Jurnal saya yang bingung kalau mau ngomong tapi gampang kalau nulis

Kamis, 25 Juni 2026

6 Cafe Tersembunyi di Menteng yang Cocok untuk Me-Time dan WFC

 


Kawasan Menteng dan Cikini memang terkenal dengan deretan tempat nongkrong yang tersembunyi di dalam jalan perumahan. Tempat-tempat ini sangat cocok bagi kita-kita yang mencari ketenangan dari bisingnya jalan raya utama. Berikut adalah ringkasan dari beberapa tempat yang sudah saya samperin:




1. Porta Coffee and Kitchen

Terletak agak masuk di area Cikini (Jl. Cimandiri), tempat ini menawarkan suasana tenang yang terpisah dari jalan utama. Detailnya pernah saya muat juga di blog beberapa waktu lalu.

  • Tema: Warm & Comforting Co-working Space. Sangat cocok untuk Work From Cafe (WFC) atau pertemuan santai karena suasananya yang tenang dan diputarkan musik lo-fi.
  • Desain Tempat: Memanfaatkan pencahayaan alami (natural sunlight) yang melimpah melalui jendela besar. Interior di dominasi warna hangat dengan kursi dan meja yang nyaman. Memiliki area indoor dan outdoor.
  • Menu: Varian kopi espresso base, spaghetti bisa diintip di SINI.
  • Area Parkir: Terbatas. Slot parkir mobil sangat sedikit di area depan, mengandalkan bantuan valet. Parkir motor tersedia namun kapasitasnya tidak terlalu besar. 
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Cukup Ramah (Lantai 1). Area lantai 1 dan indoor utama berada di permukaan datar yang mudah diakses. Namun, untuk area lantai 2 hanya bisa diakses menggunakan tangga.
  • Restroom: ada di lantai 1 dan 2, jadi nyaman bagi mereka yang punya keterbatasan bergerak. 






2. Daisugi Coffee Ideas & Lounge

Berlokasi di Jl. Cisadane, kafe ini menawarkan oasis tersembunyi dengan nuansa Jepang banget.


  • Tema: Authentic Japanese Hideout. Kafe dan ruang santai bernuansa Jepang modern yang tenang.
  • Desain Tempat: Fasad depan menggunakan elemen kayu estetis, jendela bulat khas, dan lampion. Area outdoor-nya dibuat berundak/bertingkat dengan elemen kayu dan tanaman rindang, menciptakan kesan taman tersembunyi.
  • Menu : Tidak hanya makanan khas Jepang seperti ramen, tapi dessert dan di bagian depan ada area buat ngopi juga loh. Menunya bisa diintip di SINI.
  • Area Parkir: Terbatas di bahu jalan perumahan Cisadane. Lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau transportasi umum.
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Kurang Ramah. Area outdoor yang berundak/bertingkat memiliki undakan tangga kecil, dan beberapa transisi pintu masuk memiliki pembatas kayu atau semen yang cukup tinggi. Jadi bisa masuk, tapi agak butuh usaha lebih. 
  • Restroom: Kurang ramah pada pengguna kursi roda karena terletak jauh di belakang. 




3. Ciasem 12

Masuk ke dalam area perumahan di Jl. Ciasem, tempat ini benar-benar tidak terlihat dari keramaian jalan raya utama.


  • Tema: Homey Family & Community Hub. Resto-kafe tersembunyi yang sangat pas untuk sarapan keluarga atau meeting kasual.
  • Desain Tempat: Berupa rumah berhalaman luas yang dialihfungsikan. Interiornya didominasi material kayu hangat, tanaman hias hijau segar, area berkerikil, serta dek kayu luar ruangan dengan pergola.
  • Menu : Ada beberapa outlet di sini, jadi variasi menu yang bisa kalian intip di SINI.
  • Area Parkir: Memiliki area carport halaman rumah yang bisa menampung beberapa mobil dan motor, namun jika penuh harus memanfaatkan bahu jalan perumahan.
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Ramah (Area Utama). Karena dasarnya adalah rumah tinggal dengan konsep terbuka, area indoor lantai dasar dan selasar luar ruangan relatif datar dan luas, sehingga memudahkan pergerakan kursi roda.
  • Restroom: kurang ramah bagi pengguna kursi roda. 




