Blog berisi curhatan si lajang

Senin, 03 Juni 2024

BAWA KURSI RODA NAIK KERETA BANDARA KE MEDAN

Bandara Kualanamu

Niatnya mau santai setelah sampai di bandara Kualanamu, tapi lalu mengingat ingin naik kereta, berarti harus memperhatikan jadwal kereta juga. Akhirnya, kami melupakan untuk nongkrong sejenak di bandara dan langsung bergegas menuju stasiun kereta. Tidak usah khawatir bakal nyasar, karena ada banyak petugas yang siap membantu. Jadi tangan satu geret koper, sementara tangan satu lagi mendorong kursi roda. Keluar dari bandara, ada pilihan naik kereta, naik bus atau naik taksi menuju kota Medan. Naik kereta bandara ini adalah my wishlist, jadi saya pun menuju ke sini. 


Menuju Stasiun KA Bandara

STASIUN KA BANDARA KUALANAMU

Ketika kami sudah berada di area stasiun, saya pun meminta bantuan pada petugas untuk pembelian dua tiket ke Medan. 


Anjungan Mandiri pembelian tiket
(tapi petugas siap membantu)

Sebelum pembelian, petugas memberi informasi kalau pembayaran hanya menerima metode CASHLESS. Jadi, gak bisa protes ya kok tidak terima uang tunai, itu melanggar UU yang berlaku dan lain sebagainya. Mereka menerima pembayaran dengan kartu debit, kartu kredit dan metode cashless lain. 


Harga tiket IDR 65K

Ternyata jadwal yang terdekat pun masih 45 menit lagi. Okay, kami akhirnya memilih jam tersebut dan tiket pun dicetak. Kami pun langsung mencari tempat duduk di area yang disediakan untuk menunggu. Saya jajan sebentar di minimarket dengan menggunakan prepaid card. Di stasiun ada Indomaret dan kedai kopi; tapi yang terakhir ini sedang ramai pengunjung jadi saya skip yang satu ini. 


Stasiun KA Bandara Kualanamu

Menunggu 45 menit tidak terlalu lama juga, karena kereta pun mulai memasuki area stasiun. Jadi, aksesnya ada 3 pintu tempat penumpang scan barcode. Ada 1 entrance yang lebih lebar dari dua entrance lain. Yang lebih lebar ini bagi yang membawa barang-barang banyak di trolley dan penumpang dengan kebutuhan khusus seperti mama saya yang menggunakan kursi roda. 

Tidak usah khawatir, petugas langsung membantu scan tiket dan saya serta mama pun dibantu masuk ke dalam gerbong kereta bandara. 


Di dalam kereta bandara

Sama seperti kereta feeder untuk kereta cepat yang ada di stasiun Padalarang, tidak ada nomor tempat duduk di dalam gerbong. Jadi, terserah saja mau duduk di mana, siapa cepat dia dapat. Walau pas berangkat, pesawat penuh dengan penumpang, tapi yang naik kereta bandara ini tidak terlalu banyak. Jadi, kami bisa bebas memilih mau duduk di sebelah mana. 

Perjalanan disebutkan akan memakan waktu 42 hingga 44 menit dari stasiun Kualanamu. 

Kok ngebet banget naik kereta? Ya, there is that little girl in me yang suka aja naik kereta untuk jalan-jalan. 




Tantangannya tentu karena mama saya sudah tidak bisa lagi berjalan dengan cepat dan lebih banyak di kursi roda. Jadi, setelah menikmati pemandangan dari kereta, saya pun mulai berpikir bagaimana nih ya nanti begitu sampai di stasiun Medan?



STASIUN KA MEDAN

Bener deh, setelah sampai di stasiun Medan, saya bingung juga bagaimana mau keluar dari stasiun. Untungnya, ada beberapa petugas yang membantu kami turun dari kereta. Drop dari pintu kereta tidak terlalu jauh, tapi tetap memerlukan bantuan. Seorang petugas lalu bertanya kami mau keluar dari pintu yang mana, dan saya jawab yang ada di seberangnya mall Centre Point (yang sempat ditutup tapi telah dibuka lagi untuk umum). Saya malah mengira ada akses langsung ke mall, ternyata tidak. Petugas mengantarkan kami mulai dari antri untuk naik lift dari platform stasiun kereta. Lalu ia mengantarkan kami hingga sampai di pintu keluar yang berseberangan dengan mall. Di sini ada antrian taksi BlueBird jadi tinggal panggil saja. 


Kursi Prioritas

Karena benar-benar harus mengandalkan bantuan petugas di sini, ibu saya menolak mentah-mentah naik kereta bandara jika nanti kami kembali ke Jakarta.


Bagian pertama perjalanan ada di sini. Bakal lanjut lagi nanti ya. 

Berangkat ke Medan

Drama Naik Citilink


Letak Stasiun Kereta Bandara Kualanamu

20 komentar:

  1. perjalanan dengan membawa orang tua yang menggunakan kursi roda memang perjuangan tersendiri ya kak...tapi untungnya semua petugas sigap membantu sehingga tidak ada kesulitan yang berat...salut aku sama kaka mana cuma berdua saja kemana-mana..hebat kak!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah niat harus dinekatin, sometimes... Hehehhe... Jangan dikira aku gak panik kl ada hambatan pas di jalan. Jadi, udah gak gengsi lg minta tolong sama orang lain, daripada ada apa2 di jalan :)

      Hapus
  2. Asyik kalau ada kereta bandara jadi terintegrasi gitu. Habis naik pesawat bisa lanjut naik kereta, turun di stasiun, baru ke tujuan selanjutnya. Oh yaa kalau di kereta bandara apa boleh bawa makanan/ minuman dari luar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jujur karena sudah makan di pesawat, aku tidak memperhatikan apa boleh membawa makanan/minuman dari luar. Mungkin boleh, dimakan di dalam jg bisa sepertinya, asal gak bikin kotor yang berlebihan.

