagian kenapa saya menyesal pesan lewat KAI ACCESS untuk makanan (walau dapat diskon untuk pemesanan atas nama ibu).
Sekitaran 15 menit setelah kereta berangkat dari stasiun Gambir, ealah makanan sama minuman yang dipesan sudah siap saji dong. Padahal saya mikirnya, buat ntar-ntar saja gitu loh. Akhirnya siapa yang bertanggung jawab menghabiskan makanan? Jelas saya. Mana pas pesan makanan ketika balik ke Jakarta, saya pesan dua porsi... Semuanya langsung dihidangkan dalam hitungan menit setelah kereta berangkat.
Tentunya ini masalah preferensi ya teman-teman. Ada yang mau buru-buru menikmati makanan, mungkin ada yang lebih suka melihat situasi. Jadi kalau tidak ingin makanan disajikan terlalu cepat, lebih baik skip saja pesan makanan lewat aplikasi.
TEMPAT DUDUK
Ketika berangkat dengan kereta Argo Semeru saya memilih tempat duduk di gerbong 6 kelas eksekutif. Ternyata gerbong ini dekat dengan lift. Kami duduk di nomor 13 C & D yang memang diperuntukkan untuk lansia dan ibu hamil serta rekan disabilitas.
Tapi kali ini, tempat duduknya menghadap ke belakang, jadi lumayan sempit setelah meletakkan kursi roda.
Tempat duduk ini dekat dengan pintu dan restroom, sehingga tidak usah berjalan terlalu jauh. Terutama saat kereta tengah dalam perjalanan dan sedang melaju kencang.
MASALAH: karena ibu saya tidak bisa buru-buru kalau jalan, beberapa kali kejadian kami hampir terjepit pintu. Jadi sering dibantu sama petugas yang kebetulan sedang lewat. Beberapa penumpang juga suka menawarkan bantuan untuk menahan pintu.
| gerbong restorasi kereta Taksaka |
Pas kami berangkat, ada banyak porter yang bisa kami panggil langsung di tempat. TAPIII, pas balik ke Jakarta tanggal 2 Januari 2026...KAMI TIDAK DAPAT PORTER!
Seriusaaaan. Saya sebenarnya sudah lama mendengar kalau mau pesan porter sebaiknya pesan dari aplikasi KAI ACCESS. Kalian bisa lihat panduannya di SINI.
Saya naik Kereta TAKSAKA dari Jogjakarta ke Gambir, yang dijadwalkan sampai jam 20.54 tapi telat kurang lebih 20 menit. Ya, saya awalnya percaya diri saja bisa dapat porter on the spot. Tapi malam itu, tidak ada satupun porter tersedia yang bisa menolong mendorong kursi roda ibu saya. Akhirnya kami turun dengan bantuan petugas kebersihan. Dan kami bisa dapat giliran masuk ke lift dengan bantuan penumpang lain.
BANTUAN PETUGAS
Biasanya tidak lama kereta mulai berangkat, kondektur KAI dan rekannya menyapa penumpang dari gerbong ke gerbong. Saya kelupaan bertanya, nanti keretanya berhenti berapa lama di stasiun Tugu? Puji Tuhan, seorang petugas restorasi (namanya Gema; kalau tidak salah) berkenan membantu. Jadi, menjelang kereta sampai di stasiun, ia menghampiri kami agar bersiap. Ia membantu ibu saya turun dan bergegas memanggil rekan-rekan petugas di stasiun. Setelah memastikan rekannya sudah ada yang membantu kami, ia pun berpamitan dan bergegas kembali ke kereta.
Dan benar saja, tidak lama kemudian keretanya berangkat saudara saudari. Duh, semoga banyak dapat berkat ya kalian semua yang bertugas di PT KAI.







0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.