Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Kamis, 02 April 2026

JALAN DAN KULINERAN DI BLOK M


Little Salt Bread di Blok M

Entah kenapa ya Blok M selalu punya cara untuk bikin kita-kita selalu kembali. Dulu, jaman saya masih muda (wih, kapan ya itu? Lama banget pastinya) ke sini bareng teman-teman sekolah. Buat apa? Cari foto studio yang affordable buat anak SMA dan selalu senang setelah melihat hasil fotonya. 

Dan sekarang, setelah puluhan tahun berlalu, saya melihat Blok M yang berbeda. Dulu tempat saya dan teman-teman kantor mencari baju terbaru, tas yang sedang nge-trend atau tepatnya bajakan tas bermerk. Namun sekarang, saya datang untuk mencari tempat nongkrong bareng teman dan jalan-jalan menghabiskan waktu saja sendiri. Saya pernah menghabiskan waktu dua jam hanya untuk sekadar membeli kue dan melihat-lihat suasana di sana. Thanks God juga ada MRT yang memungkinkan saya bolak balik dari Jakarta Pusat ke Jakarta Selatan dalam hitungan menit. Sesuatu yang tak akan terpikirkan beberapa dekade sebelumnya. 



Nah, karena ada banyak tempat yang tutup lalu ada juga tempat yang baru dan istilahnya nge-hype di kalangan gen Z, saya salut sama mereka yang kepikiran untuk membuka tur jalan dan kulineran di sekitaran Blok M. Yah, sebenarnya area ini tidak gede-gede amat, tapi ketika cuaca sedang panas dan membuat baterai kita menurun. maka ada yang jadi tour guide akan sangat menolong. Jadi kita tidak sekadar muter-muter areanya dan masih juga tidak menemukan tempat nongkrong yang sesuai selera. 

Ohya, menurut pendapat pribadi saya,  jalan-jalan di Blok M kurang cocok bagi para pengguna kursi roda. Ada sih beberapa area yang bisa dilalui tapi kalau cuaca sedang tidak menentu seperti sebentar panas sebentar hujan, saya tetap lebih menyarankan untuk langsung ke Blok M Mall saja deh.


BLOK M:



Dekat Stasiun MRT

Tidak jauh dari stasiun MRT, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi baik untuk kulineran atau sekedar foto-foto dan meminjam buku: 




TAMAN LITERASI

Selain spot buat foto-foto keceh dan tempat nongkrong, ada perpustakaan, dan pastinya tempat berkumpul para pengunjung.

Fasilitas umum di taman ini pun tersedia bagi para pengunjung. Jadi, tidak perlu jauh-jauh mencari atau balik ke Stasiun MRT yang sudah pasti tersedia fasum.




EM GELATO

Menyeberang dari area Taman Literasi, sudah ada sederetan tempat nongkrong dan makan. Saya belum mengunjungi semuanya sih, tapi saya sudah beberapa kali ke sini karena ya memang suka gelato juga sih. 

Tempat duduk: tidak nyaman buat berlama-lama, tapi Instagramable. Get your ice cream, sit for a while and then off to the next spot. 






TOKO KOPI TUKU

Siapa nih yang belum kenal sama Toko Kopi Tuku? Kopsus Tetangga sama Mocha biasanya yang paling sering saya pesan.

Minusnya adalah semua kedai mereka kurang cocok buat bawa lansia dan juga pengguna kursi roda. Ada beberapa yang areanya lebih luas. Tapi lebih banyak yang sempit seperti di Blok M ini. Biasanya pengunjung akan beli dan langsung cabut ke tempat lain, karena terlalu sempit untuk berlama-lama di dalam. Foto saya ambil di tahun 2021 ketika masih ada pembatasan dikarenakan COVID. 





Little Tokyo

Mengapa disebut Little Tokyo? Karena sekitar tahun 1980-an ketika investasi manufaktur dan otomotif Jepang meningkat, maka para ekspatriat dari Jepang pun mulai berdatangan. Dan mereka memilih area Blok M sebagai tempat berkumpul dan hiburan.

Jadi, tidak heran ada banyak restoran yang mengusung aura otentik Jepang banget. Seperti adanya tulisan Jepang di restoran mereka hingga menunya juga loh. 




SUSHI KAWANA

Menurut teman saya, restoran ini termasuk legendaris, otentik dan terkenal dengan sushi mereka. Tidak perlu repot-repot mencari akun media sosial; karena mereka tidak memilikinya. 




Pengguna kursi roda dan lansia tidak cocok diajak ke sini, karena begitu melewati pintu masuk, kami langsung ke area makan indoor di lantai 2. Ada beberapa bilik dan tempat makan dekat sushi bar. Kami berdua memilih duduk di situ karena lumayan mojok. 


Ketutup banget ruangannya, dan karena ke sana pas tahun 2021 saat pandemi, jadi lumayan deg-degan juga. 



ANBAI 

Ke sini karena variasi menunya banyak mulai dari ramen hingga sushi. Menunya bisa dilihat di luar juga, jadi bisa memilih mau yang mana sebelum memutuskan untuk masuk. 


Apakah bisa membawa lansia dan pengguna kursi roda? Kalau lansia masih bisa berjalan sendiri, saya rasa tidak ada masalah sih. Tapi untuk pengguna kursi roda, sepertinya tidak bisa. Kalau saya tidak salah ingat, ada anak tangga sebelum bisa masuk ke restoran. Dan di dalam itu suasananya remang-remang serta area jalan yang tidak terlalu besar. Jadi, kalau kursi rodanya besar ya rada ribet. 




FUJIYAMA 55 RAMEN

Kedai pork ramen yang satu ini baru saja buka sekitaran bulan February 2026, jadi masih gress banget ketika saya sama teman ke sana. Tempatnya sendiri tidak terlalu besar, ada restroom dan open kitchen. Saya sama teman sama-sama pesan iced ocha dan tonkotsu ramen, kuahnya gurih banget, creamy dan kental. Totalnya berdua abis IDR 235.620,-

Sayangnya ke sini pun harus melewati beberapa anak tangga sebelum masuk ke area semi outdoor dan indoor. Jadi, tidak ramah bagi pengguna kursi roda.




Little Salt Bread Blok M

Antri Terosss 

Tempat yang viral tentu saja bakal ramai terus tak henti antriannya. Bahkan setelah beberapa waktu. Ada beberapa tempat yang sempat ramai pas baru buka, lalu akhirnya senyap kemudian pindah lokasi atau malah tutup. Kebetulan tiga tempat ini dalam pengamatan saya antriannya masih panjang hingga sekarang. 



LITTLE SALT BREAD

Sesuai namanya, toko ini khusus menjual salt bread atau shio pan ala Korea. Yang original rasanya gurih dari mentega dan sea salt. Tentunya ada varian lain dengan rasa keju, coklat, dengan harga bervariasi. Mulai dari belasan ribu hingga dua puluhan ribu Rupiah. Di tempat yang sama dijual juga minuman, buat yang udah capek antri agar sekalian nongkrong. 

Loh, ada tempat duduknya? Ada dalam toko roti dan juga di luar, tapi jumlahnya tidak banyak. Dan di sini konsepnya open kitchen, jadi pengunjung bisa melihat juga proses pembuatannya. 




Seingat saya ketika mereka baru buka, jam operasionalnya lumayan sore. Jadi, ya tidak heran antriannya panjang karena sekalian menunggu tempat rotinya buka. Tapi sekarang mereka buka dari jam 10 pagi dan antriannya pun tetap panjang juga. 




OO DONAT

Konon, toko donat ini masih satu manajemen dengan Little Salt Bread. Konsepnya sama, open kitchen sehingga pengunjung bisa melihat langsung. Di sini area tempat duduknya lebih sedikit lagi. Jadi memang konsepnya takeaway.

Salah satu box berisi donat OO. 


Saya termasuk "Korban FOMO" yang rela antri 2 jam dan hanya dapat seadanya. Loh, kok bisa? Iya, karena banyak yang borong dalam jumlah banyak. Jadi, begitu bisa pesan, saya tinggal dapat sisa-sisanya saja yang kebetulan bukan varian yang disukai. Apakah akan balik lagi? TENTU TIDAK. Buat saya, rasanya tidak setimpal dengan durasi mengantri. 