      Hapus
  3. untungnya sekarang semua fasilitas emang sudah sangat menunjang, termasuk dengan kursi roda dan orang tua. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada staf bandara. Mereka akan dengan senang hati membantu dengan apa pun yang dibutuhkan, mulai dari membawa kursi roda hingga mengantar ke gerbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dan kebetulan sedang tidak terlalu ramai dengan penumpang lain. Karena tidak semua orang memilih moda transportasi yang satu ini. Jadi berterima kasih banget mereka berkenan bantu

      Hapus
  4. Alhamdulillah, sekarang infrastruktur sudah banyak menunjang dan juga terintegrasi ya mbak. Sehingga membawa orang tua yang menggunakan kursi roda pun memungkinkan, meskipun tentu ada tantangan-tantangannya.
    Tak apa, selama para petugas sigap dan siap membantu. Moga sehat selalu untuk sang Ibundanya ya mbaak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, terima kasih untuk doanya. Semoga masih diberikan kesempatan untuk traveling bareng ibu, jadi bisa sharing2 kehebohan perjalanan kami berdua. Memang terima kasih banget bagi para petugas untuk kesigapannya.

      Hapus
  5. Menjadi sebuah tantangan tersendiri saat mengajak mama yang pakai kursi roda naik kereta bandara. Alhamdulillah petugas disana sat-set dan cekatan dalam membantu ya mba. Jadi memang lebih mudah dan terbantu. Setidaknya sudah mendapatkan pengalaman secara langsung dan berkesan diingatan. Fasilitas saat ini sudah mumpuni juga buat orangtua dan pengguna kursi roda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan banget, tapi memang harus dijalani. Makanya suka khawatir juga sih kalau pergi dengan moda transportasi apa aja ke tempat yang belum pernah didatangi. Thanks banget buat kesigapan para petugas2 di sana.

      Hapus
  6. Senangnya bepergian bersama orang tua, meskipun aku tau itu juga gak mudah. butuh effort yang cukup. Untung ada petugas yang siap sedia membantu, jadi bisa meringankan sedikit tugas kita apalagi kalau baru pertama kali menggunakan jasa kereta api di daerah tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kesigapan petugas memang saya perlukan banget terutama kalau berpergian di tempat yang baru. Suka khawatir nanti tidak ada jalur kursi roda atau restroom khusus bagi pengguna kursi roda. Memang bersyukur banget.

      Hapus
  7. Masyaallah, ternyata gak mudah ya kak, perlu stok tenaga dan hati yg tetap tenang ngadepin segala situasi di lapangan saat itu. Tapi cerita kakak ini pasti jadi insight baru untuk orang yg akan kesana, terimakasih banyak

    BalasHapus
  8. seneng kalau melihat transportasi umum seperti kereta bandara ini terlihat bersih dan bikin nyaman penumpang
    dan melihat petugas di bandara yang siap sedia membantu penumpang jika menemui kesulitan, sigap banget mereka. penumpang jadi terbantu juga
    kalau kita pergi bersama ortu, kita berusaha memberikan kenyamanan yang maksimal ya, beruntung petugas petugasnya gercep bantuin

    BalasHapus
  9. Kalo utk petugas2 gini, kita boleh kasih tips, memang harus kasih, atau ga boleh samasekali?

    Aku aja blm pernah ngerasain naik KA bandara yg di Medan ini mbaa 😅. Suami yg udah. Pertama memang Krn ada kluarga yg jemput, kedua aku ga tau jalan Medan. Ntr sampe stasiun Medan puyeng lagi hahahahah

    BalasHapus
  10. Wah, emang tantangan bepergian dengan orang tua naik kendaraan umum ya mbak
    Tapi sekarang transportasi bandara sudah terintegrasi dengan adanya kereta seperti ini ya mbak

    BalasHapus
  11. Memang tantangan tersendiri ya membawa ortu dengan kursi roda keren juga Stasiun Medan cepat tanggap petugasnya untuk membantu

    BalasHapus
  12. Wah, hebat nih Kak Ria. Aku masih belom bisa deh bawa orang tua ke mana-mana cuma berdua gitu. Pasti butuh satu orang lagi, cowok. Mungkin iya ya, butuh nekad dan niat yang kuat. Kayaknya aku kudu mulai belajar. Hehehehe. Btw, Kualanamu bandara yang bagus ya. Gaj hanya fasilitasnya yang lengkap, petugasnya juga sigap dalam menolong.

    BalasHapus
  13. Baguslah di sana naik kerera pembayarannya sudah metode cashless dan bisa online juga ya. Kalau di tempat saya masih harus cash dan perlu ngantri pula. Eh tapi bagusnya juga ada fasilitas seperti toilet untuk disabilitas termasuk kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, dll. Cuma memang tantangan banget ya kalau bepergian dengan orang tua sambil membawa kursi roda

    BalasHapus
  14. Kereta dari bandara ini ngebantu banget yaa..
    Karena bisa langsung ke kota dengan harga yang terjangkau. Namun tetap pembangunan infrastruktur apapun, harusnya ada uji kelayakan untuk pengunjung dengan kursi roda.

    Semoga badara Kertajati ada feedernya gini juga nih..
    Biar ga naik bis, huhuhu..

    BalasHapus

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.