Blog berisi curhatan si lajang

Selasa, 08 Juni 2021

#NEWNORMAL Vaksinasi AstraZeneca Ronde Pertama


Sebelumnya saya ingin memberikan pernyataan bahwa postingan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan bukan postingan berbayar. 

Saya termasuk yang kepingin banget dapat vaksinasi. Ketika ada kesempatan, kantor di mana saya bekerja mendaftarkan kami para karyawannya untuk mengikuti proses vaksinasi dan menunggu sekitar sebulan dua bulan. Lalu pada tanggal 24 Mei 2021 rekan kerja saya menghubungi via WA dan menanyakan apakah saya menerima pemberitahuan via email dan WA tiket vaksinasi? 

Wah, masih pagi dan mata masih sepet pula, buru-buru saya buka WA dan email untuk check. Ternyata beneran ada, dan saya bersyukur banget malam sebelumnya durasi tidurnya cukup. Ya, beberapa waktu belakangan ini saya agak kesulitan untuk tidur di malam hari. Jadi, setidaknya lumayan lah. Ohya, kami juga dianjurkan untuk makan dulu, setidaknya jangan sampai perut kosong. 

Biar gak mumet, saya bikin daftar ya yang harus diperhatikan:

- Tidak ada penyakit bawaan

- Tidur yang cukup sehari sebelumnya

- Sebelum vaksinasi, disarankan makan secukupnya 

- Jika rutin ke dokter, bisa konsultasi dulu apakah bisa vaksinasi


Lanjut lagi ya, sesampainya di kantor, ternyata tidak semua rekan saya mendapatkan tiket vaksinasi. Ada yang dapat tiket eh malah lagi mudik karena tidak bisa pulang saat Lebaran lalu.Yang satu lagi malah tidak dapat tiket sama sekali, artinya ya harus menunggu lagi. Jadi, beberapa orang yang telah mendapatkan tiket vaksinasi pun segera berangkat bersama ke sekolah St. Ursula. Karena di sekolah tersebut proses vaksinasi akan dijalankan.


Setelah tiba di sekolah St. Ursula, ya jelas kami harus antri dulu karena yang mau vaksinasi banyak bow. Beberapa di antara mereka malah tengah bersiap untuk vaksinasi yang kedua. 

Awalnya, panitia menanyakan kami dari mana dan mengumpulkan KTP untuk cross check dengan daftar mereka. Ternyata, salah satu rekan saya tidak bisa langsung masuk karena tidak terdaftar. Padahal dia mendapatkan WA yang sama seperti kami untuk mendapatkan vaksinasi. Bagi kami yang sudah diperiksa dan data-datanya sesuai dengan daftar mereka, selanjutnya menerima kembali KTP dan bisa masuk ke dalam ruangan pemeriksaan dulu. 




Kami diberikan selembar kertas yang harus diisi, antara lain data seperti nama, nomor KTP, lalu lainnya:

- Apakah memiliki penyakit bawaan?

- Apakah ada obat yang rutin harus diminum?

- Apakah tengah menjalani pengobatan seperti kemoterapi?

- Apakah memiliki alergi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya sebagian dari yang ada di daftar yang harus dijawab oleh kami. Jadi jangan lupa bawa bolpen ya teman-teman agar tidak ribet meminjam ke orang lain. Dan jika ada yang tidak jelas dari pertanyaan tersebut, bisa langsung menanyakan ke petugas yang ada. 




Setelah mengisi lembaran tersebut dan tandatangan, kami dipersilahkan untuk ke ruangan di mana proses vaksinasi berlangsung. Wawww, sudah karatan tinggal di Jakarta saya baru kali ini masuk ke sekolah Santa Ursula yang ternyata luas dan besar banget ya. Kami berada di dalam aula dan mulai menunggu untuk proses administrasi terlebih dahulu. KTP kami dikumpulkan lagi oleh panitia yang bertugas.


Kami dipanggil sesuai nama yang ada di KTP dan dicocokkan kembali data-datanya. Jika sudah selesai, maka dipersilahkan menunggu lagi untuk proses administrasi berikutnya. Kali ini data-data kami diinput, jadi ketika mereka menyebutkan nama dan terdengar salah, langsung saja dikoreksi ya teman-teman. Petugasnya pun bertanya, apakah saya sedang sehat hari ini? 

Saya sebenarnya mau bilang, menurut bapak bagaimana? Okay, kidding. Ya, jujur saja saya sudah mulai deg-degan di sini. Karena ketika hendak menjawab, pandangan mata saya tertumbuk pada nama vaksin yang akan diberikan.

ASTRAZENECA.

DEG... Saya mengingat berita mengenai salah satu penerima vaksin tersebut yang meninggal sehari sesudahnya. Tapi, saya merasanya sih sehat ya. Mudah-mudahan. Tapi bapak tersebut menegaskan lagi pertanyaannya, apakah saya sehat? Ketika saya mengiyakan, ia mempersilahkan saya untuk antri di tempat yang telah dipersiapkan. Kali ini antri untuk memeriksa tensi.

Dan benar saja dong, tensi saya tinggi di sekitar 160-an dan menurut yang memeriksa, detak jantung saya juga gak biasa. Ia meminta saya untuk rileks dan menanyakan, biasanya tensi saya berapa? Seingat saya biasanya 140-an dan yang di bawah tidak pernah sampai 100. Akhirnya ketika tensi saya mencapai sekitar 140-an (setelah tiga kali tensi dan upaya yang baik dari mereka untuk menghilangkan ketegangan saya), baru saya diperbolehkan untuk lanjut. 

Kembali lagi saya harus antri, tapi sebenarnya antriannya tidak lama kok. Ada beberapa petugas yang melakukan pemeriksaan tensi, jadi tidak hanya satu dua petugas ya. Akhirnya tiba giliran saya, dan agar tidak tegang saya pun memulai pembicaraan dengan dokter. Dan kebetulan mereka juga mengulang lagi pertanyaan dari lembaran yang harus diisi sebelumnya. Lalu salah satu dari mereka menawarkan untuk mengambil foto saya saat divaksinasi. Mungkin biar mengurangi ketegangan juga, atau mereka sudah tahu saya banci foto. 

Setelah proses vaksinasi selesai, and I won't lie, it hurts when the needle penetrate into my upper arm. Dan saya agak kaget juga sih. Karena, secara saya ini sudah sering banget keluar masuk rumah sakit. Bukan sesuatu yang perlu dibanggakan, tapi maksudnya saya sudah biasa disuntik, diambil darah untuk cek lab and so on. Yang ini kok berasa lebih besar jarumnya atau gimana deh. Tapi ya sudahlah, vaksinasi sudah selesai sekarang saya diminta untuk menuju ruang observasi. Sebelumnya saya diberikan semacam kartu (seperti kartu berobat) yang berisi data-data seperti tensi dan tanggal vaksinasi pertama. 

Di ruang observasi, saya pun kembali ditensi dan menceritakan kalau awalnya tensi saya sempat tinggi. Di kartu tersebut ada data tensi sebelum vaksinasi dan sesudah. Dan ternyata setelah divaksinasi, tensi saya naik kembali, walau tidak setinggi waktu pertama kali ditensi.

Kemudian saya juga diberikan obat parasetamol dan diminta untuk diminum saat itu juga. Mereka meminta saya untuk minum sebanyak tiga kali hari itu dengan jarak 5 jam. Kalau misalnya keesokan harinya saya merasa baik-baik saja, maka obat tersebut tidak perlu diminum lagi. OKAY... Saya mendapat jadwal untuk divaksinasi 3 bulan lagi yaitu di bulan Agustus. 

Ternyataaaa, malamnya sekitar jam 21.30 saya merasa badan meriang dan tidak enak deh pokoknya. Padahal sore ketika saya minum obat untuk kedua kali, badan masih baik-baik saja. Rasa meriang itu berlanjut terus dan bahkan saya sampai tidak bisa tidur. Keesokan paginya, jam 4 subuh saya merasa demam dan minum lagi deh obat tersebut. Demam akhirnya turun, tapi seharian saya merasa meriang dan minta ijin tidak masuk kantor. Saya bahkan sampai mengirim WA ke dokter yang memberikan vaksinasi. Loh, kok saya bisa tahu nomor telp dokter tersebut? Ada tertera di kartu yang diberikan dan juga brosur mengenai gejala yang mungkin terjadi setelah vaksinasi. 




Saya menghubungi teman-teman kantor yang ternyata juga mengalami meriang, dan bahkan ada yang panas dingin serta demam juga. Saya divaksinasi hari Senin, dan Selasa kondisi tubuh meriang serta demam. Dokter yang dihubungi via WA menyatakan bahwa efek tersebut bahkan bisa berlangsung selama seminggu. Untungnya hari Rabu kondisinya saya sudah kembali seperti semula.



Dari kami semua yang mendapat tiket vaksinasi, hanya satu orang yang tidak lolos. Bukan teman saya yang namanya tidak terdaftar, karena akhirnya dia lolos vaksinasi setelah kembali diperiksa. Ya, kan aneh dia mendapat WA tiket vaksinasi kok malah tidak ada di daftar. 

Jadi, teman saya yang gagal divaksinasi hari itu karena tensi darahnya yang terlalu tinggi. Sudah diminta istirahat selama kurang lebih setengah jam namun masih gagal. Tapi masih diberikan kesempatan di lain hari jika tensi telah membaik.

Nah sekian deh pengalaman saya menerima vaksinasi Astra Zeneca ronde pertama. Sekarang saya kudu menjaga kesehatan agar dapat menerima yang kedua di bulan Agustus nanti. Semoga postingan ini berguna bagi teman-teman ya.

14 komentar:

  1. Beda2 ya aturannya... Aku akhirnya vaksinasi juga mba, pake AZ. Suami sebelumnya udah, dari kantor. Kalo aku sih dari RT lingkungan yg arrange utk warganya. Kerjasama Ama Polsek Jakarta timur, diadainnya di taman pintar.

    Aku udh semangat tuh, tp ternyata Ama Polsek dibikin aturan baru, wajib antigen dulu baru bisa vaksin kalo negatif. Antigennya udh disediain sih, gratiiis. Tapi tetep aja yaaa aku sebel, Krn hrs colok Idung. Suami aja ga perlu antigen pas vaksin.

    Aku sempet tuh nelpon suami, biar dicancel aja. Aku tunggu vaksin berbayar juga gpp deh. Tp kata suami kan blm jelas adanya kapan. Ya terpaksa aku ikutan antri juga. Capeeek Krn rame memang. Aku DTG jam 9 pagi, baru selesai jam 1.

    Efeknya di aku, sorenya ngantuk luar biasa. Tapi napsu makan biasa aja. Kebalikan Ama suami. TRUS malamnya aku juga meriang. Tapj hanya sampai pagi besoknya jam 11. Asistenku yg juga vaksin ngalamin yg sama.

    Tp syukurnya skr udh ga sih , termasuk cepet apalagj suami Ampe 3 harian meriangnya. Tapi kepalaku pusing Ampe skr, walopun bukan yg parah.

