Kamis, 28 Februari 2019

Jangan Buang Dulu Baju Lama


Beberapa waktu lalu saya iseng bikin polling di Instagram, bagaimana kalau saya mengulas baju vintage? Jawabannya banyak yang mendukung dan banyak juga yang like ERRRRR…. Ria gitu loh, mengulas vintage dress…  Memang bakalan kayak apa ulasannya?
But anyway, mari mencari tahu dulu arti vintage itu sebenarnya apa sih? Saya agak terhenyak juga setelah mencari di google kalau arti sebenarnya lebih berhubungan dengan wine. Jadi vintage lebih berkaitan dengan tempat di mana anggur terbaik diproduksi.


Lalu saya google lagi, apa saja sih yang masuk kategori barang vintage? Nah, baru deh lumayan dapat gambaran. Barang-barang baru dapat masuk kategori vintage jika sudah berumur lebih dari 20 tahun…
Terus senyap…
Gak jadi dong mengulas baju vintage, lah baju saya kan belom masuk kategori tersebut… Hahahha, lah gimana… Memangnya kenapa sih saya jadi kepikiran mengulas baju vintage?

Jadi begini, sebagai orang yang dulu pernah gemuk banget lalu mengalami penyusutan (ngomongnya ala akuntan banget) kemudian membengkak lagi… gak heran saya jadi punya masalah dengan baju. Gak ada masalah besar, saya saja yang suka membesar-besarkan.
Ketika badan saya menyusut, otomatis semua baju lama menjadi longgar dan aneh ketika dikenakan. Malas permak, saya mulai keranjingan beli baju online yang memang pas dengan ukuran badan, ehm. Badan ukuran baru tentunya harus diiringi dengan baju baru, yeeee kan? PEACE…
Lalu setelah bergaya selama dua tahun akhirnya berat badan saya perlahan tapi pasti kembali naik. Walau untunglah tidak seperti dulu tapi tetap saja akhirnya baju-baju yang saya beli pas bentuk badan ideal jadi gak muat … Masa iya saya harus membeli baju baru lagi? Seriously? Sudah harus mulai irit-irit dengan yang namanya pengeluaran. Plus, kalau baju lama masih layak pakai, seharusnya membeli baju baru tidak perlu-perlu amat. Jadi bagaimana dong?

Lalu saya kepikiran sama baju-baju lama yang menghuni lemari yang sempat gak dilirik karena kelonggaran. Okay, mungkin sudah tiba saatnya berpikir untuk melakukan sedikit permak agar baju tersebut bisa digunakan kembali. Dan itulah yang membuat saya ingin menulis tentang vintage dress dan ternyata usia baju saya belum masuk vintage dong… Okay, let’s moving on…

Baju-baju lama yang saya bicarakan ini kebetulan memang modelnya klasik alias gak macem-macem jadi bisa tahan sepanjang jaman yaitu dress dan sackdress. Dress adalah baju terusan (bukan blus dan rok) yang modelnya sering digunakan oleh wanita yang sedang hamil. Jadi lurus saja, tanpa mengikuti bentuk tubuh. Sementara sackdress baju terusan yang mengikuti bentuk tubuh pemakainya.  Kebanyakan motifnya baju-baju saya itu bunga-bunga, ya, ya, ya, bukan saya banget sih sebenarnya inih. Maklum ya, hanya tahu beres dibeliin bahan baju dan dicariin modelnya juga yang aman digunakan sepanjang masa oleh emak…

Jadi kalau masih punya baju lama, enaknya diapain? 
1. Cek kondisi
Baju-baju yang masih bagus tampilannya, benangnya gak kelayapan kemana-mana, gak robek, gak memudar warnanya, masih layak pakai deh. Baju-baju ini disisihkan saja dulu dengan baju yang kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk dikenakan.

2. Ukuran
Gak bisa disangkal, baju longgar itu buat saya lebih enak untuk dikenakan. Tapi nanti dulu, longgarnya di sebelah mana nih...? Membantu menyembunyikan lemak-lemak atau malah semakin memperlihatkan? Jika memang masih bisa untuk dikecilkan atau jangan-jangan dibesarkan, gak masalah... 

3. Kombinasi
Biasanya baju terusan punya blazer dari bahan yang sama persis. Sekarang, ganti saja blazernya dengan warna lain, atau malah dengan jaket jeans. Padu padan saja, menyesuaikan acara dan tempat, IMHO. Misalnya jika hendak ngumpul bareng teman berarti suasana casual. Dipadupadankan saja sama jacket jeans dan kalau punya sepatu semi boots, why not?

4. Buat foto OOTD
Hahahahha, etapi serius... Kalau bingung mau kombinasi bagaimana, foto-foto saja dulu dengan baju-baju tersebut dan mari bertanya pada teman-teman, cocoknya dikombinasikan sama apa? Atau tiba saatnya dilengserkan karena udah gak pantas lagi. 

Jadi, sebenarnya saya membuat postingan sepanjang ini ngobrolin vintage clothing apa enggak sih?

2 komentar:

  1. Idenya bagus nih Mbak. Atau kalau baju masih layak pakai banget, sementara badan kita sudah tidak mendukung, bisa saja disumbangkan kepada mereka yang mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, soalnya kyknya mau dijadikan keset kok masih gak tega ya... jadi pisahin aja yg masih layak tp udah gak suka pakai utk dilengserkan ke orang lain

      Hapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter