Blog berisi curhatan si lajang

Selasa, 09 Mei 2023

Berbagi Informasi Dari Konten Seputar Kuliner

Makan-makan - koleksi pribadi Ria

Hobi saya paling utama? Makan! Lalu saya mulai suka foto-foto makanan, walau awalnya hanya untuk koleksi pribadi. Akhirnya saya post foto-foto tersebut di blog sendiri. Hingga akhirnya saya mulai menulis review juga di berbagai aplikasi tempat makan. Dan pastinya juga sesekali membuat konten untuk akun media sosial. Sama seperti ketika awalnya saya mulai membuat blog, foto dan artikel tersebut untuk pengingat, tempat makan di sini enak (selain curcol pribadi pastinya). Selain itu sebagai informasi jika ada yang membutuhkan. 


MENGAPA BERBAGI INFORMASI?

Awalnya karena saya mengalami sulit mencari informasi yang dibutuhkan. Heloww, jaman sebelum ada internet, modal kami-kami nih hanya daftar panjang dari email yang di forward untuk kesekian kalinya. Apa saja informasi yang dibutuhkan? Antara lain nih, menyebutkan beberapa seperti: 


- Apakah tempat makan ini masih ada atau tidak? 

Sejak pandemic, ternyata banyak tempat makan atau tempat ngopi yang tutup. Sangat menyebalkan ketika sudah langsung berangkat dan sampai di sana, lah tutup?


- Buka setiap saat atau hanya pada jam-jam tertentu?

Tentu tergantung tempat dan lokasinya, ada yang buka 24 jam. Ada yang buka dari siang hingga pagi hari alias subuh. Namun tidak sedikit juga yang hanya buka di jam-jam tertentu. 


Restoran dalam hotel Mercure Cikini - koleksi pribadi Ria

- Lokasi tempat makannya di dalam mall atau punya tempat sendiri?

Bagi yang membawa kendaraan sendiri, setidaknya tipis lah ya kemungkinan tidak mendapatkan tempat parkir di dalam mall. Sementara, jika tempatnya berada di luar mall, harus diperhitungkan apakah ada area parkir yang cukup, atau jalanannya macet melulu kah di sekitaran tempat makan tersebut?

Bagi pengguna angkutan umum, tentunya juga ingin tahu lokasinya, apakah dekat dari stasiun atau halte terdekat?


- Apakah ada akses jalan bagi pengguna kursi roda?

Karena mama saya lebih banyak menggunakan kursi roda, kalau tempatnya di luar mall, maka akan lebih banyak lagi informasi yang saya butuhkan.

Biasanya area depan restoran tersebut sudah penuh sama mobil yang parkir. Kecuali kami datang lebih pagi, agar lebih leluasa masuk. 

Ada anak tangga sebelum masuk ke dalam restoran pun, harus saya perhatikan sekarang.


- Apakah tempat ini menjalankan protocol kesehatan?

Awal-awal pandemic, yang satu ini penting buat saya ketahui. Apakah ada pembatasan jumlah pengunjung, jarak aman antara meja yang satu dengan yang lainnya. Disediakan hand santitizer atau tidak? Untunglah masa-masa tersebut sudah berlalu. 


- Kisaran harga makanan?

Ini jelas penting banget dong untuk dicari tahu, walau biasanya melihat dari lokasi dan tempatnya, biasanya kita sudah bisa menyusun budget. 

Yang perlu kita tahu, budget makannya bisa mendapatkan makanan yang kita suka atau tidak?


Plataran Senayan - koleksi pribadi Ria

- Perlu reservasi?

Biasanya kalau tempatnya sedang hits dan menjadi incaran banyak pengunjung; entah karena makanannya enak atau tempatnya yang okay buat foto-foto, sebaiknya cari tahu nomor telepon yang bisa dihubungi dan lakukan reservasi. Tapi kalau mendadak batal, jangan lupa batalkan juga reservasinya loh. Bisa-bisa kita kena blacklist oleh pihak restoran. 


- Apakah ada durasi waktu untuk makan?

Beberapa tempat makan menerapkan peraturan durasi berada di dalam restoran. Terhitung sejak pesanan kita dicatat atau dibuat. 

Misalnya tempat makan sepuasnya, ataupun kafe yang tengah hits karena baru buka. 


- Menerima pembayaran tunai atau non tunai? 

Sejak masa pandemic, kita bisa membayar dengan non tunai seperti scan QR. Kadang saya senang, karena jujur akhir-akhir ini saya tambah malas bawa uang tunai. Yang berabe ketika restoran tersebut hanya menerima uang tunai. Beberapa untungnya masih memberikan pilihan transfer antar bank. 


Pertanyaan-pertanyaan ini baru sebagian kecil dari kegiatan yang sepertinya sepele, ini hanya mau mencari tempat makan saja kok. Belum lagi merembet ke istilah-istilah yang ada di seputar restoran, misalnya istilah dine in, takeaway, fine dining, casual dining, all you can eat, ala carte, buffet, cara menggunakan peralatan makan dan masih banyak lagi. Selain informasi tempat makannya, hal-hal yang disebutkan sebelumnya juga bisa jadi ide untuk konten seputar kuliner.

Bukankah menyenangkan mendapatkan informasi dari yang kita butuhkan lalu kita bagikan informasi tersebut dengan konten kita sendiri?



BAGAIMANA MENCARI INFORMASI?

Ada banyak apps untuk mencari informasi tempat makan, tergantung kalian tinggal di propinsi mana nih? Apps tempat makan ini selain memberikan informasi berupa review dari para penggunanya, juga memberikan kemudahan lain loh. Misalnya bisa sekalian reservasi di restoran yang dituju atau ada juga pembelian voucher diskon. Tapi pada awalnya biasanya saya mencari informasi di Google Maps. Karena selain memberikan informasi jam operasional tempat makan, saya bisa sekalian mendapatkan rute menuju restoran tersebut. 


sumber foto: IndiHome

Biasanya aktivitas mencari informasi ini saya lakukan ketika hendak keluar di akhir pekan dan mulai browsing sana sini dengan Telkom Indonesia sebagai Internet Provider dan telepon di rumah. Iya, saya memang hobinya sudah mau berangkat, baru cari informasi. Tapi ini hanya berlaku kalau tujuannya masih dalam kota yang sama ya. Kalau hendak ke luar kota, biasanya saya tidak mau dadakan. Biasanya setelah cari informasi dan jika perlu untuk reservasi, saya langsung telepon saja dari rumah. Tenang, bukankah ada paket untuk durasi telepon agar tidak jebol tagihan? Kualitas suaranya juga jernih loh. 

Memang ada tempat-tempat yang kita bisa datangi tanpa perencanaan kok. Ini biasanya terjadi setelah saya mager setelah pulang kantor dan melihat media sosial. Wah, mendadak jadi banyak tempat yang ingin dikunjungi karena terlihat nyaman, menyediakan pastry, akses dekat halte busway dan akhirnya menghubungi teman lalu kami kumpul dan menikmati makanan di sana.



Bakmi bakso - Koleksi pribadi Ria


UNTUK APA BERBAGI INFORMASI?

Setelah mengunjungi tempat makan, saya akan berbagi informasi ke Google Maps dan juga aplikasi review tempat makan.

Duh, buat apa sih? Repot sekali mesti foto-foto dulu tempatnya, makanannya, hal ini kan mengurangi keasikan untuk makan? Belum lagi kena omel oleh teman-teman yang makan bareng, karena harus foto-foto dulu. 

Buat saya, yang memang hobi makan, saya juga senang foto makanan. Dari dulu, saya suka melihat makanan yang kombinasi warnanya menarik, pasti akan bagus jika terlihat di foto. Tidak usah ditanya, berapa kali saya kena sindiran, omelan, dari orang-orang yang sedang makan bersama saya. Apalagi saat itu, belum ramai membuat konten kuliner seperti sekarang ini. 

Untuk upload foto-foto makanan, saya harus akui, memang butuh usaha juga sih. Jika kalian jengkel kalau sedang nonton dan layar buffering, maka sama jengkelnya ketika upload foto makanan dan gagal terus. Upload foto saja bisa gagal, apalagi yang namanya video? Belum lagi nih, ketika sedang edit video di aplikasi secara online, tiba-tiba jaringan terputus. Terhenti lagi prosesnya. Ketika akhirnya hendak upload, memilih lagu dan filter yang cocok saja bisa jadi drama. Sudah bertapanya lama, memilihnya lama, eh jaringannya lama juga terus gagal. Makanya, untung saja hobi saya ini didukung sama layanan IndiHome. 


