Saya buat daftar singkatnya dulu ya. Postingan ini dibuat dalam rangka jalan-jalan menjelang tutup tahun 2024 lalu :
Hotel Ibis Surabaya City Center
Fork Kedai Kopi 24 Jam di Surabaya
Happy New Year 2025 - Surabaya Trip
Seperti biasa, jalan-jalannya sudah hampir setahun eh tapi baru berkesempatan menulisnya sekarang. Jadi, saya kalau jalan-jalan itu memang bisa dibilang malas mencari tahu dekat hotel itu ada apa saja sih? Ketika hendak membeli makan saat menginap di hotel Ibis dan menemukan tempat ini, be lyke...eh, kok tempatnya menggemaskan sekali (buat saya). Tempatnya berdampingan dengan restoran yang sepertinya sudah diketahui banget sama para warlok. Saya tertarik ingin mendatangi bareng ibu, tapi aman kah untuk lansia dan pengguna kursi roda?
Jadi saya menghubungi mereka lewat WA dan mereka menyatakan kalau ada jalur untuk pengguna kursi roda dari restoran Bon Cafe. Restroom nantinya juga bisa menggunakan yang tersedia di restoran Bon Cafe. Rupanya Le Cafe Gourmand dan Bon Cafe masih dalam satu manajemen yang sama. Ok, aman deh ini.
Mulanya saya datang sendiri untuk mencoba es krim-nya enak gak yaaa...? Sekalian memantau ruangannya seperti apa, bisa kah untuk pengguna kursi roda lalu lalang? Dan ternyata aman lah, memang terbatas sih. Tapi masih memungkinkan.
Bersama ibu dan teman, kami mampir buat ngopi pagi di sini. Tempatnya satu area dengan Bon Cafe (masih satu group). Mengikuti petunjuk adminnya, kami masuk dari restoran Bon Cafe. Karena ibu saya masih bisa jalan, jadi bisa masuk ke dalam. Kami pesan :
Rambelje’s coffee (espresso dengan lemon & kayu manis) - recommended. Espresso dengan lemon itu membuat rasa pahit dengan asam yang menyegarkan, pasti suka deh.
Hot chocolate
Hot espresso
2 scoops (double chocolate & rum raisin) ice cream, saya pilih topping ginger cookies.
Kok bisa ya Le Cafe Gourmand ini memberikan suasana yang nyaman dan santai, seolah kita lagi berada di rumah? Jelas, interiornya punya peran penting agar suasananya bisa se-homey itu:
1. Dominasi Unsur Kayu dan Kehangatan Warna
- Penggunaan Material Alami: Kalau kita baca ulasan di Google Maps, disebutkan dominasi unsur kayu pada interiornya. Banyak ulasan menyebutkan dominasi unsur kayu pada interiornya (meja, kursi, lantai, atau dekorasi). Kayu memberikan kesan hangat, alami, dan akrab, yang mengingatkan pada desain rumah tangga klasik.
- Pencahayaan Hangat: Cafe dengan nuansa seperti di rumah cenderung menggunakan pencahayaan kuning atau warm light yang lembut. Jadi suasananya jauh lebih menenangkan dan intim dibandingkan pencahayaan putih terang.
- Konsep
Cozy dan Minimalis: Walau minimalis, tapi dengan adanya sofa yang memberikan kesan santai, langsung membuat kita merasakan lagi di rumah dan suasana yang tidak kaku atau formal.
- Area
Duduk untuk Mengobrol Lama: Saya sarankan langsung deh duduk di sofa yang ada di pojok depan. Kalau sudah nempel di sofa rasanya ingin ngobrol lebih lama dari biasanya.
Pelayanannya di sini juga sangat ramah. Saat saya datang bareng ibu dan teman, wah AC-nya dingin banget. Mereka mematikan satu AC karena kami meminta tolong untuk dikecilkan. Menggigil banget loh di dalam. Jadi tambah betah deh berlama-lama.
Jujurly, saya tidak menolak sih balik lagi ke sini jika suatu saat bisa balik ke Surabaya. Karena tempatnya memang se-homey itu loh.






Ih seandainya ini di JKT, aku bakal ajak temen Malaysia ku ngopi di sini pas mereka DTG 😄. Memang cozy bangettttt mba. Itulah kenapa aku sukaaa design ruangan yg didominasi kayu. Krn memang kasih aura honey dan hangat 👍👍
BalasHapusIya, di sini tuh langsung berasa nyaman gitu loh. Dan tempatnya juga gak terlalu besar, jadi malah nambah aura homey.
Hapus