Kawasan Menteng dan Cikini memang terkenal dengan deretan tempat nongkrong yang tersembunyi di dalam jalan perumahan. Tempat-tempat ini sangat cocok bagi kita-kita yang mencari ketenangan dari bisingnya jalan raya utama. Berikut adalah ringkasan dari beberapa tempat yang sudah saya samperin:
Terletak agak masuk di area Cikini (Jl. Cimandiri),
tempat ini menawarkan suasana tenang yang terpisah dari jalan utama. Detailnya pernah saya muat juga di blog beberapa waktu lalu.
- Tema:
Warm & Comforting Co-working Space. Sangat cocok untuk Work
From Cafe (WFC) atau pertemuan santai karena suasananya yang tenang
dan diputarkan musik lo-fi.
- Desain
Tempat: Memanfaatkan pencahayaan alami (natural
sunlight) yang melimpah melalui jendela besar. Interior di dominasi
warna hangat dengan kursi dan meja yang nyaman. Memiliki area indoor
dan outdoor.
- Menu: Varian kopi espresso base, spaghetti bisa diintip di SINI.
- Area
Parkir: Terbatas. Slot parkir mobil sangat
sedikit di area depan, mengandalkan bantuan valet. Parkir motor tersedia namun kapasitasnya
tidak terlalu besar.
- Aksesibilitas
Kursi Roda: Cukup Ramah (Lantai 1). Area
lantai 1 dan indoor utama berada di permukaan datar yang mudah
diakses. Namun, untuk area lantai 2 hanya bisa diakses menggunakan tangga.
- Restroom: ada di lantai 1 dan 2, jadi nyaman bagi mereka yang punya keterbatasan bergerak.
2. Daisugi Coffee Ideas & Lounge
Berlokasi di Jl. Cisadane, kafe ini menawarkan oasis
tersembunyi dengan nuansa Jepang banget.
- Tema:
Authentic Japanese Hideout. Kafe dan ruang santai bernuansa Jepang
modern yang tenang.
- Desain
Tempat: Fasad depan menggunakan elemen kayu
estetis, jendela bulat khas, dan lampion. Area outdoor-nya dibuat
berundak/bertingkat dengan elemen kayu dan tanaman rindang, menciptakan
kesan taman tersembunyi.
- Menu : Tidak hanya makanan khas Jepang seperti ramen, tapi dessert dan di bagian depan ada area buat ngopi juga loh. Menunya bisa diintip di SINI.
- Area
Parkir: Terbatas di bahu jalan perumahan
Cisadane. Lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau
transportasi umum.
- Aksesibilitas Kursi Roda: Kurang Ramah. Area outdoor yang berundak/bertingkat memiliki undakan tangga kecil, dan beberapa transisi pintu masuk memiliki pembatas kayu atau semen yang cukup tinggi. Jadi bisa masuk, tapi agak butuh usaha lebih.
- Restroom: Kurang ramah pada pengguna kursi roda karena terletak jauh di belakang.
3. Ciasem 12
Masuk ke dalam area perumahan di Jl. Ciasem, tempat
ini benar-benar tidak terlihat dari keramaian jalan raya utama.
- Tema:
Homey Family & Community Hub. Resto-kafe tersembunyi yang
sangat pas untuk sarapan keluarga atau meeting kasual.
- Desain
Tempat: Berupa rumah berhalaman luas yang
dialihfungsikan. Interiornya didominasi material kayu hangat, tanaman hias
hijau segar, area berkerikil, serta dek kayu luar ruangan dengan pergola.
- Menu : Ada beberapa outlet di sini, jadi variasi menu yang bisa kalian intip di SINI.
- Area
Parkir: Memiliki area carport halaman
rumah yang bisa menampung beberapa mobil dan motor, namun jika penuh harus
memanfaatkan bahu jalan perumahan.
- Aksesibilitas
Kursi Roda: Ramah (Area Utama). Karena
dasarnya adalah rumah tinggal dengan konsep terbuka, area indoor
lantai dasar dan selasar luar ruangan relatif datar dan luas, sehingga
memudahkan pergerakan kursi roda.
- Restroom: kurang ramah bagi pengguna kursi roda.
4. Tjikko Coffee (Tjikko Koffee)
Berseberangan dengan Ciasem 12, kafe ini berada di ujung
jalan yang sama dan menjadi lokasi yang tenang bagi para pencinta kopi serius.
- Tema:
Specialty Coffee Roastery & Quiet Corner. Fokus sebagai roastery
profesional yang menyediakan tempat tenang bebas polusi suara untuk me-time
atau bekerja fokus.
- Desain
Tempat: Minimalis modern dengan sentuhan
industrial simpel. Area dalam (indoor) dan luar (outdoor)
dibuat lapang agar jarak antar-meja memberikan privasi lebih bagi
pengunjung.
- Menu
Andalan: pastinya kopi dan minuman lainnya seperti susu coklat. Tapi di sini tidak ada makanan berat ya.
- Area
Parkir: Terbatas di area depan bangunan,
umumnya berbagi ruang dengan badan jalan perumahan yang tenang.
- Aksesibilitas
Kursi Roda: Cukup Ramah. Pintu masuk
umumnya datar, dan tata letak meja di lantai dasar cukup berjarak,
memudahkan kursi roda untuk bermanuver.
- Restroom: Yang ini saya kurang tahu sih, karena tidak ada makanan berat jadi tidak berlama-lama di sana.
5. Double V Terrace (Double V Coffee &
Eatery - Cikini)
Cabang dari Rawamangun ini berlokasi di Jl. Cimandiri,
menawarkan tempat pelarian dari padatnya aktivitas Menteng.
- Tema:
Aesthetic Modern Dynamic. Kafe trendi yang menyasar anak muda untuk
nongkrong, berfoto, sekaligus mengerjakan tugas.
- Desain
Tempat: Mengusung konsep serba putih
(all-white) yang minimalis dan sangat estetis (Instagramable).
Memiliki area indoor di lantai satu dan area rooftop untuk
menikmati angin sore.
- Menu
Andalan: Variasi pastry, makanan berat dan pastinya kopi tersedia. Bisa diintip di Google Maps ya.
- Area
Parkir: Sangat terbatas karena berada di
jalan akses yang tidak terlalu lebar. Parkir motor tersedia di depan,
namun untuk mobil harus pintar mencari slot kosong di tepi jalan.
- Aksesibilitas
Kursi Roda: Tidak Ramah. Meskipun lantai
dasar bisa diakses, kafe ini memiliki beberapa spot semi-level, dan area
terbaiknya (rooftop) hanya bisa diakses menggunakan tangga manual
yang cukup curam.
6. Straits
Cabang dari Kyai Maja Jakarta yang menambah outletnya di Jl. Cimandiri, menawarkan tempat pelarian dari padatnya aktivitas.
- Tema:
Peranakan & Straits-Chinese Comfort Food.
- Desain
Tempat: Mengusung desain kontemporer yang memadukan estetika coffee shop modern dengan pesona klasik kedai kopi peranakan (kopitiam). Restoran ini memanfaatkan bangunan bergaya rumah jadul yang dipugar, namun tetap mempertahankan pesona arsitektur tua.
- Menu
Andalan: Seharusnya ada laksa, tapi beberapa kali kami ke sana namun masih tidak tersedia. Jadi biasanya saya pesan bakmi mamak, bihun goreng, dan pernah juga pesan ketoprak. Bagi yang mau ngopi, jelas tersedia dong. Bisa diintip di SINI ya.
- Area
Parkir: Tidak terlalu besar dan perlu bantuan petugas security jika sudah terlalu padat.
- Aksesibilitas
Kursi Roda: Bisa masuk tapi di dalam tidak terlalu ramah. erdekatan satu sama lain.
- Restroom: Tidak ramah bagi pengguna kursi roda karena ada anak tangga yang harus dilalui.









0 komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.