ARTIRASA

Yang ini mohon maaf saya tidak punya lagi foto-fotonya. Produk mereka adalah cheese tart dan jualannya unik. Jadi, kita pesan mau cheese tart varian yang mana dari layar anjungan mandiri yang tersedia. Setelah memesan, pembayaran langsung dilakukan secara cashless. Kue pesanan, akan muncul sesuai nomor antrian yang diterima saat pembayaran telah dilakukan. 





Untuk cabang Blok M, hanya ada sedikit tempat duduk. Sementara untuk cabang Grand Indonesia, ada tempat duduk walau tidak banyak. Cara pembeliannya pun sama, ada anjungan mandirinya dan pembeli langsung memesan serta melakukan pembayaran. Antrian yang di BLOK M selalu saja panjang walau lagi panas terik dan hujan. Menariknya, disediakan payung bagi calon pembeli. Eh, tapi jangan sampai dibawa pulang ya gaesss. 




Melawai

Malas jalan kaki di saat cuaca tengah terik atau khawatir hujan turun dengan tiba-tiba? Maka sepanjang jalan Melawai ini yang paling cocok buat kalian. Tempat makan dan nongkrong berderetan, dan kita tinggal masuk ke dalam Pasaraya.



BUTTER BABY

Dessert shop from another dimension Butterlandia has landed here in Jakarta. Created and owned by Nick and Henry Burch. Begitu masuk tempatnya, langsung disambut suasana seperti lagi menjelajah planet lain. Tapi isi planet lainnya itu dessert semua. Cocok buat para sweettooth kayak saya. Karena setelah sampai di sini tetap yang saya pesan adalah varian coklat. Padahal ada varian yang sempat bikin heboh yaitu varian opor ayam.


Ohya, flagship Butter Baby di Blok M ini adalah outlet mereka yang pertama loh! Dan di sini juga mereka menjual merchandise, biar Butter Baby lucu ini selalu ada sama kita. 



KAYA TIAM

Kopi Tiam yang tidak saja jadi tempat nongkrong untuk ngopi, tapi juga sekalian menikmati makanan seperti roti panggang dengan selai srikaya, bakmi goreng. Di sini labelnya No Pork, No Lard.


Ada tempat duduk di area indoor dan juga outdoor; tapi saya lebih menyarankan untuk duduk di dalam saja sih. Karena bisa sambil melihat kesibukan di dapur dalam menyiapkan makanan. 



HAP! By Roti Eneng

Roti Eneng adalah toko roti rumahan di Gandariasendiri awalnya beroperasi di Gandaria. Ada outletnya juga di Cikini, rotinya lembut banget teksturnya.

Kalau yang di Blok M ini, rotinya berukuran mini. Jadi memang sesuai dengan namanya. Bisa langsung hap ditelan masuk ke dalam mulut. 




BUSY CHEESE

Masih satu group dengan Little Salt Bread, tokonya pun berjejeran, yang satu ini menjual cheese cake yang teksturnya lembut serta kopi. 



Di sini juga konsepnya open kitchen yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses persiapannya. Kuenya dijual per slice, bisa langsung dinikmati dengan kopi atau minuman lainnya. Dan juga bisa langsung bawa pulang. 



MACK'S CREAMERY

Menurut situsnya, produk mereka tergolong sehat. Rendah karbo, low lactose, glutten free ice cream. Jadi kita tidak merasa bersalah atau berpikir, wah ini cheat day jadi tidak apalah menikmati yang manis-manis. 


Saya udah senang saja pas dapat satu cup besar kayak abis beli milk tea kekinian. Eh, taunya isinya ya sesuai permintaan. Beli satu scoop dan dapatnya tentu satu scoop. Es krim diletakkan dalam cup sesuai pesanan lalu didouble dengan gelas plastik lagi. 


VILLO GELATO & MAKE SOME ROOM

Villo Gelato menjual gelato dengan berbagai variasi rasa sementara di Make Some Room menjual dessert. 


Selain bersebelahan, ada akses untuk berpindah langsung dari Make Some Room ke Villo Gelato dan demikian juga sebaliknya. Atau misalnya kalian udah mager duduk di Make Some Room tapi masih kepingin gelato dari toko sebelah, bisa kok pesan dan makan di Make Some Room. 




Pasaraya

Sekitaran dan di dalam Pasaraya ada banyak pilihan tempat makan dan kedai kopi, cakes dan juga roti. Bahkan, kalau mau pilih-pilih parfum pun ada. 


DECEMBER COFFEE

Tempatnya tidak terlalu luas, tapi kalau pas dapat di bagian dalam, adem poll. Pengunjung dipersilahkan memilih tempat duduk lalu scan barcode yang ada di meja. Jadi kita bertapa dulu melihat ada menu apa saja dan menentukan pilihan. Bagusnya sih, agar tidak berlama-lama di kasir, sudah tahu mau apa dan langsung proses pembayaran. 


Saya pesan cheese cake dan coffee slush buat teman mengobrol sama teman. 



NOKE TENDON HOUSE

Sebenarnya tempat makan ini spesialisasinya ya tendon. Tapi ketika saya melihat buku menu, yang menarik mata saya malah ramen.

Jadi di sini, pengunjung juga sebaiknya cari tempat duduk dulu. Lalu informasikan nomor tempat duduknya pada kasir sekalian pas melakukan pemesanan. Area duduk ada di indoor dan semi outdoor. 


INERU

Salah satu alasan kenapa saya tidak memesan minuman di Noke Tendon House karena di sebelahnya persis ada kedai kopi INERU. Ada kopi, susu coklat dan juga matcha, tapi saya memilih yang iced chocolate saja. 

Tempatnya kecil, tersedia area indoor dan juga semi outdoor. Ohya, di sini juga tersedia pastry loh buat teman ngopi. 




KELYNE DELICE

Bisa dibilang underrated toko kue yang ada di Pasaraya Blok M. Saya pun menemukan tempat ini secara tidak sengaja. 



Tempatnya mojok, nyaris tidak terlihat sama pengunjung. Tapi etalasenya penuh sama berbagai macam cake termasuk basque cheese cake dan tiramisu. Ada disediakan tempat duduk kalau mau makan di tempat. 





Yang Tercecer

Bukan, bukan Starbucks yang membuat saya balik ke Blok M. Tapi lokasinya Starbucks ini membuat saya kepikiran kepingin mencoba mengindap di D'Prima Hotel. Karena lokasinya menjadi satu dengan outlet Starbucks ini.



CLAYPOT POPO

Claypot Popo ini yang bikin saya balik lagi ke Blok M. Outlet mereka di Blok M ini dibuka sekitaran tahun 2021 ketika masih masa pandemi. Sama seperti outletnya di jalan Sabang, outlet mereka tidak ramah bagi pengguna kursi roda dan lansia. Yang di Blok M ini malah lebih parah lagi, naik tangga dulu ke lantai dua baru deh dapat indoor area buat makan. 




Makanan andalannya adalah misoa dengan beberapa side dishes. IMHO, di sini bukan tempat yang cocok untuk berlama-lama nongkrong. Lebih cocok buat ya udah untuk makan lalu langsung lanjut jalan-jalan di Blok M.





FUMO

Ayam goreng crispy mana ada sih yang tidak enak? 




IMHO, walau enak tapi tempatnya kurang nyaman bagi manula apalagi pengguna kursi roda. Tempat duduknya ada yang di luar dan di dalam disusun seperti bertingkat. Jadi pengunjung sebaiknya ambil tempat dulu baru antri memesan. Dan memang bukan tempat untuk nongkrong berlama-lama.






KOPI ALOO

Kalau kalian pecinta buku, hati-hati minum di sini. Karena bersebelahan dengan Gramedia Jalma. Bisa-bisa nanti kalian melipir dulu ke Gramedia, awalnya mau ke restroom. Lalu mulai browsing, eh tahu-tahu udah beli buku buat nemenin ngongkrong dan ngopi.



Saya pesan sunkissed choco yang lebih didominasi rasa segar sunkist dan chocolatenya a bit mild. Di sini banyak juga yang bawa kerjaan loh. 



Nah, kalian ada yang menambahkan daftar di sini ? Sudah pernah kemana saja nih?

0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.