Kamis, 15 Juni 2017

#jalanjalanbabel part 5 Day 1

Pemandangan dari jendela pesawat

Akhirnya acara jalan-jalan ke Bangka dan Belitung terlaksana pada tanggal 10 Mei lalu. Saya akan membaginya dalam beberapa bagian (biasa gak mau rugi) postingan. Kali ini sebagian cerita pada hari pertama keberangkatan kami ke Belitung.

Mengapa ke Belitung dulu dan bukannya Bangka? Hal ini dikarenakan jadwal penerbangan dari Belitung menuju Jakarta atau ke tujuan lainnya terbatas jumlahnya. Atasan saya awalnya mengusulkan untuk pulang ke Jakarta hari Minggu pagi. Tapi ya wadoh, Senin kan sudah langsung masuk lagi dan maunya ada 1 hari istirahat di rumah. Dan karena jadwal penerbangan dari Bangka lebih banyak pilihan, akhirnya Bangka menjadi tujuan akhir.



Sekitar area tunggu Terminal 3 SoeTta

Namanya juga pergi dengan boss jadi kami para pegawai beruntung bisa merasakan naik Garuda dan untuk pertama kalinya saya melihat Terminal 3 SoeTta. Iya, ledekin saja saya norak tapi memang saya wowowowow banget melihat terminal yang satu ini. Saya sampai bertanya, bagaimana kalau membawa mama yang kayaknya tidak mungkin deh bisa jalan sejauh ini. Karena memang dari depan saja ke tempat check in lalu ke ruang tunggu itu luar biasa (JAUH) sekali perjalanannya. Ternyata saya bisa meminta disediakan kursi roda saat memesan tiket. Ya, kali saya dapat rejeki suatu hari nanti dan bisa mengajak mama ke mana aja naik Garuda? AMIN aja dulu.


Makaaaan di pesawat Garuda

Anyway, sayangnya naik Garuda juga tidak jaminan keberangkatan tidak ditunda. Entah karena masalah cuaca buruk atau lainnya, ketika kami sudah di dalam pesawat ternyata tidak langsung berangkat. Penundaan lebih dari setengah jam sehingga saya sudah membayangkan pasti itinerary di Belitung bakal kacau alias akan ada beberapa tempat yang skip. Walau pesawat Garuda yang menuju ke Belitung ini lebih kecil dari biasanya, tapi kami teteup dapat makan duooong (karena itu penting bagi saya yang jam 3 pagi sudah berangkat ke airport).


Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung

Sesampainya di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung kami disambut oleh tour guide yang bernama Yopie. Ya, sepertinya jalan-jalan di Belitung ini rada susah kalau tanpa disertai tour guide. Mungkin bisa saja backpacking jika punya lebih banyak waktu, dan ya ini yang tidak kami miliki.

Bakmie Belitung

Air jeruk hangat


Kami diajak sarapan ke Hanggar 21 yang sepertinya restauran sekaligus penginapan. Untuk pertama kalinya saya mencoba yang namanya mie Belitung. Tapi saya kurang menyukai rasa mie Belitung di tempat ini. Yang agak mengecewakan kami tidak diajak untuk pergi ke Bakmi Atep yang katanya sih terkenal banget. Tapi air jeruk hangatnya enak banget hanya karena kami sudah harus cusss berangkat lagi jadinya saya malas menghabiskan. Foto lengkap bisa dilihat di sini ya teman-teman.


Kedai 1001 Kopi
Perjalanan berikutnya kami menuju Vihara Dewi Kwan Im dan Kampung Ahok yang akan saya ulas sendiri nanti. Karena kami akan makan siang (sekaligus sore) di pulau Leebong maka kami diajak mampir ke Kedai 1001 Kopi. Konon ada banyak kedai kopi di area Manggar Belitung. Di kedai ini awalnya kami hanya ngopi lalu ujung-ujungnya pesan apa teman-teman?


