Saya lagi melihat-lihat foto-foto lama dan ah, tanya deh sama Gemini, di mana lokasi tempat yang ada di foto? Maklum teman-teman, perginya tahun 2011 tapi baru posting sekarang. Jadilah sekalian saya mengingat kembali tempat-tempat yang saya kunjungi dan sekalian buat catatan. Saya bikin catatannya sedikit-sedikit ya (sengaja biar postingannya banyak, hehehehe).
Bagi yang ketinggalan bagian pertamanya bisa cek di sini ya:
Mampir ke Loreley:
Kultur- und Landschaftspark Loreley
Salah satu tempat yang cakeppp banget yang membuat saya merasa beruntung diajak jalan-jalan bareng adalah Taman Budaya dan Lanskap Loreley. Ya, memang tidak dijelajahin semuanya juga sih, karena tempatnya kan luas banget.
Saya tanya sama Gemini, ternyata foto ini diambil dari spot yang memperlihatkan view keren dari Lembah Sungai Rhine Utama Atas yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bisa kalian check langsung di SINI.
Berikut adalah detail menarik mengenai tempat dan objek dalam foto tersebut:
- Tebing Loreley (Lorelei): Area ini merupakan tebing batu tulis setinggi 132 meter di atas permukaan Sungai Rhine. Titik ini terkenal sangat berbahaya bagi pelayaran zaman dahulu karena arus sungai yang sangat kuat dan tikungan tajam yang sempit.
- Mitos Loreley: Nama "Loreley" tertulis jelas di bagian segitiga tiang informasi tersebut. Menurut legenda masyarakat setempat, ada sesosok makhluk halus menyerupai wanita cantik berambut pirang yang duduk di atas tebing. Ia menyanyikan lagu-lagu yang begitu menghipnotis hingga mengalihkan perhatian para pelaut, menyebabkan kapal mereka menabrak batu karang dan tenggelam. Mungkin macam legenda putri duyung alias Siren ya.
- Fungsi Tiang Informasi: Tiang abu-abu berbentuk mirip obelisk mini ini di foto yang saya ambil itu adalah stasiun audio interaktif bagi para wisatawan. Di bagian bawah teks "Loreley", tertulis bahasa Jerman "Legende und Gedicht" (Legenda dan Puisi). Pengunjung dapat menekan tombol yang tersedia untuk mendengarkan rekaman suara yang menceritakan legenda Loreley serta mendengarkan puisi terkenal karya Heinrich Heine yang mengabadikan kisah mitologi ini.
| Patung Loreley karya Marik Wiklund dari Norwegia |
Mitos Loreley
Mitos Loreley (atau Lorelei) adalah salah satu legenda romantis sekaligus kelam yang paling terkenal di Jerman. Sosoknya digambarkan sebagai siren atau makhluk air berwujud putri duyung cantik yang menghuni puncak tebing batu di tepi Sungai Rhine.
Kisah mitologi ini memiliki beberapa elemen menarik:
1. Asal-usul Kisah
Secara etimologi, nama Loreley berasal dari kata Jerman kuno dan Celtic yang berarti "batu yang bergumam". Bagian Sungai Rhine di sekitar tebing ini adalah titik yang paling sempit, terdalam, dan memiliki arus bawah yang sangat kuat. Suara gemercik air yang menghantam batu karang dan gema di celah tebing menciptakan bunyi gumaman misterius, yang oleh masyarakat zaman dahulu dipercaya sebagai suara supranatural.
2. Sosok Gadis Patah Hati
Legenda modernnya dibentuk oleh para sastrawan romantis Jerman pada awal abad ke-19, seperti Clemens Brentano dan Heinrich Heine. Kisahnya menceritakan seorang gadis lokal yang sangat cantik jelita bernama Loreley.
Ia dikhianati oleh kekasih yang sangat dicintainya. Dalam keputusasaan dan rasa sedih yang mendalam, Loreley nekat melompat dari atas tebing tinggi tersebut ke dalam gulungan arus Sungai Rhine untuk mengakhiri hidupnya.
3. Kutukan dan Nyanyian Maut
Setelah tewas, arwahnya berubah menjadi sosok siren atau putri duyung yang mendiami puncak tebing. Setiap kali waktu senja tiba, ia akan menampakkan diri duduk di atas batu karang sambil menyisir rambut pirang panjangnya yang berkilauan menggunakan sisir emas.
Sembari bersolek, ia menyanyikan lagu-lagu dengan melodi yang luar biasa indah dan menghanyutkan. Para pelaut dan nelayan yang melintasi tikungan sungai tersebut akan langsung terhipnotis oleh kecantikan visual dan kemerduan suaranya. Akibat kehilangan fokus dan tidak lagi memperhatikan arah kemudi, kapal-kapal mereka hancur menabrak batu karang tersembunyi atau karam di perairan dangkal yang berputar.
Selain patung Loreley di bagian atas tebing dekat Berghotel Loreley, ada juga patung perunggu buatan Natasha Alexandrowna Prinzessin von Ysenburg dari Rusia. Foto kurang jelas karena saya ambil ketika berada dalam kendaraan. Patung yang perunggu lebih pas menggambarkan cerita seolah ia tengah menunggu kapal-kapal yang lewat dan menyambut mereka.
Taman Lansekap Loreley
Foto yang saya ambil candid ini menampilkan lanskap padang rumput dan ladang terbuka yang sangat khas dengan area dataran tinggi di sekitar Loreley (Loreley Plateau).
Di atas tebing batu Loreley yang curam terdapat area dataran yang relatif datar dan subur. Kawasan ini merupakan bagian dari Kultur- und Landschaftspark Loreley (Taman Budaya dan Lanskap Loreley) serta wilayah agrikultur di dataran tinggi Rheingau-Taunus.
Berikut beberapa karakteristik lanskap sekitar Loreley yang terlihat di foto:
• Padang Rumput dan Kebun Buah (Streuobstwiesen): Pohon-pohon dengan bunga putih yang tersebar di padang rumput hijau tersebut merupakan karakteristik kebun buah tradisional khas wilayah pedesaan di sekitar Rhine Tengah.
• Ladang Kuning di Latar Belakang: Di bagian belakang tampak garis ladang berwarna kuning cerah. Ladang ini merupakan tanaman Rapeseed (Raps) yang mekar dengan bunga kuning pekat di musim semi, yang sangat umum ditanam oleh petani setempat di atas dataran tinggi Loreley.
Dataran di atas tebing ini juga menjadi rumah bagi pusat informasi wisatawan, amfiteater terbuka (Loreley Freilichtbühne), serta jalur mendaki bersantai sebelum wisatawan mencapai tepi tebing untuk melihat panorama sungai di bawahnya.
Melihat kembali foto-foto ini, saya tidak yakin kalau ramah pada pengguna kursi roda. Mungkin ada di beberapa spot yang bisa dikunjungi selama ada yang mendampingi. Tapi tidak untuk melihat ke seluruh area.
Saya tidak tahu apakah rute ke sini ada dalam daftar tempat jika kita mengikuti tour bersama orang lain. Ya, pastinya tour yang saat itu saya ikuti tidak menuju ke sini, apalagi ke kastil Marksburg. Jadi, saya merasa senang banget bisa ke tempat-tempat yang lebih lokal dan tidak terlalu touristy. Apalagi tempat yang dikunjungi ada legenda seperti putri duyung. Jadi mengira-ngira apakah kalau menginap di hotelnya bakal ketemu Loreley?








0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.