Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Senin, 23 Februari 2026

KENALI RAYAP SI MUSUH DALAM SELIMUT




Apa yang terlintas di benak kita kalau mendengar, “Ih, banyak rayap di sini!”  Alamat yang terbayang oleh kita adalah rumah dan bangunan yang terlihat ringkih dan berlubang. Bayangan bangunan tersebut dan ada rayap yang jadi penyebabnya, memang sangat benar. 

Tidak heran rayap dijuluki “musuh dalam selimut” dalam rumah karena sudah nebeng tinggal tapi malah jadi pemangsa yang merusak struktur bangunan. Banyak dari kita yang tidak terlalu memperhatikan kehadiran mereka dan baru sadar ketika kerusakan yang terjadi jelas terlihat. Akibatnya, sulit bagi kita mengatasinya sendiri sehingga membutuhkan jasa anti rayap untuk membasminya.  Sepertinya kita perlu belajar lebih banyak lagi mengenai rayap nih agar tahu cara pencegahannya, setuju?

Rayap Musuh Dalam Selimut:




Kenalan Sama Rayap

Rayap adalah hewan jenis serangga sosial (ordo Blattodea) yang hidup berkoloni. Mereka sering disebut "semut putih"; karena kalau dibaca deskripsi sepintas mereka punya kemiripan.  Rayap seperti semut adalah serangga sosial yang hidup dalam koloni yang sangat terorganisir.  Walau demikian, rayap berkerabat lebih dekat dengan kecoak (pantas, sama-sama menyebalkan).  

Mirip dengan semut, koloni rayap ini terbagi dalam beberapa kasta yang punya tugas masing-masing sebagai berikut:  

  • Ratu dan Raja: Kasta tertinggi dan bertugas untuk reproduksi. Ratu rayap malah bisa hidup selama puluhan tahun dan menghasilkan ribuan telur setiap hari.
  • Pekerja: Yang satu ini jumlahnya paling banyak dan bertugas mencari makanan serta membangun sarang. Para pekerja ini yang selulosa hunting (bukan cafĂ© hopping ya) dan yang bertanggung jawab atas kerusakan di rumah. Karena mereka yang memakannya. Apa itu selulosa, akan dijelaskan di bagian berikutnya.
  • Prajurit: Setiap koloni pasti punya pasukan pelindung. Kasta prajurit ini punya rahang besar untuk melindungi koloni dari ancaman, terutama dari serangan semut.
  • Laron (Alates): Rayap reproduktif bersayap yang keluar dari sarang untuk mencari pasangan dan membangun koloni baru. Jadi ketika melihat laron beredar di dekat lampu rumah, bukan karena mereka pecinta lampu. Atau tanda bahwa hujan akan segera turun. Mereka adalah alarm awal bagi kita bahwa koloni rayap tengah berkembang biak.

 

 


Jenis Rayap yang Sering Menyerang Rumah

Secara umum, ada dua jenis utama yang sering menjadi masalah di lingkungan hunian:

  • Rayap Tanah (Subterranean Termites): Jenis rayap yang satu ini hidup di bawah tanah karena membutuhkan kelembapan yang tinggi. Mereka membangun "terowongan lumpur" di dinding untuk mencapai sumber kayu tanpa terpapar udara kering. Rayap yang ini adalah jenis yang paling menghancurkan.
  • Rayap Kayu Kering (Drywood Termites): Berbeda dengan rayap tanah, mereka tidak butuh kontak dengan tanah dan bisa tinggal di dalam furnitur atau struktur atap yang kering. Tanda keberadaan mereka biasanya adalah butiran kecil (kotoran) yang mirip pasir di bawah furnitur. Sering merasa heran kok banyak pasir? Bisa jadi, mereka sudah mulai bersarang. 



Mengapa Rayap Menyerang Rumah Kita? SIMAK! 

Koloni rayap sangat bergantung pada lingkungan yang lembab. Maka ketika ada area yang bocor di dalam rumah, diikuti dengan sirkulasi udara yang buruk dan kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah, akan langsung menarik mereka.