Sumber foto: IndiHome



Pertanyaannya tetap, mengapa saya senang berbagi informasi?

- Sedari dulu selain makan, saya memang hobi menulis. Dari yang sekedar curhat gak jelas, sampai pengalaman makan di restoran, traveling ke luar kota hingga suka duka menggunakan angkutan umum selama bertahun-tahun. Jadi, selain untuk pengingat bagi diri sendiri, saya berharap tulisan saya dapat menjadi sumber informasi bagi yang membutuhkan. Senang saja kalau ada yang DM ke saya dan bilang, wah terima kasih ya untuk informasinya. 


- Saya jadi reviewer setia beberapa aplikasi review tempat makan, sudah beberapa tahun terakhir ini. Karena, saya mendapatkan benefit seperti voucher di tempat makan hingga pulsa loh! Jadi, lumayan kan dari hobi bisa mendapatkan penghasilan sampingan. 


- Mendapatkan teman-teman baru dari berbagai kalangan yang sama-sama hobi makan dan membuat konten. Percayalah, cari teman itu susah loh. Dan orang yang biasanya doyan makan adalah orang yang menyenangkan untuk dijadikan teman. Contohnya saya. Ehm. 


- Pernah dapat voucher menginap juga dari Google Maps. Yang sering membuat review di Google Maps, kalian sudah berada di level berapa nih? Saat ini saya masih di level 8. Jadi ingin tahu, hadiah apa yang bisa didapatkan jika naik ke level berikutnya. 


Jadi, setelah kalian mencari-cari informasi seputar kuliner (lokasi, makanannya apa, tempatnya nyaman atau tidak atau malah resep masakan), yuk dilanjutkan dengan gentian berbagi informasi. Percayalah, ada banyak dari kita-kita yang memerlukan informasi tersebut. Dan jika bisa jadi penghasilan tambahan, mengapa tidak mulai saja membuat konten kuliner dari sekarang? 

21 komentar:

  1. Makanya saya senang baca review traveling atau makanan yang panjang dan detil. Gak sekadar menulis rasanya enak atau enggak. Karena semakin detil tulisannya, pembaca jadi semakin punya bayangan. Kalau sampai tertarik, biasanya kecil kemungkinan zonk

    BalasHapus
  2. Memang bener ya, saya juga termasuk yang suka searching dulu cari informasi kalau mau kulineran. Harus tau review dari pengunjung yang lain, apa saja menu makanannya, berapa harganya dan fasilitas di sananya. Apalagi kalau bawa anak kecil, kudu cari info juga apakah tempatnya ramah anak atau enggak.
    Jadi memanfaatin banget kalau ada yang ngereview tempat makan

    BalasHapus
  3. Aku termasuk yang terbantu kalau ada yang mengulas tempat makan. Soalnya aku kan jarang makan keluar. Jadi semi gak mau coba-coba kalau gak pasti. Ya walaupun semua balik ke selera masing-masing sih

    BalasHapus
  4. Bisa dibilang jadi hobi yang menghasilkan ya, kak Ria..
    hobi kuliner, jalan-jalan dan semua diabadikan sehingga bisa lebih bermanfaat bagi pembaca yang mencari tahu mengenai informasi tersebut.
    Senang sekali sekarang ada internet yang bisa diandalkan untuk mencari berbagai jenis informasi.

    BalasHapus
  5. Iya siha ku juga senenng sharing info kuliner dan tempat2 wisata atau holet t di googlw mas sekaian review. Karena itu review2 kayak gt ngebantu juga saat kita butuh mba.

    BalasHapus
  6. Review, ulasan, dan kisah-kisah yang direkomendasikan kebanyakan dari blog sih aku. Cari informasi apa pun yang kita mau pas ada aja blog yang bahasnya. Apalagi tentang kulineran, ku masih ngandelin blog buat cari tahu.

    BalasHapus
  7. selalu merasa happy kalo nontonin atau baca konten tentang kuliner dan tempat-tempat wisata trus bacain reviewnya deh

    BalasHapus
  8. Baca tulisan mba ini saya jadi inget, kalau saya udah lama gak bikin konten kuliner di blog yang satunya.

