Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Rabu, 26 Agustus 2026

Marksburg's Castle - Travel LATE Story

Welcome to Marksburg

Siapa yang suka late post? Saya pastinya. Biasanya jalan-jalannya kapan, nulisnya entah beberapa bulan kemudian atau satu dekade kemudian. Iya, satu dekade. Kayaknya malah lebih. Karena saya ke sini sekitaran bulan April tahun 2011. Gak, kalian gak salah baca soal tahunnya. Lalu kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menulis? Yah, selain sekarang ada bantuan AI untuk mencari informasi lebih mengenai apa saja, saya merasa sayang saja kalau tidak ditulis mengenai pengalamannya.



Saat ke Jerman, saya memutuskan untuk bertemu dengan seorang kenalan dari Multiply. Jadi, saya menginformasikan si tour guide kalau saya tidak akan ikut acara mereka pada hari itu. Si tour guide yang dari Jerman rada was-was, takut saya kabur. Teman tour bareng saya cerita, kalau dia menjamin saya tidak akan kabur, karena memang harus balik ke Indonesia. 

Tulisan ini dibuat serangkaian dengan :






Kenalan saya adalah seorang wanita Indonesia dengan dua anak dari pernikahannya dengan pria Jerman. Kami bertemu untuk pertama kalinya ketika ia dan anak-anaknya berkunjung ke Jakarta. Dan pas beberapa bulan berikutnya saya menghubunginya dan memberi informasi tentang rencana perjalan serta itinerary. Ada satu area yang memungkinkan kami bertemu. Saat bertemu pada tanggal 24 April 2011, ia bersama suami dan kedua anaknya, dan jalan-jalan barenglah kami berlima di mobilnya. The best-nya adalah ia mengajak saya untuk berkunjung ke kastil Marksburg. Ya, Jerman kan dikenal sebagai negara 1000 kastil. Jadi jelas saya senang banget bisa berkunjung ke kastil beneran. For the record, itinerary dari travel guide tidak mengikutsertakan kunjungan ke kastil. Kebetulan, saat itu dalam rombongan jalan-jalan yang saya ikuti; ada 4 orang lansia. Apakah karena faktor ini? Nanti kita ulas ya. 





All About Marksburg Castle:



Marksburg: Kastil Rhein yang Tak Pernah Ditaklukkan

Di atas tebing setinggi 90 meter yang menjulang di atas kota kecil Braubach, Jerman, berdiri Marksburg — satu-satunya kastil bukit di Lembah Rhein yang bertahan utuh tanpa pernah dihancurkan sepanjang sejarah. Menara batu pertamanya diperkirakan dibangun sekitar tahun 1117, dan sejak abad ke-13 keluarga bangsawan Katzenelnbogen membangun sebagian besar tembok keliling, menara utama, serta bangunan hunian yang masih berdiri hingga kini.

Sejak 1900, kastil ini dikelola oleh Deutsche Burgenvereinigung (Asosiasi Kastil Jerman), yang menjadikannya markas mereka sekaligus contoh hidup arsitektur kastil abad pertengahan. Karena itulah Marksburg terasa autentik; seriusan loh ini. Jadi bukan bangunan yang dibuat ulang semacam replika yang sudah dipoles mulus. Mereka tetap mempertahankan bentuk asli dan ini termasuk tangga batu licin, lantai tidak rata, dan lorong sempit yang sama seperti ratusan tahun lalu. Berasa ikutan shooting film jaman-jaman dulu, kayak film Game of Thrones deh. 

Kok disebut tidak pernah ditaklukkan? Kok bisa? Ada banyak faktor tapi yang jelas terlihat oleh orang awam adalah: 

Lokasi Alam yang Sangat Terjal: 
Benteng ini berdiri di atas bukit batu cadas yang curam di tepi Sungai Rhine. Medan yang terjal membuat penggunaan mesin pengepung berat atau artileri dari darat sangat sulit untuk menjangkaunya.  

Jadi, pada jamannya, ketika pasukan harus mengenakan baju zirah yang pastinya berat, lalu mereka harus mendaki tangga yang licin, wah, perjuangan awal buat masuknya saja sudah menguras energi. Sepertinya membangun kastil di bukit juga termasuk strategi dalam menghadapi musuh. Siapa saja musuhnya? Ada pasukan Perancis hingga tentara Amerika pada perang dunia II. Dinding kastil memang rusak akibat pengeboman namun tidak sapai runtuh. 


Lalu ada yang baru kah sejak kunjungan saya di tahun 2011? Untuk bentuk fisik bangunan kastil tetap sama karena dipertahankan bentuk aslinya. Tapi, tentu saja ada yang baru yang harus diperhatikan:

- Harga tiket naik — (ya pastilah ini) Sekarang sekitar €11–14 untuk dewasa (Maaf, saya lupa tarif masuk saat ke sana, namanya juga ditraktir).

- Jam buka musiman: musim tinggi (April–Oktober) buka 10.00–17.00 setiap hari.

- Beberapa sumber lebih baru menyebut opsi tur audio/booklet dalam berbagai bahasa untuk pengunjung internasional, karena tur pemandu adalah satu-satunya cara masuk. Jadi, kunjungan mandiri  tidak diperbolehkan. 

Ketika ke sana, jadwal pemandu menjelaskan dalam bahasa Jerman. Ada pemandu yang menjelaskan dalam bahasa Inggris tapi kami tidak mau membuang waktu. Jadi, selama di kastil, teman saya membantu menjelaskan beberapa point yang diceritakan oleh si pemandu. Ya, di situ saya menyesal banget tidak belajar bahasa Jerman. 

Sumber info: Castles-palaces



Fasilitas dan Ruangan di Dalam Kastil Marksburg





Ruang Tidur Kaum Bangsawan (Kamtmer/Bed Chamber)
Kamar tidur bangsawan berada di lantai atas dan dilengkapi dengan dinding berpanel kayu untuk menjaga kehangatan, tempat tidur empat tiang beratap, ayunan bayi, serta tungku pemanas ruangan. Di ceruk jendelanya terdapat area tempat duduk dan membaca.

Tempat tidur bangsawan di ruang tidur kelihatan agak pendek untuk ukuran orang zaman sekarang. Tur gaid biasanya menjelaskan bahwa pada Abad Pertengahan, orang-orang tidur dalam posisi agak duduk menggunakan tumpukan bantal tinggi, bukan berbaring lurus, karena kepercayaan mistis bahwa posisi berbaring datar mirip dengan posisi orang mati.






Ruang Makan 
Ada Ruang Utama yang berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus ruang makan keluarga bangsawan. Di ruangan ini terdapat meja besar & perlengkapan hiburan seperti papan catur.

Karena sudah lama banget, saya tidak yakin kalau ini ruang utama untuk makan, apalagi di foto yang ada tempat duduk mepet ke jendela dan sepertinya terlalu akrab ya buat makan bareng.  






Dapur (Castle Kitchen)
Dapur terletak di lantai dasar Gedung Aula Gotik dan sangat luas(Gothic Hall Building). Dapur ini sangat luas dan dilengkapi tungku perapian raksasa, peralatan masak kuno, serta tempat pemanggangan utuh yang digunakan oleh para pelayan untuk menyiapkan hidangan.




Penjara dan Ruang Siksa (Prison & Torture Chamber)
Di bagian ruang bawah tanah (basement/former stables), terdapat pameran instrumen hukuman dan alat penyiksaan abad pertengahan hingga era modern awal. Ruangan ini memamerkan berbagai alat eksekusi dan hukuman yang menggambarkan sistem peradilan masa lalu. Yang ini tidak saya foto. Adanya foto saya saja yang melewati jalan yang sempit ke bawah ya. 





Tempat Persenjataan (Armoury / Rüstkammer)
Ruang senjata di Marksburg memamerkan "Koleksi Gimbel" (Gimbel Collection), yang menampilkan manekin berukuran asli yang mengenakan berbagai jenis baju zirah dan senjata dari era Yunani-Romawi, Abad Pertengahan, hingga Abad Pembaruan.








makanannya hanya tiruan ya gaes




Tempat Penyimpanan Makanan & Ruang Tambahan
Selain area penyimpanan logistik dan tempat pembakaran roti, komplek kastil ini juga memiliki Kuil/Kapel (Chapel of St. Bartholomew) dengan lukisan dinding kuno,  Lalu ada juga bengkel pandai besi serta kebun tanaman obat.




