Kamis, 26 Juli 2018

Drama Belanja Online

Sudah lama saya tidak update blog karena... ya sudahlah alasan gak penting ya. Tidak ada hubungannya juga dengan curhatan soal belanja online. Hah? Curhat lagi? Soal belanja online lagi?

Okay, pertama-tama saya mau bilang hidup itu adalah drama dan drama tiga babak juga terinspirasi dari kehidupan nyata. Tidak bisa dibantah belanja online memberikan kemudahan apalagi yang (sok) sibuk. Butuh barang misalnya untuk kado, kebutuhan rumah tangga atau hal lain yang perlu cepat ada tapi tidak sempat melulu beli. Tapi, semua selalu ada tapinya ya... karena barang-barang ini dibeli tanpa melihat fisik terlebih dahulu maka akan selalu ada tragedi yang terjadi.


Beda Foto dan Kenyataan
Sebenarnya ini sih sudah kejadian dari dulu, tanpa harus menunggu jaman sekarang. Cek barang di toko, contohnya bagus pas datang ternyata kualitasnya di bawah contohnya. Atau test makanan untuk acara, pas dicoba enak ketika acaranya sudah berjalan makanan yang datang rasanya beda. 
Contoh kasus, mau membeli kemeja untuk kerja, sudah lihat fotonya dan yah hati kecil juga tahu sih pasti barang yang datang tidak akan sama dengan fotonya. Ternyata ketika datang, lebih parah dari yang dibayangkan. Padahal harga yang dipasang juga tidak terlalu murah. 
Gondok? Gak usah ditanya...



Katanya Sih PROMO Padahal...
Saya pernah ngomel yang satu ini di akun media sosial walau tidak menyebutkan nama situsnya. Situs e-commerce tersebut sering mengadakan event promo. Pengertian saya jika mendengar promosi adalah barang yang dijual merek yang baru diluncurkan atau barang model lama tapi kualitas baik. Jadi ketika saya membeli peralatan untuk fotografi seperti gorilla, tripod dan lensa, harapan saya ya barang ini tidak jelek-jelek amat lah.
Ternyata pas datang...kualitasnya amit-amit. Sama dengan yang dijual di pinggir jalan dan tidak perlu buang-buang waktu browsing apalagi bayar ongkos kirim.


E-Voucher
Untuk yang satu ini saya berani menyebutkan nama yang mengeluarkan voucher dan situs tempat jualnya yang pernah diulas di sini. Saya bukan baru pertama kali menggunakan e-voucher. Jadi kebayang dong malunya pas mau digunakan ternyata tidak bisa. Dan yang mengeluarkan voucher langsung melempar ke penjual. Dan penjual enteng saja mengganti dengan e-voucher lain dan meminta saya untuk kembali ke tempat yang sama. Tanpa ada kompensasi apapun. 


Customer Service
Tidak seperti bank yang memang ada Customer Service yang bertugas 24 jam, toko online tidak semuanya memberi pelayanan seperti itu. Banyakan juga seperti berhubungan dengan answering machine yang memberikan jawaban standard. Dan karena tidak bisa berbicara langsung dengan manusia beneran, kekesalan tidak tersalurkan, akhirnya jadi esmosi karena masalah tidak terselesaikan. 
Bisa bicara dengan customer service yang terkadang adalah si pemilik toko belum tentu juga bisa berujung baik. Saya maklum, mereka pasti bosan dengan permintaan diskon atau yang hanya bertanya mengenai harga. Tapi kalau saya, cuma sampai sebatas maklum saja. Biasanya saya jadi malas beli atau kalaupun beli, maka pembelian itu adalah yang pertama dan terakhir. 


Pengiriman
Karena mendapat voucher gratis untuk belanja di situs yang saya sebelin itu, akhirnya jadi kembali browsing lagi barang yang saya inginkan. Mengingat pengalaman sebelumnya, saya mulai lebih waspada. Saat sudah menemukan barang yang diinginkan, saya mulai mencari komentar pembeli sebelumnya. 
Ada satu kasus yang saya temukan yaitu barang di beli di toko X yang berjualan lewat situs Y. Barang memang dari toko X tapi pengiriman sepenuhnya dilakukan oleh situs Y. Jadi ketika si pembeli marah-marah karena barang yang dibeli tidak kunjung datang maka customer service dari toko X meminta pembeli untuk menanyakan langsung ke situs Y. Sementara dari situs Y tidak ada terlihat ikut dalam pembicaraan tersebut. 
Jika ada lima penilaian dan ada satu saja yang jelek, maka saya batalkan membeli barang tersebut. 


