Marksburg: Kastil Rhein yang Tak Pernah Ditaklukkan
Di atas tebing setinggi 90 meter yang menjulang di atas kota kecil Braubach, Jerman, berdiri Marksburg — satu-satunya kastil bukit di Lembah Rhein yang bertahan utuh tanpa pernah dihancurkan sepanjang sejarah. Menara batu pertamanya diperkirakan dibangun sekitar tahun 1117, dan sejak abad ke-13 keluarga bangsawan Katzenelnbogen membangun sebagian besar tembok keliling, menara utama, serta bangunan hunian yang masih berdiri hingga kini.
Sejak 1900, kastil ini dikelola oleh Deutsche Burgenvereinigung (Asosiasi Kastil Jerman), yang menjadikannya markas mereka sekaligus contoh hidup arsitektur kastil abad pertengahan. Karena itulah Marksburg terasa autentik; seriusan loh ini. Jadi bukan bangunan yang dibuat ulang semacam replika yang sudah dipoles mulus. Mereka tetap mempertahankan bentuk asli dan ini termasuk tangga batu licin, lantai tidak rata, dan lorong sempit yang sama seperti ratusan tahun lalu. Berasa ikutan shooting film jaman-jaman dulu, kayak film Game of Thrones deh.
Kok disebut tidak pernah ditaklukkan? Kok bisa? Ada banyak faktor tapi yang jelas terlihat oleh orang awam adalah:
Lokasi Alam yang Sangat Terjal:
Benteng ini berdiri di atas bukit batu cadas yang curam di tepi Sungai Rhine. Medan yang terjal membuat penggunaan mesin pengepung berat atau artileri dari darat sangat sulit untuk menjangkaunya.
Jadi, pada jamannya, ketika pasukan harus mengenakan baju zirah yang pastinya berat, lalu mereka harus mendaki tangga yang licin, wah, perjuangan awal buat masuknya saja sudah menguras energi. Sepertinya membangun kastil di bukit juga termasuk strategi dalam menghadapi musuh. Siapa saja musuhnya? Ada pasukan Perancis hingga tentara Amerika pada perang dunia II. Dinding kastil memang rusak akibat pengeboman namun tidak sapai runtuh.
Lalu ada yang baru kah sejak kunjungan saya di tahun 2011? Untuk bentuk fisik bangunan kastil tetap sama karena dipertahankan bentuk aslinya. Tapi, tentu saja ada yang baru yang harus diperhatikan:
- Harga tiket naik — (ya pastilah ini) Sekarang sekitar €11–14 untuk dewasa (Maaf, saya lupa tarif masuk saat ke sana, namanya juga ditraktir).
- Jam buka musiman: musim tinggi (April–Oktober) buka 10.00–17.00 setiap hari.
- Beberapa sumber lebih baru menyebut opsi tur audio/booklet dalam berbagai bahasa untuk pengunjung internasional, karena tur pemandu adalah satu-satunya cara masuk. Jadi, kunjungan mandiri tidak diperbolehkan.
Ketika ke sana, jadwal pemandu menjelaskan dalam bahasa Jerman. Ada pemandu yang menjelaskan dalam bahasa Inggris tapi kami tidak mau membuang waktu. Jadi, selama di kastil, teman saya membantu menjelaskan beberapa point yang diceritakan oleh si pemandu. Ya, di situ saya menyesal banget tidak belajar bahasa Jerman.
Fasilitas dan Ruangan di Dalam Kastil Marksburg
Ruang Tidur Kaum Bangsawan (Kamtmer/Bed Chamber)
Kamar tidur bangsawan berada di lantai atas dan dilengkapi dengan dinding berpanel kayu untuk menjaga kehangatan, tempat tidur empat tiang beratap, ayunan bayi, serta tungku pemanas ruangan. Di ceruk jendelanya terdapat area tempat duduk dan membaca.
Tempat tidur bangsawan di ruang tidur kelihatan agak pendek untuk ukuran orang zaman sekarang. Tur gaid biasanya menjelaskan bahwa pada Abad Pertengahan, orang-orang tidur dalam posisi agak duduk menggunakan tumpukan bantal tinggi, bukan berbaring lurus, karena kepercayaan mistis bahwa posisi berbaring datar mirip dengan posisi orang mati.
Ruang Makan
Ada Ruang Utama yang berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus ruang makan keluarga bangsawan. Di ruangan ini terdapat meja besar & perlengkapan hiburan seperti papan catur.
Karena sudah lama banget, saya tidak yakin kalau ini ruang utama untuk makan, apalagi di foto yang ada tempat duduk mepet ke jendela dan sepertinya terlalu akrab ya buat makan bareng.
Dapur (Castle Kitchen)
Dapur terletak di lantai dasar Gedung Aula Gotik dan sangat luas(*Gothic Hall Building*). Dapur ini sangat luas dan dilengkapi tungku perapian raksasa, peralatan masak kuno, serta tempat pemanggangan utuh yang digunakan oleh para pelayan untuk menyiapkan hidangan.
Penjara dan Ruang Siksa (Prison & Torture Chamber)
Di bagian ruang bawah tanah (basement/former stables), terdapat pameran instrumen hukuman dan alat penyiksaan abad pertengahan hingga era modern awal. Ruangan ini memamerkan berbagai alat eksekusi dan hukuman yang menggambarkan sistem peradilan masa lalu. Yang ini tidak saya foto. Adanya foto saya saja yang melewati jalan yang sempit ke bawah ya.