Yang Menarik di Kastil Marksburg 


Sebagai benteng juga, jelas kastil Marksburg memiliki area pertahanan dengan adanya banyak meriam yang siap menghantam musuh. Di area utama pertahanan Kastil Marksburg; khususnya di area teras pertahanan yang disebut Große Batterie (Baterai Besar) dan Kleine Batterie (Baterai Kecil) terdapat sekitar 12 hingga 14 meriam bersejarah yang dipajang dan diarahkan langsung ke Sungai Rhine.





Hal menarik lainnya jelas tentang posisi Kastil Marksburg terhadap Sungai Rhine. Posisi kastil di tempat yang tinggi (yang membuat saya berpikir, bagaimana bawa batu-batunya ke atas ya?)  memudahkan para penjaga untuk melihat kedatangan kapal musuh dari kejauhan dan mengarahkan tembakan meriam ke jalur pelayaran sungai. 

Dengan posisinya yang pas menghadap sungai, mereka juga bisa memantau dan mengontrol lalu lintas kapal dan sekaligus memungut pajak dari kapal-kapal yang melintas. Kebayang nih, memantau kapal sambil ngobrol dan melihat pemandangan indah (halah, kebanyakan mengkhayal). 



Terus tempat segede ini ada tempat nongkrongnya atau souvenir kah? Ada dong. Tersedia juga restroom untuk pengunjung di dekat restoran dan juga di dalam toko souvenir. Satu-satunya souvenir yang saya bawa dari sana adalah dari mesin pembuat souvenir. 



Di mesin pencetak manual ini, pengunjung memasukkan koin (biasanya koin 5 sen Euro ditambah biaya pembuatan sebesar €1 atau €2) lalu memutar tuas kemudi untuk memipihkan koin tersebut menjadi bentuk oval yang diembos dengan gambar siluet Kastil Marksburg. 


Sebenanya ada banyak lagi yang menarik, tapi sayangnya sama saya tidak kefoto jadi terpaksa tidak ikut dimuat di sini deh. 


NOT WHEELCHAIR FRIENDLY

Ini bagian yang perlu diperhatikan serius, sesuai pertanyaan sebelumnya mengapa tempat ini tidak termasuk dalam tur yang saya ikuti. Dan jawabannya ternyata ya tidak bisa. Yah, saya tidak heran sih mengingat kastil ini dijaga betul bentuk aslinya. 

Karena arsitektur warisannya, Marksburg tidak dapat diakses oleh wisatawan pengguna kursi roda atau mereka dengan mobilitas terbatas. Tidak ada jalur khusus, tidak ada ramp buat membantu. ya boro-boro lah yang namanya lift. Kastil hanya bisa dicapai lewat tangga curam yang kadang licin. Jalan pun berbatu serta lorong sempit yang pasti menyulitkan mereka yang mobilitasnya terbatas. 





Sekedar informasi, dari parkir mobil menuju gerbang kastil pun harus melalui jalan yang menanjak curam. Tur dalam kastil sendiri berlangsung sekitar 50 menit dengan area yang tidak datar-datar saja. Alias ada beberapa tempat yang harus naik turun tangga. Sepertinya ini alasan tidak dimasukkannya kastil dalam daftar kunjung oleh tour yang saya ikuti saat itu. Apalagi dalam rombongan ada 4 orang yang sudah lansia. 

Kalau ada anggota keluarga lansia yang ingin ikut tapi tak sanggup naik tangga, alternatif populer adalah naik kapal wisata Sungai Rhein (rute Koblenz–Mainz) dan turis akan mendapatkan pemandangan megah kastil dari kejauhan tanpa perlu mendaki.

Kalau kalian, pernah ke kastil mana saja pas jalan-jalan ke Jerman?

25 komentar:

  1. Yang kusuka dari Jerman ini masih banyak bangunan-bangunan tuanya yg makin menambah cantik kotanya juga. Kayak di foto pertama itu, ada bangunan ikonik Trier yg pernah aku dapat jg kiriman fotonya dari teman yg pernah tingg di kota itu. Cakep banget.

    Makasih udah diajakin ikut jalan2 virtual dan liat-liat dalamnya, Mbak. Pasti ini jd perjalanan yg berkesan dan menyenangkan meski sudah pergi dari 2011 lalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah berkenan mampir dan meninggalkan komentar. Yes, amat sangat berkesan ketika berkesempatan ke sana, plus bisa mampir ke kastil. Salut sama taktik mereka yang dimulai dari memilih lokasi kastil yang buset tinggi banget plus berhadapan dengan sungai. Beneran jadi nyesel gak belajar bahasa Jerman dulu kekkk gituh...

      Hapus
  2. Ini mah aku banget, perginya kapan, nulis nya kapaaan 😂😂😂.

    Eh tapi memang salah satu yg aku suka dr Jerman, itu Krn banyak kastil. Pas di Berlin sempet juga ke salah satu kastil, lupa namanya, hrs cek lagi, yg sepiiii banget. Cuma ada kami hahahaha

    Tp seru aja bisa naik sampai ke atas.

    Dan memang kastil begini pasti nya banyak yg ga ramah pengguna kursi roda. Waah kunjungan mandiri malah ga bisa ya mba...

    Aku ngebayangin tidur di sana, agak sereeem hahahah. Kayak spooky 😅😅. Dan ga enaknya foto di tahun segitu, memang rata2 hasilnya gelap. Mana ga bisa diedit wkwkwkwk. Foto2ku pas ke eropa pun wassalam semua hasilnya 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahha, soal foto itu memang benar. Ada banyak foto yang aku ambil, tapi banyakan blur dengan sukses. apalagi di ruangan yang memang minim penerangan. Aku rasa mereka tidak mengijinkan kunjungan mandiri karena takut ada yang iseng nanti gak ikutan keluar, bikin rusak, well ini pemikiran buruk aku aja sih. AKu pun serem kalau misalnya disuruh menginap di sana. Tempat setua itu pasti banyak kejadian aneh2, apalagi sekarang fungsinya bukan tempat tinggal lagi tapi lebih mirip museum. Wow, ngomong2 pergi ke kastil mana di Jerman bisa sampai berdua aja? Berarti kunjungan mandiri diperbolehkan ya saat itu?

      Hapus
    2. Ternyata setelah aku cek lagi, namanya kastil Spandau mba. Kami waktu itu kesana Krn rekomendasi sepupu Raka yg memang tinggal di Berlin. Dia bilang bisa didatangin untuk public, jadi kesitu deh. Dan memang sepi bangettttt.

      Mungkin beberapa kastil di sana wajib pakai tur, bisa jadi utk alasan keamanan di dalam yaa.

      Sayangnya pas ke Spandau ini aku belum terlalu suka research ttg sejarah suatu tempat, belum suka ambil banyak foto, rata2 waktu itu pakai blackberry pulaaa ambil fotonya, di dalam pun remang2, jadi memang ga banyak yg bisa aku ingat 🤣🤣.

      Atau bisa jadi pas aku kesana masih boleh kunjungan mandiri, pas mba DTG ga bisa.

      Tapi kaaaan, jarak kedatangan kita cuma kurang dari 1 tahun. Aku nov 2010. Masa secepat itu berubah... Berarti kemungkinan besar memang Spandau ini aja yg mengizinkan tur mandiri

      Hapus
  3. Haha, saya termasuk yg bikin tulisan terus ngendap di draft sekian lama sampai jamuran. Kalau mood lanjut dipublikasikan kalau enggak ya diam aja sampai dipenuhi satang laba laba dan lupa. Haha...

    Btw jadi inget masa ngeblog di Multiply juga. Ada Teh Dewi yg tinggal di Jerman. Kebetulan sesama orang Sunda jadi teman di dunia Maya nya lebih akrab
    Sekarang malah jarang komunikasi

    Senang banget ya pastinya bisa mengunjungi kastil yang sejak 1900 sudah dikelola oleh Deutsche Burgenvereinigung (Asosiasi Kastil Jerman),

    Kalau gak ketemu teman Multiply belum tentu bisa main ke sini
    Bisa langsung melihat contoh hidup arsitektur kastil abad pertengahan. Marksburg terasa autentik
    Melihat langsung bentuk asli tangga batu licin, lantai tidak rata, dan lorong sempit yang sama seperti ratusan tahun lalu.

    Senangnya....

    BalasHapus
  4. Jarang banget kan nemu benteng di pinggir Sungai Rhine yang beneran utuh dan gak pernah hancur selama ratusan tahun. Waktu bayangin jalan setapaknya yang menanjak curam sama meriam-meriam tua yang menghadap langsung ke arah sungai, berasa banget vibes abad pertengahannya.
    Apalagi pas tahu bisa ketemu teman lama sambil jalan-jalan santai di sana, makin bikin iri pengen ikut liburan ke Jerman juga. Paling gemes sama mesin koin souvenir manualnya yang jadul tapi unik banget buat kenang-kenangan.

    BalasHapus
  5. Kalau di Eropa apiknya itu pada masih terjaga dengan baik peninggalan sejarah seperti kastil di Jerman ini. Semisal ada perubahan juga, ga yang gimana gitu, namanya juga karena sudah agak lama ya tentang waktunya akhirnya bisa balik berkunjung ke sana lagi.

    BalasHapus
  6. Saya termasuk yang suka baca cerita perjalanan seperti ini, apalagi kalau ternyata perjalanannya sudah lebih dari 10 tahun lalu. Rasanya seperti diajak membuka kembali album kenangan yang lama tersimpan. Bagian ketika Mbak akhirnya bisa bertemu kenalan dari Multiply lalu malah diajak ke Marksburg ini menarik banget, karena kunjungannya benar-benar di luar itinerary. Saya juga ikut membayangkan betapa senangnya bisa masuk ke kastil sungguhan dan melihat langsung kamar, dapur, ruang senjata, sampai meriam yang menghadap Sungai Rhein.

    Tapi yang paling bikin saya senyum justru cerita soal souvenir koinnya. Kadang benda kecil seperti itu malah menjadi kenang-kenangan yang paling melekat dari sebuah perjalanan. Dan setelah membaca bagian tangga curam serta aksesnya yang tidak mudah, saya jadi paham kenapa kastil ini dulu tidak dimasukkan dalam itinerary rombongan. Ternyata jalan-jalan bukan cuma soal tempat yang indah, tapi juga soal menyesuaikan perjalanan dengan kondisi orang-orang yang ikut. Seru banget kalau cerita perjalanan lama seperti ini terus diangkat lagi, karena kenangannya jadi hidup kembali.

    BalasHapus
  7. Memang penuh perjuangan banget ya masuk ke Marvelous Marksburgs Castle. Tapi, worth it untuk dikunjungi buat orang-orang yang masih kuat secara fisik.

    Aku membayangkan juga gimana rumitnya membawa semua bahan-bahan untuk membangun castle itu kalau berdirinya saja di tempat yang tinggi.

    Mungkin salah satu alasan untuk membiarkan bentuk castle tetap sama juga karena sulit terjangkau. Tapi, perawatan castle itu jelas bukan hal yang mudah.

    Ah, kalau aku ke sana, pasti yang kubayangkan adalah gimana situasi dan kondisinya saat castle itu masih di masa jayanya.

    BalasHapus
  8. Ternyata di Jerman banyak Kastil ya Mbak, Pastinhya ini jadin salah satu daya tarik wisata di sana. Terus kasti; di sana selain benteng pertahanan, juga tempat tinggal bangsawan. jadi saat berkunjung ke sana, banyaj bisa dijelahi ruangan-ruangannya. Pasti menambah pengetahuan sejarah atau cerita di balik bangunan kastil itu. Semoga saya bisa ke sama juga, karena selama ini membayangkan kastil hanya di cerita anak-anak saja.

    BalasHapus
  9. Tidak ada masalah mau menulis dengan kejadian yang sudah lama alias latepost itu. Malah justru bagus karena itu menandakan daya ingat kita masih kuat. Bukankah menulis itu juga memang memperkuat daya ingat? Sayangnya, aktivitas menulis ini tidak banyak dilakukan orang, makanya, ya, begitulah, hehe.

    BalasHapus
  10. Belum belum udah sepakat dengan statement di awal. Kalau aku juga suka unggah artikel dengan mode latepost, hehee, kebanyakan dokumentasinya mengendap lama di komputer, entah kapan bakalan tayang di blog.

    Ngomongin kastil marksburg ini, kalau posisi kaki sakit atau nyeri, bakalan skip dulu ya, beruntung ada alternatif untuk bisa milih wisata di sungai Rheine, mana pemandangan nya cakep banget

    Tapi di tahun itu, suasana pas aku lihat foto saat di lorong penjara tuh, ngeri banget

    Terus yang bagian tempat tidur itu, kenapa dibuat supaya ga tidur terlentang atau setengah duduk, mungkin biar kalau ada musuh bisa sewaktu-waktu bangun lebih mudah kali ya*pemikiran sotoyku ehehe

    Anyway thank you udah diajak jalan jalan ke Kastil Marksburg ya

    BalasHapus
  11. Menjawab pertanyaan di akhir artikel, jujur aku belum pernah ke Jerman. Doain semoga bisa ke Jerman entah jalur menang lomba menulis, atau hadiah dari perusahaan buat liburan kesana 🤩😇

    Sebagai orang yang suka mengagumi bangunan lawas, aku kayaknya bakalan betah explore Jerman.

    Apalagi setelah diajak jalan-jalan virtual oleh mbak ke Marksburg yang ternyata menghadap ke Sungai Rhine. Ini sih best banget. Keren yaaa, bangunannya masih bertahan, bahkan belum di revitalisasi. Perjuangan menuju ke lokasi patut di apresiasi juga. Menantang tapi endingnya indah.

    BalasHapus
  12. Eh buseeet, tulisan ngendap 10 tahun? Kok bs ya msh ingat kak? Kalo aku sih udh berlumut dah tuh. Wkwk

    Btw aku sih msh suka konsep “telat” di tulisan ini. Foto boleh mengendap bertahun-tahun, tapi ternyata kenangan nggak ikut kedaluwarsa. 😄

    Marksburg ini emg menarik bukan cuma karena bentuk kastilnya yang masih terasa autentik, tapi karena kita diajak membayangkan kehidupan di balik batu-batu tua itu: dapur, kamar, ruang senjata, penjara, sampai meriam yang menghadap Sungai Rhine.

    Dan aku baru sadar, kastil zaman dulu ternyata konsep “keamanan”-nya ekstrem juga. Mau masuk aja sudah disuruh nanjak, lewat jalan berbatu, tangga curam, lorong sempit. Belum sampai ketemu musuh, betis mungkin sudah menyerah duluan. 😂

    Yang paling aku suka justru pertanyaan kecilmu kak: bagaimana dulu mereka membawa semua bahan bangunan ke atas sana? Nah, pertanyaan receh begini malah bikin sebuah bangunan tua terasa hidup.

    Tulisan ini ngebuktikan bahwa kadang perjalanan memang baru selesai ketika kita akhirnya sempat menceritakannya.

    BalasHapus
  13. Pas baca Multiply langsung mikir siapa ya teman multiply yang tinggal di Jerman? Kayaknya aku juga pernah ketemu di MP. Keren nih, mbak masih ingat perjalanan 15 tahun yang lalu dan masih ada fotonya juga. Untungnya tempatnya tidak banyak mengalami perubahan ya karena memang warisan budaya jadi kalau ditulis sekarang pun masih relevan

    BalasHapus
  14. Baca tentang Marksburg Castle ini langsung kebayang serunya jalan-jalan ke kastil tua deh Mbaaa.... Bangunannya cantik banget ya dan ternyata punya cerita sejarah yang panjang juga ya. Jadi penasaran kalau bisa datang langsung, when yaaa...pasti suasananya beda banget dibanding cuma lihat fotonya. Makasih ya Mbaaaa sudah diajak jalan-jalan virtual ke sini..

    BalasHapus
  15. Kereen mbak ria...masih mengingat detail perjalanan yang sudah lama bertahun tahun lampau..lama srkali. Fito dokumentasi juga masih lengkap banget. Saya sukaaa banget model² perjalanan seperti ini, menyusuri bangunan tua seperti kastil Marksburg ini. Banhunannya penuh sejarah..meski sudah tua tapi terawat sekali...

