Selasa, 19 Agustus 2014

Untung Buat Gue Musibah Buat Yang Lain


Walah, judulnya serem amat. Tapi begitulah yang terjadi kemarin tanggal 18 Agustus 2014. Berhubung gue gak memantau berita jadilah gak tau sama sekali kalau bakal ada pawai budaya. Kalau aja gue baca berita ini dari pagi, mungkin gue bisa antisipasi rute mana untuk pulang.

Jadi seperti biasa, kemarin gue masuk ke halte busway dan kaget melihat antrian jalur yang biasa ...panjangnya luar biasa. Nah, kalau sudah begini mulai deh berpikir untuk mengambil jalur lain yang penting gue gak mau lama-lama di dalam halte busway yang puanas.

Okay, sekarang sudah berada di busway dengan rute yang berbeda yang sebenarnya jadi agak jauh sih. Tapi daripada gue harus perang fisik untuk sekedar berdiri...makasih deh. Lagi gak punya energi. Ternyata setelah duduk didalam busway yang super dingin (karena penumpangnya sedikit), eh....butuh hampir setengah jam untuk keluar dari wilayah halte busway tersebut. Letaknya memang passss banget dekat perempatan jalan jadi makin lengkap deh waktu tunggunya. (maksudnya lama banget).

Bebas dari lampu merah, gue kaget...eh...kok busway ini bergerak kejalur yang justru biasa gue gunakan...? Seorang penumpang yang gue tanya memberi tahu kalau ada penutupan jalan. Dan otak gue yang lemot masih belum kepikir kalau jalan ditutup karena ada PAWAI.. Gue malah mikir, oh bagus nih. Gue bisa turun di halte yang biasa untuk sekedar pindah ke angkot lain. Tapi oh tapi....halte busway yang gue pikir bisa membantu untuk meloloskan diri dari super macet ini.....DITUTUP. Gubraks...



Jadilah gue terpaksa mulai pasang setting untuk tidur karena mau bagaimana lagi? Busway bukan bus biasa yang penumpangnya bisa seenaknya turun. Sempat keluar doa singkat gue: oh Tuhan...semoga busway ini mogok supaya gue bisa keluar. Tapi gue tahu itu gak mungkin jadi mulai deh bersiap untuk bobo karena perjalanan ini bakal puanjaaang... Lalu tau-tau AC mati dan busway berhenti. Gue langsung bangun lagi deh dan berharap semoga doa gue (yang bakal bikin gondok penumpang lain) terkabul... Dan setelah 5 menit berlalu tanpa ada kejelasan, gue langsung berdiri dan berjalan dengan pede-nya ke ruang sopir yang terbuka...untuk kemudian....blasssss....langsung keluar.... Saking senengnya gue gak harus terjebak macet gue gak keberatan jalan kaki yang kalau dilihat lagi buset jauh amat.... *hasil dari jalan kaki jadilah gue iseng motret yang satu ini*  Begitu hampir mencapai terminal bus terdekat....gue dapat mikrolet dan duduk santai sampai kerumah... Oh memang lewat macet juga sih, tapi setidaknya jalurnya lebih deket daripada muter sana sini...

Heheheh, happy karena keinginan terkabul walau gue bisa membayangkan betapa betenya penumpang lain yang terjebak didalam busway serta antrian yang bakal lebih parah karena buswaynya mogoookkk...


0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box