Tempat Persenjataan (Armoury / Rรผstkammer)
Ruang senjata di Marksburg memamerkan "Koleksi Gimbel" (*Gimbel Collection*), yang menampilkan manekin berukuran asli yang mengenakan berbagai jenis baju zirah dan senjata dari era Yunani-Romawi, Abad Pertengahan, hingga Abad Pembaruan.
 |
makanannya hanya tiruan ya gaes
|
Tempat Penyimpanan Makanan & Ruang Tambahan
Selain area penyimpanan logistik dan tempat pembakaran roti, komplek kastil ini juga memiliki Kuil/Kapel (Chapel of St. Bartholomew) dengan lukisan dinding kuno, Lalu ada juga bengkel pandai besi serta kebun tanaman obat.
Yang Menarik di Kastil Marksburg
Sebagai benteng juga, jelas kastil Marksburg memiliki area pertahanan dengan adanya banyak meriam yang siap menghantam musuh. Di area utama pertahanan Kastil Marksburg; khususnya di area teras pertahanan yang disebut Groรe Batterie (Baterai Besar) dan Kleine Batterie (Baterai Kecil) terdapat sekitar 12 hingga 14 meriam bersejarah yang dipajang dan diarahkan langsung ke Sungai Rhine.
Hal menarik lainnya jelas tentang posisi Kastil Marksburg terhadap Sungai Rhine. Posisi kastil di tempat yang tinggi (yang membuat saya berpikir, bagaimana bawa semen dan batu-batunya ke atas ya?) memudahkan para penjaga untuk melihat kedatangan kapal musuh dari kejauhan dan mengarahkan tembakan meriam ke jalur pelayaran sungai.
Dengan posisinya yang pas menghadap sungai, mereka juga bisa memantau dan mengontrol lalu lintas kapal dan sekaligus memungut pajak dari kapal-kapal yang melintas. Kebayang nih, memantau kapal sambil ngobrol dan melihat pemandangan indah (halah, kebanyakan mengkhayal).

Terus tempat segede ini ada tempat nongkrongnya atau souvenir kah? Ada dong. Tersedia juga restroom untuk pengunjung di dekat restoran dan juga di dalam toko souvenir. Satu-satunya souvenir yang saya bawa dari sana adalah dari mesin pembuat souvenir.
Di mesin pencetak manual ini, pengunjung memasukkan koin (biasanya koin 5 sen Euro ditambah biaya pembuatan sebesar €1 atau €2) lalu memutar tuas kemudi untuk memipihkan koin tersebut menjadi bentuk oval yang diembos dengan gambar siluet Kastil Marksburg.
Sebenanya ada banyak lagi yang menarik, tapi sayangnya sama saya tidak kefoto jadi terpaksa tidak ikut dimuat di sini deh.
NOT WHEELCHAIR FRIENDLY
Ini bagian yang perlu diperhatikan serius dan sayangnya; jawabannya tidak. Yah, saya tidak heran sih mengingat kastil ini dijaga betul bentuk aslinya.
Karena arsitektur warisannya, Marksburg tidak dapat diakses oleh wisatawan pengguna kursi roda atau mereka dengan mobilitas terbatas. Tidak ada jalur khusus, tidak ada ramp buat membantu. ya boro-boro lah yang namanya lift. Kastil hanya bisa dicapai lewat tangga curam yang kadang licin. Jalan pun berbatu serta lorong sempit yang pasti menyulitkan mereka yang mobilitasnya terbatas.
Sekedar informasi, dari parkir mobil menuju gerbang kastil pun harus melalui jalan yang menanjak curam. Tur dalam kastil sendiri berlangsung sekitar 50 menit dengan area yang tidak datar-datar saja. Alias ada beberapa tempat yang harus naik turun tangga. Sepertinya ini alasan tidak dimasukkannya kastil dalam daftar kunjung oleh tour yang saya ikuti saat itu. Apalagi dalam rombongan ada 4 orang yang sudah lansia.
Kalau ada anggota keluarga lansia yang ingin ikut tapi tak sanggup naik tangga, alternatif populer adalah naik kapal wisata Sungai Rhein (rute Koblenz–Mainz) dan turis akan mendapatkan pemandangan megah kastil dari kejauhan tanpa perlu mendaki.
Yang kusuka dari Jerman ini masih banyak bangunan-bangunan tuanya yg makin menambah cantik kotanya juga. Kayak di foto pertama itu, ada bangunan ikonik Trier yg pernah aku dapat jg kiriman fotonya dari teman yg pernah tingg di kota itu. Cakep banget.
BalasHapusMakasih udah diajakin ikut jalan2 virtual dan liat-liat dalamnya, Mbak. Pasti ini jd perjalanan yg berkesan dan menyenangkan meski sudah pergi dari 2011 lalu.
Ini mah aku banget, perginya kapan, nulis nya kapaaan ๐๐๐.
BalasHapusEh tapi memang salah satu yg aku suka dr Jerman, itu Krn banyak kastil. Pas di Berlin sempet juga ke salah satu kastil, lupa namanya, hrs cek lagi, yg sepiiii banget. Cuma ada kami hahahaha
Tp seru aja bisa naik sampai ke atas.
Dan memang kastil begini pasti nya banyak yg ga ramah pengguna kursi roda. Waah kunjungan mandiri malah ga bisa ya mba...
Aku ngebayangin tidur di sana, agak sereeem hahahah. Kayak spooky ๐ ๐ . Dan ga enaknya foto di tahun segitu, memang rata2 hasilnya gelap. Mana ga bisa diedit wkwkwkwk. Foto2ku pas ke eropa pun wassalam semua hasilnya ๐