Jumat, 04 Mei 2018

I'm Now A @pergikuliner Alfa 2018



Saya mulai rajin membuat review tempat makan di blog sendiri sekitar tahun 2015. Pada tahun yang sama saya berkenalan dengan aplikasi review tempat makan dan diantaranya adalah Pergi Kuliner. Wah, aplikasi-aplikasi review tempat makan ini benar-benar menyalurkan hobi saya. Makan enak, foto makanan yang penampilannya terlihat menarik lalu upload dan berbagi informasi tersebut. Saat itu Pergi Kuliner baru menerima review tempat makan yang berada di Jakarta dan belum menampung informasi dari daerah lain. 


Apa kelebihan Pergi Kuliner dibanding dengan aplikasi tempat makan lainnya? Tempat makan yang bisa diajukan untuk diulas tidak terbatas, bisa yang lokasinya berada di food court, di kantin area perkantoran hingga di pinggir jalan sekalipun. Jadi, misalnya saya menemukan ada tempat makan asik yang walau lokasinya gak asik banget (makan di jalan artinya siap-siap kepanasan, makan campur debu, atau bubar pas kehujanan) dan belum ada di database Pergi Kuliner, bisa langsung diajukan. Tentunya jika kita mempunya informasi tempat makan tersebut telah tutup, langsung saja update ke Pergi Kuliner. Tujuannya jelas, agar para pengguna applikasi gak kecele dong pas lagi ingin makan eh tempatnya sudah tidak beroperasi lagi. 

Keunikan lainnya adalah, dalam aplikasi ini tidak ada fungsi untuk saling follow, unfollow, follow lagi... eh, itu sih aplikasi lain ya. Saya jadi baper dan out of focus kemana-mana nih. Yap, aplikasi ini memang bukan untuk saling tambah teman sesama foodie, lalu saling follow. Para pengguna aplikasi ini bisa membaca semua review karena toh tidak disediakan fungsi untuk follow satu atau beberapa reviewer. Tapi jika pengguna ingin berterima kasih atas review atau informasi yang ada, bisa click icon yang tersedia. Penulis review tidak tahu siapa yang telah berterima kasih tapi ada jumlah pengguna yang merasa tertolong dari ulasannya. 

Walau sudah lama menggunakan aplikasi ini, bukan berarti saya sering update. Keterbatasan waktu dan dana (sudah pasti banget yang ini) yang menyebabkan saya jarang membuat ulasan. Alasan lebih konyol lagi adalah saya suka lupa. Sudah pergi makan, asik foto-foto lalu selesai, kelupaan mau update di aplikasi apalagi di blog. Jadi ya tidak heran jumlah review saya masih dalam jumlah yang sedikit. 

Tahun lalu sempat curious juga tentang mereka yang terpilih jadi Pergi Kuliner Alfa. Jadi, para pengguna aplikasi Pergi Kuliner yang rajin upload ulasan mereka terpilih mendapatkan predikat Alfa. Istilah Alfa sendiri dipilih dari alfa dalam rasi bintang, alfa adalah bintang yang paling cerah dalam rasi Centaurus. Jadi menurut Oswin Liauw; bapaknya Pergi Kuliner, ulasan para Alfa ini diharapkan menjadi panduan bagi para pecinta kuliner pengguna aplikasi Pergi Kuliner. 




Kalau tahun lalu saya hanya sampai pada taraf curious (campur dengki, hahahahah... kidding) eh akhirnya tahun ini saya terpilih jadi Alfa 2018. Yayyy... Senang... Terbayar juga badan gemuk untuk predikat Alfa ini... (loh?)... Semoga saya bisa tetap terus aktif memberikan informasi yang berguna bagi para pengguna aplikasi ini terus ya. Thanks pada Pergi Kuliner and kru untuk apresiasinya ^_^ So, teman-teman ingin saya mengulas apa nih? Chinese food atau pastry? Atau makanan lokal? Let me know di kolom komentar yah ^_^  Tunggu juga review-review tempat makan berikutnya di Pergi Kuliner dan mudah-mudahn juga di blog...

2 komentar:

  1. Oalaaaah, aku tuh jg prnh register jd member di pergi kuliner ini. Tp udh lama bangettttt ga aktif nulis review :p. Pdhl lumayan banyak bgt review makanan yg udh aku coba. Kyknya hrs mulai aku aktifin lg akun ku di sana :D

    BalasHapus
  2. Selamat atas keberhasilan kak Ria terpilih jadi Alfa 2018.
    Sukses selalu,kak

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter