Rayap Musuh Dalam Selimut:
Kenalan Sama Rayap
Mirip dengan semut, koloni rayap ini terbagi dalam beberapa
kasta yang punya tugas masing-masing sebagai berikut:
- Ratu dan Raja: Kasta tertinggi dan bertugas untuk reproduksi. Ratu rayap malah bisa hidup selama puluhan tahun dan menghasilkan ribuan telur setiap hari.
- Pekerja:
Yang satu ini jumlahnya paling banyak dan bertugas mencari makanan serta
membangun sarang. Para pekerja ini yang selulosa hunting (bukan café hopping
ya) dan yang bertanggung jawab atas kerusakan di rumah. Karena mereka yang
memakannya. Apa itu selulosa, akan dijelaskan di bagian berikutnya.
- Prajurit:
Setiap koloni pasti punya pasukan pelindung. Kasta prajurit ini punya
rahang besar untuk melindungi koloni dari ancaman, terutama dari serangan
semut.
- Laron
(Alates): Rayap reproduktif bersayap yang keluar dari sarang untuk
mencari pasangan dan membangun koloni baru. Jadi ketika melihat laron
beredar di dekat lampu rumah, bukan karena mereka pecinta lampu. Atau
tanda bahwa hujan akan segera turun. Mereka adalah alarm awal bagi kita
bahwa koloni rayap tengah berkembang biak.
Jenis Rayap yang Sering Menyerang Rumah
Secara umum, ada dua jenis utama yang sering menjadi masalah di lingkungan hunian:
- Rayap
Tanah (Subterranean Termites): Jenis rayap yang satu ini hidup di
bawah tanah karena membutuhkan kelembapan yang tinggi. Mereka membangun
"terowongan lumpur" di dinding untuk mencapai sumber kayu tanpa
terpapar udara kering. Rayap yang ini adalah jenis yang paling
menghancurkan.
- Rayap
Kayu Kering (Drywood Termites): Berbeda dengan rayap tanah, mereka
tidak butuh kontak dengan tanah dan bisa tinggal di dalam furnitur atau
struktur atap yang kering. Tanda keberadaan mereka biasanya adalah butiran
kecil (kotoran) yang mirip pasir di bawah furnitur. Sering merasa heran
kok banyak pasir? Bisa jadi, mereka sudah mulai bersarang.
Mengapa Rayap Menyerang Rumah Kita? SIMAK!
Yang juga jadi incaran utama kasta pekerja dari koloni rayap adalah SELULOSA. Apalagi itu? Nah, selulosa adalah senyawa organic yang ditemukan pada kayu, kertas, karton. Sounds familiar bagi kita-kita yang hobi menyimpan barang bertahun-tahun padahal tidak terpakai?
Ternyata hobi menyimpan barang seperti kertas, kardus dari pembelian barang online ataupun offline, peralatan rumah dari kayu akan membuat area penyimpanan menjadi lembab. Wajar, karena biasanya akan disimpan di gudang, dan makin lama makin menumpuk. Kita pun jarang membuka gudang kecuali untuk menumpuk barang lain. Sehingga ruangan tersebut jadi lembab dan pergantian udaranya pun tidak baik.
Jangan lupa kalau barang-barang seperti kertas apalagi perabotan kayu mengandung selulosa. Dan selulosa ini adalah makanan bagi rayap. Mereka akan bersarang di tempat-tempat tersembunyi yang semakin sulit kita perhatikan karena tumpukan barang tersebut. Pada saat kita memanggil tenaga profesional, mereka pun akan kesulitan melakukan penanganan yang tepat.
Tanda-tanda Rayap Telah Berkembang Biak Tapi Sering Terabaikan
Rayap mulai berkembang biak di area yang luput dari
penglihatan kita. Nah, hal-hal seperti ini nih yang biasanya jarng kita
perhatikan:
- Terowongan
Lumpur: Jalur kecil menyerupai tanah yang menempel di tembok atau
fondasi.
- Kayu
yang Berbunyi Kopong: Ketika terliaht lobang-lobang kecil pada
perabotan kayu atau kusen rumah; coba deh diketok. Pasti seperti kosong
atau malah langsung rontok karena sudah rapuh. Tandanya, rayap sudah
menghabiskan bagian dalamnya.
- Kehadiran
Laron: Awalnya kita kurang paham, kenapa sih suka ada laron? Mereka
berputar-putar mengelilingi lampu lalu mati satu persatu. Kita jadi repot
menyapu bangkai mereka dan juga jadi alarm. Ini tandanya, rayap telah
mulai bersarang di rumah.
Pencegahan Adalah Kunci
Mengusir rayap yang sudah berkembang biak di dalam rumah pastinya jauh lebih sulit dan mahal daripada
mencegahnya. Kita bisa mencoba beberapa hal untuk pencegahan, antara lain:
- Kurangi
Kelembapan: Perbaiki pipa yang bocor dan pastikan ventilasi yang baik di rumah. Tumpukan kertas tidak
terpakai pun bikin lembab. Sebaiknya langsung disingkirkan dan tidak perlu
dikoleksi lagi.
- Hindari
Kontak Kayu dengan Tanah: Pastikan memberikan jarak antara kayu dari
bangunan dengan tanah. Berikan penghalang, misalnya dengan menggunakan
semen.
- Inspeksi Rutin: Cek area gudang, bawah tangga, dan plafon secara berkala, setidaknya enam bulan sekali. Ada kardus bekas belanja online menumpuk, langsung bereskan dan buang. Atau diuangkan di penampungan barang bekas.










Jadi, laron itu dari rayap mbak?
BalasHapusRumahku nih, mbak, lembap banget. Pantes perabot kayu jadi gampang lapuk
betul! Aku juga baru tahu loh... apalagi ibu bilangnya; oh ada laron. Pertanda mau ujan. Iya, ujan rayap :(
HapusPr banget nih rayap, kusen di rumah juga bolong-bolong gara-gara rayap
BalasHapusiya, aku mengakui sering missed memeriksa nih, ketauannya pas udah telat
HapusYuuppppsss cukup melelahkan urusan sama rayap dan akhirnya ganti semua kuda2 n kusen rumah deehhh
BalasHapusiyaaa, jadi nguras dompet banget kalau missed kehadiran mereka dan tau2 udah pd rusak aja
Hapus