Jumat, 05 Desember 2014

Hari Ketiga: Memasuki Jogja


Hari ketiga; masih di Solo, gue bangun pagi-pagi buat iseng aja jalan-jalan gak jauh dari hotel. Ada gedung gereja GPIB Jemaat Penabur, gedung bank Indonesia..Sebenarnya ingin berjalan lebih jauh lagi tapi hari ini kami harus bergegas untuk kegiatan cave tubing dan river tubing di Goa Pindul dan Sungai Oya. Letaknya di desa Bejiharjo, Karangmojo.





Gue dan rekan kerja cewek sepertinya gak kepengen ikut untuk yang river tubing. Gue rasa masuk ke dalam goa dan melihat stalagmite dan stalagtit bakal seru. Walau dalamnya air dalam goa tersebut cukup membuat gue ketar ketir juga. 15 meter bow… Memang gue pernah belajar berenang. Tapi gue bukan perenang olimpiade dan rada takut juga. Pas baca bakal pake pelampung, gue menenangkan diri deh dan sok berani aja. Nah, sementara untuk menyusuri sungai, gue ogah. Duduk di ban selama 1 jam di bawah sinar matahari yang bikin sakit mata bukan ide gue untuk having fun.


Jadi sebelum kesini, kami browsing di site ini dan menghubungi nomor pin BB yang ada di website tersebut. Response-nya lumayan cepat. Gue daftarin aja dulu kira-kira pesertanya berapa orang yang mau ikut cave tubing dan river tubing. Setelah tau jumlah orang yang ikut, gue kudu membayar uang muka sebesar Rp. 100.000,- Katanya sih, untuk jaga-jaga kalau ada banyak wisatawan yang disana, kami yang sudah booking bisa dapat giliran lebih dulu. Biaya untuk Cave Tubing Rp.Biaya untuk Cave Tubing Rp.35.000,- dan river tubing sebesar: Rp. 45.000,- Ohya, mereka siap menjemput di titik pertemuan yang ditentukan bersama. Katanya kalau gak dijemput, nanti kami bisa dicegat oleh calo. Buset. Mau wisata alam yang lagi beken begini aja udah diduitin juga yah…

Sesampainya di Desa Bejiharjo, Karangmojo dari Solo sudah menjelang siang dan sinar matahari benar-benar menyengat. Mas Daryono; yang selama ini jadi contact person Panca Wisata menanyakan apakah kami mau menggunakan jasa pemotretan. Jelas mau lah yaaaah. Tadinya gue mau bawa kamera sendiri tapi setelah melihat foto-foto dari para wisatawan sebelum kami….errr, gue jadi ragu. Masalahnya kalau kamera atau malah hape sampai jatuh ke air…yang dalamnya sampai 12 meter itu… Mereka jelas gak mau menanggung karena khan sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Jadi, gue memilih menitipkan segala ransel dan kamera dan dompet ke tempat penitipan. Dijamin aman. Sama sekali gak ada yang hilang kok. Cuman bayar Rp. 2000,- Sementara untuk foto-foto Rp 100.000,-.Kalau mengambil cave tubing dan river tubing maka biayanya jadi Rp. 200.000,-

Selain jaket pelampung disediakan juga sepatu karet. Tapi jaket pelampung yang ada aja udah bau keringet sama orang yang datang lebih pagi. Gue terpaksa sampai harus minta tuker deh. . Nah, jaketnya aja udah menyerap keringat apalagi sepatu. Jadilah gue memilih untuk nekat dengan sepatu Ando. Untuk masuk ke Goa kami harus berjalan dulu dengan…mengangkat ban sendiri… Ban ini untuk jadi seperti perahu dalam menyusuri Goa Pindul nanti. Jadi bukan dipake jadi ban untuk berenang di dalam goa yang airnya super dalam itu.

Sampai disana sudah ada serombongan besaaaar anak-anak sekolah yang udah dapat diduga. Ributnya gak ketulungan, gak yang cewek dan yang cowok. Sama aja. Rombongan kantor gue yang sekitar 9 orang didampingi dua orang pemandu dan satu fotografer. Mereka mendampingi dalam perjalanan kedalam yang semakin gelap dan airnya semakin dingin. Tapi di tengah goa, ada sinar matahari yang bisa masuk. Pemandu menjelaskan kalau goa ini sempat dibangun rumah untuk menarik para burung wallet. Tapi tidak berhasil. Yang juga hobi tinggal di dalam goa adalah codot, dan segala jenis kelelawar yang ukurannya mini. Nah, hanya hati-hati aja nih… Katanya sih air tetesan stalagtit bisa bikin cantik buat yang cewek… Masalahnya gak jelas… Airnya itu memang tetesan dari stalagtit apa air seni kelelawar yang bergelantungan di atas… Bwahahahaha… Makasih deh… Ketika menjelang ujung gua, para peserta wajib nyebur! Gue sempet ketakutan disini. Bego ya… Tapi gue ngebayangin ngejebur dari ban terus kacamata gue lepas dan gak tau ilang dimana… Biar dikata airnya cetek, tapi siapa yang mau nyari-nyari kacamata gue? Jadi baru setelah beberapa menit gue berani nyebur ke air. Pemandu menawarkan untuk memegang sepatu beserta kacamata. Untuk yang terakhir gue tolak, karena sesekali masih gue pake. Huh, menderita dueh pake kacamata kalau udah urusan cebur menyebur. Ohya, sepatu Ando gue...sukses jaya menembus air... Heheheh...


