Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Jumat, 19 Desember 2025

Restoran BonCafe - Surabaya Trip 2025



Sudah tertarik ke sini sejak ke Surabaya pada bulan Agustus tahun 2024 lalu. Tapi masih maju mundur mau ke sini karena ya untuk masuk ke sini perlu usaha buat lansia. Tapi akhirnya di awal tahun 2025, kami memutuskan mampir untuk makan siang. 

Saya buat daftar singkatnya dulu ya. Postingan ini dibuat dalam rangka jalan-jalan menjelang tutup tahun 2024 lalu :

Diskon Tiket KAI UNTUK LANSIA

Hotel Ibis Surabaya City Center

Fork Kedai Kopi 24 Jam di Surabaya

Happy New Year 2025 - Surabaya Trip

Le Cafe Gourmand Surabaya

Hotel Harris Surabaya

Dining Club Surabaya





Pas masuk, ruangannya luas juga. Awalnya kepingin duduk di bagian depan yang dekat meja kasir. Karena bisa melihat-lihat di luar dan tetap dapat suasana restoran steak yang sudah legendaris di Surabaya ini. 





Apanya nih yang membuat restoran ini paling ikonik? Selain tentunya menu utamanya yaitu steak dengan ciri khas saus yang kental dengan memadukan rasa manis, gurih dan berbumbu. Yang menjadi ciri mereka juga dengan mempertahankan suasana klasik tempo dulu. Kebayang sih ya, kalau misalnya saya tinggal di sana dari kecil dan diajak ke restoran ini sama orangtua. Lalu datang lagi pas usia dewasa bareng keluarga sendiri, wah pasti rasanya seperti kembali ke masa lampau. Dan bersiap membagikan kenangan itu pada generasi berikutnya.  






Wow, ternyata beda-beda tipis sama usia saya nih. BonCafe berdiri sejak tahun 28 Februari 1977 yang berawal dari sebuah kafe kecil. Pendirinya adalah Bapak Sugita dan Ibu Evelina Natadihardja yang lebih akrab dipanggil dengan Opa dan Ima SugitaAwalnya hanya menyajikan snack dan es krim. Asal namanya berasal dari bahasa Perancis. Bon yang artinya baik; dengan harapan menjadi tempat yang baik untuk menciptakan kenangan manis dengan keluarga dan orang-orang terkasih.


Transisi ke Menu Steak

Seiring berjalannya waktu, Opa dan Oma Sugita ingin mengembangkan bisnis mereka dengan menyajikan "menu berat" agar pengunjung bisa makan siang atau makan malam di sana. Mereka memilih makanan khas Eropa yaitu steak sebagai menu utama. Mereka menyadari bahwa lidah masyarakat Surabaya saat itu mungkin belum terbiasa dengan saus steak ala Barat yang otentik, mereka meracik ulang sausnya menjadi lebih manis, gurih, dan berbumbu agar cocok dengan selera lokal.

Meskipun tidak ada tanggal pasti kapan menu steak pertama kali diluncurkan, perubahan ini terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun awal sejak pendiriannya di akhir era 70-an hingga awal 80-an, seiring dengan meningkatnya popularitas mereka sebagai tempat makan keluarga.






PESANAN KAMI

Ya, maaf ya karena sudah hampir setahun berlalu jadi sudah lupa banget deh sama nama-namanya. Tapi ada dua yang menjadi menu utama yaitu: 



Macaroni Schotel

Penampakannya kalau dilihat sepintas seperti nasi goreng. Tapi ini beneran macaroni yang kalau resep klasiknya sudah dicampur dengan keju, susu, telur dan daging. Ada taburan smokef beef dan keju pula di hidangan yang satu ini.

 

Spring Chicken

Steak ayam muda yang Dibakar dengan brandy, jadi menambah daya tarik kami. Alkohol dalam brandy akan menguap saat dibakar atau dimasak akan memberikan kita yang mencicipi makanan untuk merasakan hangat dan sedikit pedas. Aroma caramel akan muncuk dari proses pembakaran pada ayam. Pilihan menggunakan ayam muda karena dagingnya yang lembut dan ada rasa gurih, jadi pas untuk menyerap rasa brandi dan bumbu lainnya, 








Appetizer, beverage and dessert

Kami dapat complimentary bread untuk pembuka, lalu pesan teh dan puding untuk makanan penutup. Puding karamel ini juga termasuk hidangan klasik yang direkomendasikan untuk dicoba loh.





MENU ANDALAN BONCAFE

Karena termasuk restoran yang sudah legendaris, tentunya ada menu yang menjadi andalan di BonCafe:

Menu steak :

Tenderloin Steak: Potongan dagingnya empuk dengan siraman saus cokelat khas BonCafe yang kental. Tersedia pilihan *original* maupun *spicy*.

Ox Tongue Steak (Steak Lidah): Teksturnya sangat lembut dan meresap dengan bumbunya.

Tornedo Steak: Daging sapi lulur dalam yang dililit dengan smoked beef, jadi ada aroma dan rasa gurih tambahan. 

Chicken Steak: Ini jadi pilihan bagi yang tidak konsumsi daging sapi dengan berbagai alasan. Saya kebetulan pesan juga yang ayam, empuk, apalagi ketika pakai saus yang rasa manis gurihnya dapet. 


Menu Non-Steak & Hidangan Pendamping

Spicy Fried Rice (Nasi Goreng Pedas): Kayaknya susah ya menolak menikmati nasi goreng pedas; sayang karena kami hanya berdua terpaksa sekip deh yang satu itu

White Fish Steak: Menggunakan ikan dori yang dipanggang atau digoreng kering dengan bumbu merah. Bumbu merah pada menu White Fish Steak di BonCafe memiliki cita rasa yang sangat khas yaitu dominan manis, sedikit asam segar, dan gurih, namun tidak pedas (meskipun warnanya merah terang).

Crispy Pastry Soup: Sup krim kental (biasanya isi ayam dan jagung) yang ditutup dengan lapisan pastry renyah di atas. 


Camilan Ikonik & Pencuci Mulut

Complimentary Bread: Setiap memesan menu utama, bakal mendapatkan roti bun yang sangat lembut dan wangi butter.

Es Puter Betawi: Pencuci mulut paling favorit. Es puter tradisional dengan isian tape, mutiara, roti, dan kelapa muda.

Pudding Vla: Menu klasik yang simpel namun selalu dicari sebagai hidangan penutup yang menyegarkan.



RESTORAN KELUARGA

Pelayanannya ramah banget sejak kami masuk hingga diarahkan menuju tempat duduk. Kami dipilihkan area yang dekat dengan restroom. Jadi ibu saya tidak perlu berjalan terlalu jauh jika perlu ke sana. Tentunya karena area restroom ada di belakang, maka tempat duduk kami jauh dari pintu masuk. 

Jika kalian tinggal di Surabaya dan berencana balik lagi, maka bisa mendaftar jadi anggota. Tentunya agar ke depannya kalian bisa mendapatkan point dari pembelian dan bisa mendapatkan info penawaran yang menarik. 


LOKASI: 


2 komentar:

  1. Macaroni schotel nyaaa, ya Allah, menggoda gitu yaaa 😍😍😍🤤🤤🤤. Mana malam2 bacanya hahahah.

    Aku suka liat bentuknya mba, kliatan moist, bukan jenis schotel yg kering. 👍😄.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha, nanti kalau ke Surabaya langsung mampir aja ke sini. Konsepnya kan restoran keluarga, seharusnya sih bisa lah memenuhi selera semua anggota keluarga :)

      Hapus

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.