4. Tjikko Coffee (Tjikko Koffee)

Berseberangan dengan Ciasem 12, kafe ini berada di ujung jalan yang sama dan menjadi lokasi yang tenang bagi para pencinta kopi serius.


  • Tema: Specialty Coffee Roastery & Quiet Corner. Fokus sebagai roastery profesional yang menyediakan tempat tenang bebas polusi suara untuk me-time atau bekerja fokus.
  • Desain Tempat: Minimalis modern dengan sentuhan industrial simpel. Area dalam (indoor) dan luar (outdoor) dibuat lapang agar jarak antar-meja memberikan privasi lebih bagi pengunjung.
  • Menu Andalan: pastinya kopi dan minuman lainnya seperti susu coklat. Tapi di sini tidak ada makanan berat ya. 
  • Area Parkir: Terbatas di area depan bangunan, umumnya berbagi ruang dengan badan jalan perumahan yang tenang.
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Cukup Ramah. Pintu masuk umumnya datar, dan tata letak meja di lantai dasar cukup berjarak, memudahkan kursi roda untuk bermanuver.
  • Restroom: Yang ini saya kurang tahu sih, karena tidak ada makanan berat jadi tidak berlama-lama di sana. 







5. Double V Terrace (Double V Coffee & Eatery - Cikini)


Cabang dari Rawamangun ini berlokasi di Jl. Cimandiri, menawarkan tempat pelarian dari padatnya aktivitas Menteng.


  • Tema: Aesthetic Modern Dynamic. Kafe trendi yang menyasar anak muda untuk nongkrong, berfoto, sekaligus mengerjakan tugas.
  • Desain Tempat: Mengusung konsep serba putih (all-white) yang minimalis dan sangat estetis (Instagramable). Memiliki area indoor di lantai satu dan area rooftop untuk menikmati angin sore.
  • Menu Andalan: Variasi pastry, makanan berat dan pastinya kopi tersedia. Bisa diintip di Google Maps ya.
  • Area Parkir: Sangat terbatas karena berada di jalan akses yang tidak terlalu lebar. Parkir motor tersedia di depan, namun untuk mobil harus pintar mencari slot kosong di tepi jalan.
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Tidak Ramah. Meskipun lantai dasar bisa diakses, kafe ini memiliki beberapa spot semi-level, dan area terbaiknya (rooftop) hanya bisa diakses menggunakan tangga manual yang cukup curam.




6. Straits

Cabang dari Kyai Maja Jakarta yang menambah outletnya di Jl. Cimandiri, menawarkan tempat pelarian dari padatnya aktivitas.  


  • Tema: Peranakan & Straits-Chinese Comfort Food.
  • Desain Tempat: Mengusung desain kontemporer yang memadukan estetika coffee shop modern dengan pesona klasik kedai kopi peranakan (kopitiam). Restoran ini memanfaatkan bangunan bergaya rumah jadul yang dipugar, namun tetap mempertahankan pesona arsitektur tua.
  • Menu Andalan: Seharusnya ada laksa, tapi beberapa kali kami ke sana namun masih tidak tersedia. Jadi biasanya saya pesan bakmi mamak, bihun goreng, dan pernah juga pesan ketoprak. Bagi yang mau ngopi, jelas tersedia dong. Bisa diintip di SINI ya.
  • Area Parkir: Tidak terlalu besar dan perlu bantuan petugas security jika sudah terlalu padat. 
  • Aksesibilitas Kursi Roda: Bisa masuk tapi di dalam tidak terlalu ramah. erdekatan satu sama lain. 
  • Restroom: Tidak ramah bagi pengguna kursi roda karena ada anak tangga yang harus dilalui.


0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.