Senin, 21 Januari 2013

Banjir 2013


Tgl 17 Januari kemarin di tengah hujan deras yang buset banget gue berangkat kekantor. Tidak dengan busway, walau pagi itu masih terlihat busway hilir mudik dengan penumpang yang banyak banget di dalamnya. Sepanjang perjalanan gue sudah ngeri juga sih melihat curah huham yang gede dan tidka kunjung berhenti. Mulai deh gak konsen pas sudah berada di kantor soalnya si hujan turun terus ogah berhenti. Langit juga bertahan terlihat gelap dan gak ada berubah menjadi cerah untuk menenangkan hati. Dan yang paling gawat, air sudah mulai menggenang semata kaki di depan kantor. Memang belum banjir sih, tapi genangan air itu cukup mampu merusak sepatu dan celana panjang jadi kuyub.


Lalu sambil kerja dan berharap-harap cemas, hujan akhirnya berhenti. Gue mulai tenang dan berharap hujan tidak turun lagi. Tapi menjelang jam 10, langit gelap lagi dan akhirnya gue memutuskan untuk minta ijin pulang. Gak peduli deh caranya bagaimana untuk pulang, pokoknya kalau sudah seperti ini mendingan berada di rumah.
Jadilah gue menyeberangi jembatan dari kantor. menyaksikan orang-orang yang dengan kecewa meninggalkan halte busway karena tidak beroperasi pada hari itu. Gue juga ikut bingung. Mau naik apa’an nih?
Akhirnya gue menggunakan ojek ke Pasar Baru karena biasanya sih disana ada angkot yang langsung ke area rumah. Ternyata sesampainya disana gue mendapat kejutan. Pasar Baru banjir di bagian depan dan belakang. Bingung oh bingung, mau jalan kemana yang gak banjir? Eh, tahu-tahu ada bus yang menuju ke Pulo Gadung yang melewati Pasar Senen. Lucky me! Atau, bisa dibilang inilah salah satu BEST MOMENTS 2013 untuk gue. Di tengah kekacauan karena banjir dimana-mana gue masih bisa mendpat kendaraan untuk menuju rumah dalam waktu singkat. Di sekeliling gue terlihat orang-orang berjalan kaki menerobos banjir dengan menenteng sepatu. Yup, I am truly blessed!
Tanpa membuang waktu gue langsung naik ke bus biarpun penuh banget. Kembalian ongkos juga gak diberikan tapi y ague maklum deh. Dalam saat-saat begini memang kesempatan dalam kesempitan itu harus digunakan sebaik-baiknya. Mau apa lagi? Mau naik taksi juga gak bisa karena tidak akan berani menerobos banjir. Toh, akhirnya gue sampai di Proyek Senen dan berganti naik mikrolet. Sempat terjebak macet selama 1 jam tapi masih mending daripada bengong di jalan lebih dari 1 jam karena gak dapat angkot.

Kereta api tidak berfungsi karena banjir menutupi rel kereta. Banyak orang terpaksa menginap di kantor karena terjebak banjir. Jadi, berpindah kendaraan sampai tiga kali dan kena macet, mendadak seperti tidak ada apa-apanya karena bisa sampai di rumah dengan selamat.

Belum tahu ya sampai kapan keadaan darurat seperti sekarang ini. Pastinya, di hari Jumat gue memilih tidka masuk daripada puyeng memikirkan bagaimana caranya agar bisa pulang.
Turut prihatin pada korban banjir dan bagi mereka yang harus mengungsi. Semoga saja keadaan ini cepat berlalu dan bisa diatasi. Amin!


0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box