Jumat, 19 Agustus 2016

Pork and Roll Vol. 2


Saya sebenarnya bukan pork lover mania banget kok... Sepanjang kehidupan saya bisa dihitung kapan aja saya makan porky pig ini. Yang membuat saya jadi males banget makan karena saya kurang suka dimasak dengan kacang merah alias Brenebon. Saya kutip ya dari Wikipedia:

Nama "brenebon" merupakan pengucapan lokal Manado yang berasal dari Bahasa Belanda, yaitu bruine bonen; bruine berarti "warna coklat", sementara bonen berarti "kacang", maka bruine bonen berarti "kacang merah".



Saya paling suka pork satay di restaurant Manado, wah kalau sudah di sana saya suka lupa diri. But anyway, ketika mendengar ada acara bazaar makanan yang tema-nya #membabibuta langsung deh saya tergugah untuk hadir. Padahal tahu sendiri, ujung-ujungnya juga paling yang saya makan juga sedikit. Atau malah gak makan saking keblenger karena kebanyakan makanan di sana. Untuk lengkapnya bisa di lihat langsung di album Steller Stories saya di sini




Akhirnya saya di sana hanya mencoba satu tempat karena datang sudah kesiangan. Kebetulan saya pernah mencoba mie hijau khas Cliff Noodl Bar beberapa waktu lalu bareng Pergi Kuliner. Kali ini yang saya coba adalah mie sam can rica sementara teman saya menyantap mie fusion. Sam can rica enak banget dan pedas ya... Pedas benar-benar meresap di samcan dan pedasnya bukan pedas merica. Mana lupa bawa minum...



Jiah, mentang-mentang sudah kenal sama yang punya terus bela-belain makan di situ. Enggak lah. Kalau kalian membaca review sebelumnya, yang punya Cliff Noodl Bar ini membuat sendiri loh mie yang disajikan ke para pelanggan dan pengunjung. Plus, sudah dapat rekomendasi pula dari blogger yang khusus meliput tempat makan bakmie : Tirta Lie.

Baru pertama kali saya ke sini dan udah ngomel deh sebagai berikut:


Tempatnya sempit banget! 
Gimana caranya mau memilih dengan tempat yang buset minimalis seperti itu. Saya tadinya mengira kalau lokasinya di luar. Ya, panas sekalian deh tapi tempatnya agak luas. Kalau di sini, udah sempit banget, terus jadi megap-megap juga sama asap masakan dan pastinya keringat pengunjung lain.



Standing Party
Tempat duduk untuk makan hanya ada sedikit. Selebihnya ya beli, terus langsung makan sambil jalan aja melihat-lihat kios makanan yang lain.
Ya iyalah, tempatnya aja udah sempit banget boro-boro mau ada tempat makan khusus. Dan kalau sudah ada yang nongkrong di meja makan, jangan harap bakal buru-buru pergi.




Lokasi Pembayaran
Buat saya ribet banget deh buat bayar mesti antri dulu tapi letaknya di mana tuh kasir, sementara pesen makannya di mana. Kenapa gak pas masuk langsung saja disediakan seperti pre-paid card yang bisa top up saldo?


Karena ini pengalaman pertama yang gak buruk-buruk amatlah, saya pun sudah bikin catatan di reminder untuk kembali #membabibuta di Pork and Roll Vol. 3. Kapan? Intip langsung aja ke akun IG mereka

2 komentar:

  1. aku tau aku tauuu
    ini kemaren yang ada challeng yang di IG kaaaaand? ahahhaha
    betewe rame banget ya

    BalasHapus
  2. "udah sempit banget, terus jadi megap-megap juga sama asap masakan dan pastinya keringat pengunjung lain" asli ngakak pas baca ini...wkwkwkw

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box