    Semoga bisa nih segera mengupdate konten kuliner, kadang banyak yg nyari juga.

    BalasHapus
  9. sering banget saya ditanya sama google maps soal tempat yang saya singgahi berupa pertanyaan-pertanyaan singkat seperti itu. Memang keliatannya sepele ya, tapi saya sepakat ini akan membantu sekali orang yang hendak datang ke tempat yang pernah kita tuju terutama tempat wisata kuliner.

    BalasHapus
  10. Bener Mba konten kuliner nih selalu hits dan juga tentu saja menarik menjadi bahan untuk konten kreator, bikin konten atau akses konten sama2 butuh Internet yang baik dan lancar ya kan suapya informasi bisa tersampikan dengan baik dan informasi yang diakses tidak keliru. Butuh indihome ya kan

    BalasHapus
  11. Seru banget deh kalau bikin konten itu temanya jalan-jalan atau makan-makan karena jadi ikutan kenyang nonton video ataupun baca kita icip-icip makanannya emang ya kalau internet kencang itu kita bisa membuat konten yang menarik dan segera bisa dipublikasikan

    BalasHapus
  12. Dengan IndiHome semua bisa diperoleh di dunia maya
    Tinggal kita memanfaatkannya untuk hal apa dan semoga selalu positif serta karya bisa bermanfaat bagi banyak orang

    BalasHapus
  13. klo pakai Indihome beneran bikin hidup makin mudaahhh
    sukaa bgt dengan insight kyk gini mbaaa

    BalasHapus
  14. Kereen, Mbak, dari hobi kulineran, berbagi informasi hingga jadi penghasilan sampingan. Saya sendiri termausk tipe yang cari informasi dulu jika mau kulineran, apalagi ke tempat yang baru. Pengalaman pernah , eh di tempat itu ga terima pembayaran non tunai. Jadilah saya ngumpulin uang cash dari dompet sendiri, suami dan anak saya hahaha

    BalasHapus
  15. Nggak cuma kuliner si, mbak. Aku tu hampir semua hal searching dulu reviewnya di internet. Takut aja kan hasilnya malah zonk. Kalau sudah baca review pengunjung kan jadi ada gambaran mau lanjut atau cukup sampai di sini.

    BalasHapus
  16. iyaaa memang perlu info sedetail itu yah
    biasa aku andalkan review di google maps terutama untuk testimoni rasa dan lokasi. kalau ada foto-fotonya kan jadi lebih terbayang yah sebelum ke sana
    apalagi Mbak Ria yang pergi dengan mama yang pakai kursi roda. Akses jalan berupa ramp untuk wheelchair butuh banget.

    BalasHapus
  17. aku masih level 7 di google maps sering dapat voucher tapi nggak kepake karena tempatnya nggak ada di daerahku. tapi tetap sering sharing tempat cause i liked it and enjoy it

    BalasHapus
  18. Huaaa .. ini bener banget mbak Ria!
    sekarang aku googling makan di situ : menu rekomendasi - harga - cara bayar - cara pesan (penting ini) - dan lokasi

    BalasHapus
  19. Beneerr mak, informasi kuliner tuh penting juga. Jadi kalau ke daerah mana, bisa terbantu banget mencari rekomendasi tempat makan dari internet

    BalasHapus
  20. Nonton konten kuliner juga seneng selain rekomendasi jadi ada ide bikin masakan di rumah

    BalasHapus
  21. Oh kalo sering2 review di Gmaps itu dpt hadiah mba? Baru tau akuuuuu 不不不不不. Soalnya aku jarang ngereview di sana. Sesekali pernah, tapi banyakan ga nya .

    Aku sering berbagi info gini, sbnrnya Krn aku sendiri pelupa sih, jadi biar ga lupa kalo ntr mau DTG lagi, aku tulis deh. Trus selanjutnya Krn suka menulis memang. Udh kayak healing terapi menulis itu. Makanya ga bisa juga diskip. Terbantu dengan adanya indihome. Kalo ga pake wifi indihome di rumah, pasti lebih boros sih kalo ngandelin provider hp 不. Apalagi si merah, nyedot banget hahahah

    BalasHapus

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.