Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Kamis, 21 Mei 2026

Cikini Slow Living: Jelajah 4 Spot Kuliner di Jalan Raden Saleh


Kedai Kopi Kina di jalan Raden Saleh


Macet. Ini yang sering terjadi di jalan Raden Saleh di Cikini, belum lagi kalau sedang ada perbaikan jalan. Jadi jalan di sini biasanya dihindari oleh pengemudi kendaraan. Jalan di sini diberi nama Raden Saleh karena mendiang pelukis legendaris tersebut pernah tinggal di area ini sebelum pindah ke Bogor. Sepanjang jalan Raden Saleh saat ini terdapat beberapa tempat untuk kulineran. Saya membuat daftar untuk empat tempat dulu lah ya:



1. Kedai Sesama: Ruang Hangat di Tengah Kota

Kedai ini adalah definisi dari "kecil-kecil cabai rawit". Tersembunyi di balik riuhnya Raden Saleh, Kedai Sesama menawarkan ketenangan dan suasana yang berasa hangat, mungkin efek dari pemakaian elemen kayu di dalamnya. Jadi vibesnya berasa rumahan, minimalis dan tenang. Cocok buat cari ketenangan di saat jam makan siang, bawa buku buat teman makan sekalian mencari inspirasi. 


Karena saya datang pas makan siang, saya memilih pesan mie bakso dan sparkling kunyit asam (ini beneran nyentak nyeger banget di cuaca yang lagi panas). Itu juga menjadi alasan saya memilih area indoor dibanding yang semi outdoor apalagi outdoor (walau ada payung buat melindungi).



Kekurangannya tempat ini adalah kurang cocok kalau mau membawa pengguna kursi roda. Agak ribet sih jalannya dan tidak ada restroom khusus bagi pengguna kursi roda. 


Jika kalian membawa mobil, bisa diparkir di dekat Chateraise yang lokasinya ada di depan. Dan karena areanya juga terbatas, saya lebih merekomendasikan untuk tidak membawa mobil. 


Lokasi:





2. Chateraise: Kenikmatan Dessert dari Negeri Sakura

Pecinta dessert yang malas ke mall, bisalah mampir sejenak dan memanjakan diri dengan berbagai macam kue dan snack dari Jepang, kualitasnya sudah tidak usah diragukan lagi deh. 



Di sini lebih fokus pada pelayanan takeaway tapi tersedia juga kok meja dan kursi bagi yang ingin langsung menikmati dessert pilihannya. Ketersediaan meja dan kursi tidak terlalu banyak, ada di area indoor dan semi outdoor. Kebanyakan pengunjung tidak duduk berlama-lama juga sih. Saya jarang melihat ada pengunjung yang dine in setiap kali ke sini. 



Letaknya pas di depan Kedai Sesama, sehingga memungkinkan buat kalian yang bawa kendaraan untuk bisa parkir. Itu juga kalau tidak keduluan sama mobil lain yang bakal parkir juga. Karena, selain Kedai Sesama ada juga Mangkokku. Jadi tempat ini ada tiga tempat yang cocok buat makan siang dan juga hidangan penutup alias dessert. 


Lokasi:



Sound Horeg Kedai Kopi Kina

3. Kedai KopiKina: Perpaduan Retro dan Modernitas

Kopikina Cikini mengusung konsep modern rustic berpadu dengan sentuhan industrial yang estetik dan pastinya Instagramable. Karakteristik unik dari cabang Raden Saleh ini adalah hadirnya replika lukisan megah "Penangkapan Pangeran Diponegoro" karya sang maestro Raden Saleh yang menghiasi dinding utama, memberikan nuansa seni dan juga budaya. Pencahayaan di malam hari cenderung redup dan hangat dengan iringan musik yang santai. Jadi membuat tempat ini pas banget buat mereka yang ingin WFH, tugas kuliah atau nongkrong. Banyak electric plug juga kok. 



Ada area indoor yang terbagi dua (smoking & non smoking area). Di bagian dalam, ada slow bar yang cocok bagi pengunjung untuk melihat langsung barista menyeduh kopi. Bagi yang ingin lebih santai bisa nongkrong di area outdoor. 

KopiKina terkenal dengan variasi pilihan biji kopi nusantara dan racikan modernnya. Beberapa varian yang bisa Anda temukan antara lain:

Kopi Tradisional & Manual Brew yang menggunakan biji kopi lokal seperti Aceh Gayo. Ada juga dong es kopsus sampai Dirty Matcha. 


Selain dessert, mereka juga ada menu burnt butter toast serta makanan berat lainnya. Pastinya ada juga pastry & dessert. 



Sayangnya di sini, agak ribet kalau saya mau bawa ibu yang menggunakan kursi roda. Mungkin bisa dibantu pas mau masuk dan memilih tempat yang dekat pintu. Tapi kalau mau ke restroom jadi agak jauh dan harus ke belakang, dekat area luar. 

Untuk parkir, ada kok di halaman depan, dan ada jasa valet parking. 


Lokasi:





4. Sahasra Coffee (Area SenyawaPlus)

Sahasra Coffee bukan sekadar kedai kopi mandiri, melainkan bagian dari ekosistem kreatif di SenyawaPlus. Berada di dalam area kreatif ini memberikan Sahasra suasana yang sangat dinamis namun tetap tenang. Kita bisa menikmati kopi di tengah arsitektur bangunan yang terbuka dan modern, seringkali bersanding dengan kegiatan komunitas atau eksibisi kecil yang sedang berlangsung di area tersebut.

Ohya, pas ke sana ada yang jualan pernak pernik serba kocheng. Wah, kayaknya saya tidak mau lagi deh datang, bisa tergoda habis-habisan inih membeli gantungan kunci atau produk lokal lainnya. Untuk minuman, saya pesan coklat panas buat duduk nyantai sejenak. Suasananya tenang, benar-benar tertutup dari keriuhan di jalan, terlebih lagi karena lokasinya memang ada di lantai 2.


Yang saya suka juga di sini, ada tempat sampah dari sampah tutup botol. Mereka juga siap menampung sampah bekas tempat minum para pengunjung. Menyenangkan sekali untuk tahu bahwa sampah tersebut akan diolah lagi dan mereka jadi perantaranya untuk hal tersebut. 

Di sini, lumayan sih tempatnya buar parkir tapi saya tidak tahu apakah gratis atau ada ongkosnya. 


Lokasi:




Nah, ini hanya sebagian kecil ya dari yang bisa dikunjungi di jalan Raden Saleh. Kalian, sudah pernah ke mana saja? Boleh ditambahin di kolom komentar loh. 


0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.