Bakmi dan kopi Manggar
Yak, bakmi instan yang tidak boleh saya sebut merek-nya nanti dikira postingan titipan. Lalu ada yang pesan bubur Jawa dan pisang goreng coklat. Jujur saja, dari segi makanan dan juga kopi buat saya tidak terlalu istimewa. Kalau bakmi instan, ya namanya saja orang Indonesia jarang ya gak doyan makan mie instan. Apalagi ditambah dengan bakso ikan yang yummy. Foto lengkap bisa dilihat di sini saja ya. Ohya tempat ini menyediakan wifi bagi yang ingin update di media sosial. Asal tahu saja ada beberapa provider telekomunikasi yang gagal maning di area ini.


Yuk update status di IG :) 

Barulah setelah ke sana kami menuju pulau Leebong yang juga nanti saya ulas tersendiri. Dan pulang dari pulau Leebong itu kami langsung menuju tempat makan berikut untuk makan malam. Catet, begitu sampai kami tidak mampir ke hotel dulu tapi langsung menuju tempat wisata. Jadi pastikan baju dan segala perlengkapan perang yang ingin digunakan diletakkan di ransel atau tas kamu. Males khan bongkar-bongkar koper (jika membawa satu lemari untuk photo session) pas di tengah perjalanan. Untuk makan malam sebelum kami istirahat di hotel BW SUITE BELITUNG kami dibawa ke restoran Ratu Rasa Seafood. Jujur saya katakan, dari segi masakan tidak ada yang istimewa. Foto lengkap bisa dilihat di album ini.

Crab oh crab

Walau masakan tidak istimewa TAPIII, ini fresh seafood boooo... Mencari seafood segar di Jakarta itu rada-rada susah dan kalaupun ada pastinya saya males ke tempatnya karena jauh. Kepitingnya enak, cuminya apalagi :) Kalau ikan gurame yah okeh lah, considering is not seafood. Suasana restoran biasa saja, tidak ada dress code untuk pengunjung. Karena ini sepertinya restoran keluarga. Tapi tenang saja. Jarak antara meja satu dengan yang lainnya jauh kok. Jadi tidak akan mengganggu satu sama lain.

Saya memutuskan tidak kemana-mana begitu sampai di hotel karena harus mengemas barang-barang yang ingin dibawa untuk perjalanan hari kedua. Sampai jumpa di cerita berikutnya ya.

Susunan trip perjalanan sebelumnya bisa cusss dilihat di sini :

Kuliner Bangka hari kedua
Kuliner Bangka hari pertama
Hotel Novotel Bangka
Hari terakhir di Belitung
Kuliner di Belitung
Ahok Village
Laskar Pelangi dan Suvenir Belitung
Pulau-pulau Belitung day 2
Temple of Kwan-Im Goddess
BW Suite Belitung
Batik Cap Bangka


7 komentar:

  1. lucu banget alas makan mie belitungnya. pake daun apa itu mba?

    BalasHapus
  2. Warbiasa mb ri kombinasi kopie dan indomie ala warkop heuuuu
    Itu tumben ya sekarang naek pesawat antar pulau makannya roti
    Kok perasaan dulu aku pernah kemana gitu tapi menunya nasi, apa ke makassar ya lupa hahhaha
    Klo aku kebalikan dengan dikau mb, atu postingan takjembrengin ampe panjang ampe pulang soalnya anaknya suka lupaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahah, kl agak jauhan baru dikasih nasi kayaknya. atau kl pas jam makan siang. Udah sukur dapatlah... Keseringan naik pesawat yg gak dpt makan soale.
      Aku puyeng dek kl nulis lgsg semua jadi satu... bacanya puyeng juga :)))))

      Hapus
  3. Duh bener kopi dan mie nya bikin mau. :D
    Babel itu daerah yg keren yah pariswisatanya, baik tempat dan juga kulinernya

    BalasHapus
  4. Aduh kepitingnya bikin ngileeerr :D
    Seafood khas daerah kepulauan emang rsanya lbh manteb kyknya ya mbak? :D

    BalasHapus
  5. Pas ke belitung outing kantor dulu, aku jg stayednya di bw suites. Waah kamu sekalian k bangka ya mba. Aku cm belitung doang krn wktunya weekend thok. Pgn ih k bangka. Denger2 makanannya lbh enak :D

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

My Blog On Your Phone

My Blog On Your Phone
Download RiaTheChocolicious di PlayStore

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Flag Counter

Flag Counter