Blog berisi curhatan si lajang

Senin, 22 Februari 2021

Belajar Tahu (AJA) CLUBHOUSE




Jadi ceritanya beberapa waktu lalu, melihat teman sesama blogger Eka Situmorang-Sir said thanks karena sudah diundang temannya untuk masuk Clubhouse. 

Penasaran duong, jadilah saya tanya Eka, Clubhouse itu apa sih? Mau dong ikutan. Dan Eka pun mengirimkan undangannya ke saya lewat nomor handphone. Karena saya belum install apps-nya, maka install dulu barulah bisa join.

Terus bingung. Ini apps sebenarnya buat apa ya? Kebiasaan, yang penting ikutan dulu nanti cari tahunya belakangan aja.


Lalu mulai buka apps dan mencari-cari nama-nama beken untuk diikuti (walau tetap masih gagal paham apps ini sebenarnya apa dan digunakannya bagaimana). Akhirnya saya browsing mencari tahu mengenai apps tersebut yang sebenarnya kegunaannya apah, fungsinya apah dan buat apah.

Apps Clubhouse dirilis oleh Paul Davidson dan Rohan Seth pada April 2020. Jadi naik popularitasnya setelah CEO Tesla Elon Musk dan CEO Facebook Mark Zuckerberg ikut nimbrung di apps ini. Wait. Nimbrung?

Yes, karena apps ini adalah apps buat ngobrol on air sodara sodari. Mungkin kurleb seperti siaran radio, atau live talkshow untuk penjelasan gampangnya. Dan karena ini lebih untuk ngobrol atau siaran berbicara untuk langsung didengar, maka setidaknya harus ada dua orang yang ngobrol dalam satu “kamar”. 

Ceritanya, saya mau coba-coba buka kamar dong dengan topic mengenai lajang. Sudah dijadwalin untuk Sabtu sore, lengkap dengan judulnya. Ehm… Saya cemungud untuk memulai topic ngobrol pertama kali di Clubhouse.

Lalu jam demi jam berlalu, hingga menuju hitungan menit sebelum acara. Dan akhirnya tibalah waktu acaranya dan saya bingung… selanjutnya mesti ngapain? Okay sepertinya ada yang salah nih… Pas saya ada keperluan lain juga akhirnya acara tersebut saya batalkan… 

Tapi saya penasaran… dan kemudian saya melihat ada teman blogger lain : Alfa Kurnia yang juga tengah online. Saya pun menghubunginya dan mengajaknya untuk gabung dalam percapakan yang tidak dibuka untuk umum. Dan baru menyadari kebodohan saya.

Bahwasanya, namanya saja apps untuk mengobrol ya bu. Jadi tidak bisa mengobrol sendiri seperti kalau sedang live di Instagram. Setidaknya harus ada satu orang teman yang ikut ngobrol. Jika ada beberapa teman yang sudah saling follow, bisa deh buka kamar bareng untuk ngobrol . Kalau topiknya dirasa okay untuk didengar oleh lebih banyak orang lain, bisalah unprivate the room.

Kelebihannya apa?

Karena hanya mendengarkan siaran, apps ini lebih irit kuota internet. 

Karena ini hanya untuk didengarkan, jadi para pembicaranya bisa sambil tiduran, gak usah ribet sama outfit apalagi sama tempat siarannya. Kebayang apa kata pemirsah jika siaran langsung dan mereka melihat betapa berantakannya kamar pribadi sang pembaca acara. 

Percakapan ini tidak bisa diunduh seperti podcast di Spotify  ataupun aplikasi chat lainnya seperti whatsapp misalnya. Ketinggalan acaranya, ya hanya bisa mendengar percakapan yang masih berlangsung. Atau malah kamar sudah ditutup karena acara sudah selesai jadi tidak tahu deh sebelumnya mereka ngobrol apa saja. 

Ada banyak pilihan topik termasuk belajar bahasa asing. Dengan mendengarkan pembicaraan dalam bahasa asing, akan lebih membantu kita untuk belajar. Apalagi kalau bisa ikutan coba-coba berbicara dalam bahasa asing juga dalam siaran tersebut. 


Yang saya belum mengerti dari apps ini antara lain:

Apakah bisa mendengarkan topic pembicaraan ketika tidak follow si pembicara atau tidak mengikuti satupun dari para pembicara di acara tersebut?

Jika sudah follow dan ikut mendengarkan topic, bisa ikutan nimbrung memberi komentar atau melontarkan pertanyaan? 


Kekurangannya menurut saya:

Kalau pembicaranya sudah terlalu banyak, saya malah jadi susah focus. Jadi yang satu sedang berbicara, terus teman-teman pembicaranya memberi komentar. Lebih ramai daripada siaran di radio atau bahkan podcast. 


Nah, teman-teman sendiri, siapa saja yang sudah punya akun Clubhouse? Ohya, untuk gabung di apps ini harus mendapatkan undangan dulu dari teman ya. Saat ini masing-masing punya 5 undangan untuk mengajak teman yang lain dan masih terbatas untuk pengguna iPhone. 

0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and comments.
Comments will be screened first.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.