Blog berisi curhatan si lajang

Kamis, 20 Oktober 2022

REELS DRAMA

Latihan adalah guru yang terbaik. Kita boleh belajar banyak teori, tapi kalau tidak sering praktek alias dilakukan, hanya akan tinggal jadi teori saja. Dengan praktek langsung, kita jadi tahu kesulitan yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya. Hanya saja, saya tidak menyangka kalau membuat Reels untuk posting di Instagram dan mengajak orang lain kolaborasi itu ada dramanya sendiri. 

Beberapa waktu lalu, kita bisa berkolaborasi dengan teman untuk postingan di Instagram. Saya dan beberapa teman sudah mencoba untuk postingan foto. Lalu saya juga membuat reels dan mencobanya dengan teman yang lain dan tidak menemukan masalah. Gunanya apa sih kolaborasi itu? Postingan otomatis muncul di timeline akun Instagram yang kita ajak kolaborasi. Tapi, ketika saya mencoba mengajak akun Instagram kedai kopi yang baru saja saya kunjungi; ternyata ada masalah. 

Saya mulai ya dari proses awal membuat reels. Bakalan banyak screenshot, agar lebih memudahkan buat saya mengurutkan kejadian (serius amat). 



1. MAKING REELS

Karena sekarang Instagram memberikan pilihan untuk membuat reels langsung di apps mereka, saya memilih cara ini. Saya memilih beberapa foto atau video untuk dijadikan satu reels. 



2. CHOOSING AUDIO

Apa yang bikin lama kalau lagi membuat reels? MILIH LAGU. Iya, milih lagu yang cucok, tapi maunya yang lagi trending, terus kok gak nemu-nemu, akhirnya baper, terus gak jadi. Dan berulang terus saja sampai besok hingga akhirnya gak jadi bikin reels. 

Instagram biasanya akan memilihkan lagu atau audio yang mirip-mirip dengan yang sering kita gunakan. Tapi belum tentu juga cocok sama yang kita mau pada saat kita sedang membuat reels. 




3. Syncing clips to Audio

Kalau sudah memilih lagunya, Instagram akan syncing clips to audio. Jadi pergantian video ke video atau gambar, sesuai dengan irama lagunya. Mereka akan memotong video jika terlalu panjang, atau malah membiarkan foto tayang selama 5 detik, tergantung dari audio yang dipilih. 

Jika sudah selesai, click tanda panah di kanan bawah untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

Jika masih mau menambah foto atau video, click skip.

NOTE: Biasanya saya akan mematikan original audio alias suara-suara kendaraan lewat, atau malah gosip artis (halah). 



4. EDIT CLIPS

Kalau masih ingin edit seperti menambahkan tulisan atau malah ganti lagu (LAGI), langsung saja click edit clips.

Tapi jika sudah selesai dengan edit sana sini, langsung click next.




5. TAG PEOPLE (for tagging or collaboration)

Sampai di sini, apakah ada yang mau diganti lagi seperti covernya? Bisa click edit cover. Edit cover bisa dari foto yang tidak terdapat dalam reels atau dari cuplikan video yang ada dalam reels. 

Yang bikin lebih lama proses bertapanya adalah bikin caption, kecuali sudah disiapkan dan tinggal paste yah. 

Mau menambah lokasi, atau memutuskan tidak membagi reels ini di feed juga bisa. 

Yang berikutnya kita click TAG PEOPLE



6. Choose Collaborator or simply tagging.

Saya memilih teman atau pemilik akun IG untuk diajak kolaborasi. Kalau kolaborasi, postingan saya akan otomatis muncul di timeline yang diajak kolaborasi. Begitu juga sebaliknya. 



7. Invite collaborator

Jika sudah memilih untuk mengundang pengguna akun IG lain untuk jadi kolaborator akan muncul layar ini. 



8. Search collaborator

Apakah kita bisa mengundang siapa saja di Instagram termasuk akun yang tidak saling follow? Sepertinya tidak. Saya mencoba mengetik nama teman saya: Lenny, yang memang sudah saling follow dengan saya. 

Muncul tampilan seperti di atas. Nama teman saya bisa saya click untuk dikirimkan undangan kolaborasi. 

Di bawahnya ada nama pengguna akun Instagram yang tidak bisa saya click; dan kami memang tidak saling follow. 




9. Choose collaborator

Saya click nama akun teman saya untuk dijadikan kolaborator. 

Apakah ada masalah?

ADAAAA... 