Karena gue sama rekan cewek sudah selesai dari acara cave tubing, kami segera mandi di tempat yang tersedia. Bayar Rp. 2.000,- aja kok untuk masuk ke kamar mandi. Ohya, bawa perlengkapan mandi sendiri yaaa… Setelah itu kami berdua menyusul rekan lain dan pak bos yang sudah nongkrong makan duluan. Eh, ternyata masakan di rumah makan yang namanya Sumber Agung ini enaaak… Bener deh. Bukan hanya karena lapar loh makanya gue puji-puji. Kelar makan karena para cowok ini ternyata lama banget ya river tubing-nya, akhirnya gue nongkrong di Panca Wisata. Karena ada wifi-nya ladies and gentlemen. See, buat bikin gue diem gak cukup makanan. Harus ada jaringan internet.


Kelar dari sini aja udah jam 2 siang bowww… Kami lanjut ke pantai Baron dan Indrayanti. Yang terakhir ini lebih cantik pantainya.


Sayang karena perjalanan dari pantai Indrayanti ke area tengah kota Yogyakarta itu makan waktu 2,5 jam… so goodbye sunset. Gak sempet melihat sampai matahari benar-benar terbenam. Sampai di hotel Gallery Prawirotaman aja udah maleeem… Tapi tidak seperti di Solo, kali ini…kamar telah tersedia. Mungkin juga karena sampai aja udah malam yaaaa… Gue kebagian kamar di lantai dua bersebelahan dengan dua rekan lain. Tapi…kamar-kamar kami terpisah dari yang lain. Gue harus naik tangga dan untungnya ada staff hotel yang membantu membawakan koper.
“Kamar ibu ini pemandangannya paling bagus loh…,” begitu katanya sambil kami naik ke lantai dua.
Gue menengok ke sebelah kanan dari koridor…
“Pak, disini kok cuman keliatan atap rumah?”
Staff hotel tersebut lalu membukakan pintu kamar dan jrennng…
“Maksud saya dari dalam kamar ibu, keliatan kolam renang bu… dari balkon sini…”
Big –O on my mouth. Huahahaha…

Malamnya bareng sama rekan kantor, kembali kami naik becak ke Malioboro. Ya, sayangnya
hotel ini tidak berada di dekat sana. Dan sebagai orang yang baru pertama kali pergi ke Jogja gue rada kuciwa juga. Jadi dengan becak motor akhirnya kami sampai di Malioboro. Wowww… padahal ini hari Rabu malam. Besok pasti setidaknya ada yang kuliah, sekolah… TApi sepanjang jalan Malioboro ini penuh banget sama remaja dan pemuda pemudi. Gue gak tau juga sih mereka turis atau penduduk setempat. Sampai disana…apa yang gue cari sodara-sodara? KFC. Aduh, tobat bener deh gue… Kagak mau rugi karena masih paket wow hemat… Huahahah… PAdahal KFC-nya ampir aja tutup. Tapi manajer dan staff yang bertugas masih mau melayani. Sambil nanya, kok malam amat baru makan… Pas gue jawab baru balik dari pantai Indrayanti, dia manggut-manggut. Emang jauh ternyata.


Gue jalan-jalan melihat-lihat toko-toko… yang udah mau tutup. Jadi belanja kaos dan oleh-olehnya rada ngebut. Sempet juga terlibat proses tawar menawar. Tepatnya, ada seorang cewek yang nawar dan gue ikut-ikutan. Cuman yang emang khas cewek banget ya…setiap baju batik yang gue pegang…pasti langsung disamber sama cewek itu. Jadi gue menunggu dalam diam sampai akhirnya terjadi kesepakatan harga. Begitu cewek itu akhirnya mengambil batik yang tidak gue perhatikan lagi, barulah batik yang sebelumnya gue incer langsung gue samber. Inget-inget untuk nawar setengah harga supaya gue gak kejeblos kayak di Solo.

Menjelang malam barulah kami berdua pulang…kembali dengan becak… Finally I am here in Jogja… Even at night..... Maybe tomorrow I'll get lucky... I Hope...

P.S. Wifinya mantep di Gallery Prawirotaman :)
P.S.S. Foto2 saat di GOA PINDUL itu bukan hasil dari kamera gue (PASTINYAAAHH)

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box