Yang juga jadi incaran utama kasta pekerja dari koloni rayap adalah SELULOSA. Apalagi itu? Nah, selulosa adalah senyawa organic yang ditemukan pada kayu, kertas, karton. Sounds familiar bagi kita-kita yang hobi menyimpan barang bertahun-tahun padahal tidak terpakai?  

Ternyata hobi menyimpan barang seperti kertas, kardus dari pembelian barang online ataupun offline, peralatan rumah dari kayu akan membuat area penyimpanan menjadi lembab. Wajar, karena biasanya akan disimpan di gudang, dan makin lama makin menumpuk. Kita pun jarang membuka gudang kecuali untuk menumpuk barang lain. Sehingga ruangan tersebut jadi lembab dan pergantian udaranya pun tidak baik. 



Jangan lupa kalau barang-barang seperti kertas apalagi perabotan kayu mengandung selulosa. Dan selulosa ini adalah makanan bagi rayap. Mereka akan bersarang di tempat-tempat tersembunyi yang semakin sulit kita perhatikan karena tumpukan barang tersebut. Pada saat kita memanggil tenaga profesional, mereka pun akan kesulitan melakukan penanganan yang tepat. 



Tanda-tanda Rayap Telah Berkembang Biak Tapi Sering Terabaikan

Rayap mulai berkembang biak di area yang luput dari penglihatan kita. Nah, hal-hal seperti ini nih yang biasanya jarng kita perhatikan:

  1. Terowongan Lumpur: Jalur kecil menyerupai tanah yang menempel di tembok atau fondasi.
  2. Kayu yang Berbunyi Kopong: Ketika terliaht lobang-lobang kecil pada perabotan kayu atau kusen rumah; coba deh diketok. Pasti seperti kosong atau malah langsung rontok karena sudah rapuh. Tandanya, rayap sudah menghabiskan bagian dalamnya.
  3. Kehadiran Laron: Awalnya kita kurang paham, kenapa sih suka ada laron? Mereka berputar-putar mengelilingi lampu lalu mati satu persatu. Kita jadi repot menyapu bangkai mereka dan juga jadi alarm. Ini tandanya, rayap telah mulai bersarang di rumah. 


Pencegahan Adalah Kunci

Mengusir rayap yang sudah berkembang biak di dalam rumah pastinya jauh lebih sulit dan mahal daripada mencegahnya. Kita bisa mencoba beberapa hal untuk pencegahan, antara lain:

  • Kurangi Kelembapan: Perbaiki pipa yang bocor dan pastikan ventilasi  yang baik di rumah. Tumpukan kertas tidak terpakai pun bikin lembab. Sebaiknya langsung disingkirkan dan tidak perlu dikoleksi lagi.
  • Hindari Kontak Kayu dengan Tanah: Pastikan memberikan jarak antara kayu dari bangunan dengan tanah. Berikan penghalang, misalnya dengan menggunakan semen.
  • Inspeksi Rutin: Cek area gudang, bawah tangga, dan plafon secara berkala, setidaknya enam bulan sekali. Ada kardus bekas belanja online menumpuk, langsung bereskan dan buang. Atau diuangkan di penampungan barang bekas. 



Kesimpulan

Rayap memang berukuran kecil, tapi mereka dapat berkembang biak di lingkungan yang memberikan mereka makanan. Makanan bagi mereka akan menjadi kerugian bagi kita ketika kondisi bangunan mulai rusak. Dengan mengetahui apa yang memancing mereka untuk datang dapat membuat kita lebih waspada dan peduli.

3 komentar:

  1. Jadi, laron itu dari rayap mbak?
    Rumahku nih, mbak, lembap banget. Pantes perabot kayu jadi gampang lapuk

    BalasHapus
  2. Pr banget nih rayap, kusen di rumah juga bolong-bolong gara-gara rayap

    BalasHapus
  3. Yuuppppsss cukup melelahkan urusan sama rayap dan akhirnya ganti semua kuda2 n kusen rumah deehhh

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.