Saya pernah mencoba untuk mengajak teman yang lain, namun mereka tidak menerima invitationnya. Ada yang menerima, tapi undangan tidak bisa di-click. 

Saya pernah mendapat undangan kolaborator dan tidak bisa saya click. Tapi ketika saya tanya ke teman, ia menyatakan hanya tagging saya saja dan tidak mengundang untuk kolaborasi. 





10. NOTIFICATION

Teman saya menerima pemberitahuan kalau dirinya diundang untuk menjadi kolaborator. Ia bisa click review terlebih dahulu. 




11. Accept or decline.

Saya belum mencoba juga sih, apakah kalau langsung menolak, ajakan kolaborasi berubah menjadi tagging saja?

Untuk saat ini, mari kita terima dulu ajakannya. 




12. TAYANG

Jika sudah menerima ajakan kolaborasi, otomatis postingan juga akan muncul di feed yang menerima undangan tersebut. 




13. REMOVED

Sudah menerima, tapi memutuskan untuk membatalkan? Bisaaaa...  Buka postingan tersebut, click tanda tiga titik di kanan atas dan akan muncul pilihan untuk STOP SHARING.




14. STOP SHARING

Click stop sharing jika memutuskan untuk tidak tercantum sebagai kolaborator. 




15. REMOVED FROM POST

Jadi setelah click stop sharing, masih diberikan beberapa pilihan. Teman memilih : REMOVE ME FROM POST.




16. NOTIFICATION

Saya sebagai pihak yang mengajak kolaborasi mendapat pemberitahuan kalau teman saya sudah tidak lagi sebagai kolaborator.

Setelah ia tidak lagi menjadi kolaborator, pada postingan tersebut dirinya hanya di TAGGED saja oleh saya. 




17. MEMBATASI UNDANGAN

Teman saya lalu mendapat pertanyaan apakah ia ingin membatasi mendapat undangan tagging. 


NO COLLABORATION 

Sudah sepanjang begini, jadi masalahnya sama kopisyof mana? Jadi, setelah melewati proses bikin reels ini, lalu minta ijin pada kopisyof untuk mengajak kolaborasi dan disetujui lalu akhirnya saya click invite, ternyata kolaborasi tidak bisa dilakukan. 




Jadi dramanya apa? Ya, ini karena saya saja yang baper sih... Mata sampai capek menyusun video demi video, buat dijadikan reels, belum drama memilih lagu yang pas... kemudian ketika akhirnya sampai pada langkah invite for collaboration, ealah... gagal... 


SOLUSINYA?

Jujurly, untuk masalah yang ini, dikarenakan saya sudah baper duluan dan malas mengulang step memilih lagu, saya membatalkan kolaborasi dan hanya tagging saja.

Sementara dengan teman yang lain, ketika gagal mengajak kolaborasi, saya mencoba untuk upload video yang sebelumnya sudah saya edit lewat aplikasi lain. Dan ternyata dengan cara ini, kolaborasi berjalan lancar.

Jadi saran saya sih, coba-coba saja buat dulu video untuk reels lewat aplikasi lain sebelum mengajak kolaborasi. 


Semoga postingan ini bisa membantu teman-teman yaaaa... Kalau ada yang punya cerita kurang lebih sama, boleh-boleh berbagi di komentar ya. 

4 komentar:

  1. Aku pernah bikin reels bareng dan posting bareng. Menurutku, kita sama-sama diuntungkan sih. Kan ada followers kolaborator yang bukan followers kita, jadi bisa memperluas jangkauan. Cuma waktu itu reels-nya agak kocak sih. Buat seru-seruan aja. Hihi...

    BalasHapus
  2. Wow aku baru tau soal beginian. Soalnya jarang makai fitur ini. Thanks for sharing.

    BalasHapus
  3. Wah aku belum pernah coba fitur ini..

    BalasHapus
  4. Reels ini termasuk yg jarang banget aku pakai mba. Lebih karena males editnya 🤣🤣🤣

    Tapi katanya jangkauan reels ini lebih jauh yaaa drpd feed yg biasa? Tapi part yg,tidak membagikan reels di feed, itu maksudnya hanya kita aja yg bisa melihat alias private, atau masuk ke reels tapi ga masuk ke feed yg biasa? Soalnya kdg ada beberapa clips yg aku memang ga mau sharing mba. Hanya utk privacy sendiri. Kalo FB kan bisa tuh disetting hanya Only me yg bisa lihat. Makanya msh banyak yg hrs aku pelajarin kalo reels ini

    BalasHapus

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.