    Agak tenang udh vaksin begini :). Aku yg kedua juga Agustus 30 ntr mba. Baguslah. Setidaknya kalo JD ke Iran sept, aku ga perlu karantina Krn udh vaksin

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau begitu kita sama ya jadwal vaksin kedua di bulan Agustus nanti. Dan ternyata beda2 ya reaksinya. Aku meriang sampai seharian pas keesokan harinya... Sampai diledekin temen, masa kalah sama emak yang juga sudah divaksinasi (dengan vaksin Sinovac). Yang penting sekarang kondisinya sudah membaik ya. Semoga kita sehat selalu hingga vaksin yang kedua. Dan semoga nanti travelingnya sukses ya, amin

      Hapus
  2. Ow jadwal yg kedua 3 bulan lagi ya? Aku sebulan. Tapi Sinovac sih. Yg kedua besok tgl 18 Juni. Semoga sehat2 terus ya Mba Ria 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, Deasy juga ya :) semoga lancar deh hingga suntikan yang kedua

      Hapus
  3. Wah, sudah vaksin :) Aku masih menunggu, nih, dan sudah gak sabar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga lancar ya proses vaksinasinya ^_^

      Hapus
  4. Wahh pengalamannya dari mendapatkan notifiksi vaksin sampai dengan selesai sungguh bermanfaat banget.. Jadi tau alur dan apa yang harus dilakukan setelahnya..

    Berarti catatan kalau mau di vaksin:
    1. Istirahat cukup
    2. Sudah sarapan
    3. Tensi tidak boleh tinggi
    4. Terdaftar pastinya hha

    Wah tapi untuk mendapatkan tiket vaksin ini rata-rata dari tempat kerjanya yah.. Kalau mau daftar mandiri gitu apakah bisa? Soalnya belum kerja dan bukan dari instansi manapun. Mana saya lagi di perantauan, bukan didaerah domisili ktp.. Apakah harus pulang ya ? Hmmm 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Jakarta sudah mulai bisa daftar mandiri. Apakah di tempat tinggal yang sekarang tengah mulai pendataan untuk vaksinasi? Mungkin bisa ditanyakan ke pak RT atau pak RW-nya. Kalau bisa di tempat yang sekarang, ya berarti gak perlu pulang dulu kan :) Semoga bisa divaksinasi segera ya.

      Hapus
    2. Wah sayangnya gak ada RT RW nya rumah ini, soalnya tinggal di perumahan.. Kemarin aja mau buat surat domisili sulit sekali karena dari kantor desanya minta keterangan dari RT dan RW... Akhirnya numpang di RT terdekat untuk minta keterangan itu, tapi juga tidak bisa karena bukan pemilik rumah (soalnya tinggal sama kakak sementara / persinggahan). Jadi diwakilkan kakak, dengan keterangan ada saya yang tinggal disitu.

      Yah semoga bisa, walaupun mungkin akan lebih panjang lagi urusan administrasi berkasnya.. :((

      Hapus
    3. Astaga, I can relate. TEmen kantor juga mengalami hal yang sama, bikin surat domisili aja ribetnya minta ampun. Apakah tidak bisa ikutan di KK-nya si kakak? Ini saya usul aja loh. Walau pasti bikin beginian juga sama aja puyengnya.
      Semoga bisa ya mendapatkan vaksinasi secepatnya, amin

      Hapus
  5. Wah ini yang di St.Ursula ya kak, teman kantorku juga waktu itu banyak yg mau daftar di situ tapi udah tutup pendaftarannya, tapi untung aja di Kelapa Gading Banyak tempat buat vaksinasi, jadi ga perlu ke St.Ursula.

    Puji Tuhan banget aku dapat SinoVac hihi, aku udah vaksin 2 dosis dan Puji Tuhan lagi ga ada efek apapun sih, laper & ngantuk pun kayaknya ga.

    Semoga vaksinasi ini berjalan lancar & cepat terdistribusi ke daerah lain ya kak, amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Mama yg dpt vaksin sinovac. Aku apa aja jadi deh, hahahah... cuma meriangnya sempet gak kuat kemarin. Moga2 aja semakin banyak yg divaksinasi

      Hapus
  6. Wah vaksin AZ ya kak. Semoga lancar sampe dosis kedua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, sudah gak sabar nih untuk dapat dosis kedua

      Hapus

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.