    BalasHapus
  16. Saya pun sama dengan Mbak Ria. Traveling nya kapan, nulis nya kapan. Jelasnya kalau sudah moodnya sih, baru nulis lancar jaya, walaupun harus effort mengingat kembali perjalanan yang pernah kita tempuh :)

    Kastil nya bener-bener terjaga ya sampai bisa tetap dalam bentuk aslinya dari awal dibangun. Tapi memang jadinya tidak ramah lansia sih. Positif thingking saja, ini pertanda kalau kita harus traveling ketika masih muda dan kaki masih sesat untuk menempuh lokasi-lokasi yang tidak mainstream sekalipun.

    BalasHapus
  17. Seperti negara2 Eropa lainnya, ternyata Jerman juga punya banyak bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik yaa. Sayangnya walau di sana juga kurang inklusif yaa, mungkin karena juga bingung mau bangun jalur misalnya buat kursi roda, khawatir merusak struktur bangunan kali ya mbak, plus lokasinya yang struktur alamnya kurang bersahabat itu ya?

    Kastil Marksburgs ini masih bisa dijejahi semua ruangannya yaa. Kamar di sana mengingatkanku pada drama2 yang angkat kehidupan bangsawan Eropa masa lalu. ooo baru tahu kalau orang dulu tidurnya kyk nggak nyaman posisinya yaa, karena kepercayaan kalau tidur telentang dengan nyaman malah kek orang meninggal.

    Serem juga yaa ada ruang penjara dna penyiksaan.
    Jadi kastil ini termasuk di pinggiran dan memiliki fungsi buat rumah pengintai gitu kali yaa? Kalau ada musuh ketangkep udah ada ruang interogasinya.

    TFS mbak berasa diajak keliling kastilnya juga :D


    BalasHapus
  18. Suka late post nih saya banget hehehe... Pengalaman bertemu temna online di negara orang pasti berkesan ya. Apalagi diajak jalan-jalan. Btw Kastil Marksburg ini keren pemandangannya. Kalau kastilnya sendiri bagi saya kok agak-agak seram ya.

    BalasHapus
  19. Satu hal yang selalu membuat saya takjub pada bangunan-bangunan lama entah kastil, istana hingga candi yang umumnya tinggi menjulang adalah bagaimana caranya membawa batu-batu itu ke atas hingga membentuk menara atau atap yang berbagai rupa indahnya, padahal dulu kan ga ada katrol ya. Pertanyaan yang sama dengan mbak ternyata ya
    Seru ya mbak bisa eksplore kastil yang selama ini hanya saya lihat dari televisi atau web
    Dan yang saya suka bangunan bersejarah di eropa itu tetap dipertahankan eksteriornya walaupun beberapa sudah alh fungsi dan interiornya pun menyesuaikan

    BalasHapus
  20. Ternyata kontur kotanya memang levelling gituu yaa, ka Ria..
    Menantang sekalii.. dengan stamina yang kuat, bisa melihat sekaligus banyak belajar dari kastil marksburgs. Suasana dalam kastil persis banget sama di film film Eropa kuno..
    Aga merinding membayangkan ruang penyiksaannyaa.. huhuhu...

    BalasHapus
  21. Saya termasuk tim late post, amlah ada tulisan sudah enam bulang masih adem di draf. Kalau melihgat kastil ini saya ajdi ingat benteng-benteng di Eropa. Dan Kastil ini bbenar-benar karena tetap terjaga dan terawat sehingga bentuknya masih sama dengan aslinya.

    BalasHapus
  22. Ternyata kita samaan mbakkk.. Suka latepost. Kadang sampe draft tuh puluhan, tapi mau nulis tuh nunggu mood terkumpul. 😓

    Kastil oh kastil. Ini salah satu alasan suami saya tuh getol belajar bahasa Jerman mbak Ri... Alasannya tuh kadang simpeellll bahkan kata temannya tuh terlalu simple untuk sekedar belajar bahasa. Katanya, aku pengen menjelajahi kastil² di jerman. Udah gitu aja. huehehe..

    Dulu pernah denger juga dari info beberapa kenalan yg di sana. Ada beberapa kastil yang hanya bisa dimasuki jika ada pemandunya. Eh, ternyata pas baca di sini infonya beneran. Karena saking eman²nya kan itu bangunan ori, jadi kalau pakai petugas resmi, setidaknya otoritasnya lebih terjaga alih² dari guide luar. #maybe sih.. 🥹🥹

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.