Harga Beda dengan di Situs
Sebelum membeli barang, pasti kita akan menghabiskan waktu untuk mencari yang cocok mulai dari segi harga dan kualitas. Lalu akhirnya ketemu yang sesuai kriteria, hati berbunga-bunga, langsung pesan dan bayar... Kemudian ada chat dari si penjual yang menyatakan kalau harga sebenarnya lebih mahal. Dan ketika diprotes kenapa harga tidak disesuaikan, jawabannya yang gak jelas. Tapi intinya tetap harganya lebih mahal dari yang tertera di situs tersebut. Akhirnya? Kalau butuh banget ya lanjut, kalau tidak ya batal. Dan kita akan tiba di masalah berikut yaitu pengembalian dana.


Barang Tidak Tersedia.
Membeli online dibutuhkan ketelitian dan kesabaran luar biasa untuk membaca semua detil penawaran. Barang mungkin masih ditawarkan, tapi ternyata saat ini out of stock. Bisa saja kita kalah cepat dengan pembeli lain yang langsung membayar. Tapi ujung-ujungnya barang tersebut tidak tersedia. Dan hal ini juga akan membawa kita tiba di masalah berikut yaitu pengembalian dana.



Pengembalian Dana
Kalau beli online apakah kalian menggunakan kartu kredit, transfer langsung dari rekening tabungan atau semacam dana yang kalian simpan di situs online tersebut? 

Saya pernah beli di salah satu situs yang sebenarnya favorit karena jarang ada masalah. Karena ingin cepat diproses saya transfer langsung dari rekening tabungan. Jreng...tahu-tahu, barangnya tidak ada... Uangnya memang dikembalikan tapi masuk ke saldo prepaid situs tersebut. Ketika meminta balik untuk masuk rekening bank milik saya, harus menggunakan token yang dikirimkan ke nomor handphone. Yang sialnya sudah tidak saya gunakan lagi. Dana tersebut memang bisa saya gunakan untuk belanja lagi, tapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi misalnya dana prepaid ada 100.000, hanya bisa saya pakai untuk pembelian dalam jumlah yang sama persis (sudah termasuk ongkir tentunya) atau jumlah lebih kecil.

Jika pembelian dibatalkan dan pembayaran lewat kartu kredit, maka uang tersebut akan dikembalikan ke limit kartu kredit. Namun tentu saja ini juga membutuhkan ketelitian dan waktu untuk memastikan apakah benar dana sudah dikembalikan. Gak terima dong, tagihan tetap datang padahal pembelian barang sudah dibatalkan. 

Salah satu situs ternyata otomatis mengembalikan dana dalam bentuk voucher. Jadi, sebaiknya daftarlah sebagai pembeli dengan email dan nomor handphone yang masih aktif. Pemberitahuan pengembalian dana tersebut akan nongol di email atau sms. Dan tidak di waktu-waktu ketika kita masih beraktivitas, alias nongolnya ketika sudah tidur jadi besok baru sadar. Siapa juga yang mau dana dikembalikan dalam bentuk voucher? Siap-siap dengan copy atau scan buku tabungan dan identitas diri karena pasti akan diminta oleh customer service untuk proses pengembalian dana.


Dan begitulah drama belanja online yang saya rangkum dari pengalaman sendiri dan dari teman-teman yang lain. Ada yang mau menambahkan? :) 

3 komentar:

  1. Aku juga pernah melakukan pengembalian dana . Karena ga tanya sebelumnya barang ready atau tidak. Karena dana yang dikembalikan bukan berupa uang (voucher) aku pakai aja buat bayar tagihan...

    BalasHapus
  2. Saya belum sebanyak itu sih mengalami drama saat belanja online. Biasanya kalau beli di tempat yang baru, saya baca dulu testimoni dari para pembeli. Biasanya sih kalau sebagian besar bilang memuaskan, saya pun mengalami hal yang sama.

    Tetapi, pernah juga mengalami beli barang di salah satu toko di e-commerce. Lama banget sampainya. Saya kontak beberapa kali gak dibalas. Begitu barangnya sampai ternyata warnanya tidak sesuai orderan. Rupanya toko tersebut melakukan dropship. Setelah order saya masuk, itu toko order lagi ke toko lain. Ketahuannya karena nama pengirimnya berbeda dengan toko tempat saya beli. Langsung lah saya kasih bintang 1.

    Baru sekali ini saya kasih bintang rendah banget ke penjual. Ya kalau aja penjualnya komunikasi ke saya, setidaknya saya bisa kasih bintang 3. Ini udah berkali-kali ditanya bahkan diprotes karena warnanya salah, tetap aja gak direspons

    BalasHapus
  3. Ntah aku beruntung ato gmn, tp aku jrg mba ngalamin masalah dlm belanja online. Pernah, tp ga sering. Itupun krn belanja dr olshop yg blm jelas testimoninya. Makanya sjk itu, aku slalu merhatiin review. :D. Sama kayak kamu, kalo ada 1 aja komplain yg rada berat, aku lga ogah beli di toko itu

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter