Rabu, 14 September 2011

PERLU? TELEPON DOOONG!


Beberapa waktu lalu gue sempet keabisan pulsa (bukan sempet sih tepatnya, tapi memang selalu keabisan pulsa) dan karenanya daripada ribet gue memutuskan untuk menghubungi temen gue lewat BBM (Blackberry Messenger). Lamaaa, statusnya cuman delivered aja gak berubah menjadi status READ. Udah kesel campur panik karena mau mengabarkan gue bakal telat. Ketika akhirnya berhasil ketemu pada hari itu gue pun memberitahu soal pesan yang gue kirimkan itu. Dan ternyata oh ternyata alasan dia tidak menjawab karena gak mendengar karena tipe dering yang ia pasang untuk menerima bbm-nya super pelan banget. Setelah tahu gue berusaha menghubungi dia nyengir dan bilang ke gue,"Kalau penting banget ya elo telepon gue ajalah! Dan jangan pake acara kasih pesen lewat wall di FB ya! Pasti bakal telat gue lihat!"



Erhm, jadi inget dulu jaman mau nelp temen aja susahnya setengah mati karena gak punya telepon dirumah. Sampai harus jalan ke sana kemari mencari telepon umum yang sialnya juga lebih banyak yang rusak daripada yang bener. Sementara wartel belum terlalu banyak beredar. Sampai akhirnya telepon hadir dirumah dan pada akhirnya teknologi handphone memudahkan semuanya.

Dari pake handphone, terus tersedia fasilitas sms disusul dengan kemudahan berikutnya yaitu internet. Lewat internet, kebiasaan orang mengirim kartu (weleh, jaman dulu banget) serta sms langsung tergantikan. Sekarang untuk memberikan ucapan selamat aja bisa lewat Facebook, Twitter, BBM, dan entah sekian banyak applikasi lainnya. Nah, yang jadi masalah gue adalah gue selalu membuat nada dering untuk segala macam applikasi seperti FB, Twitter dengan volume lebih pelan daripada nada dering untuk menerima telepon. Jadilah gue sering gak dengar jika ada pesan masuk melalui applikasi tersebut. Apalagi kalau handphone ada di dalam tas dan tengah berada di dalam kendaraan umum. Makin gak kedengaran sama sekali deh pesan-pesan yang masuk itu. Kecuali kalau alat komunikasi itu gue pegang dan pelototin sepanjang waktu. Dan itu gak mungkin toh? Gue suka bingung kenapa orang jadi merasa punya hak untuk sewot karena tweet-nya tidak dibalas. Siapa juga yang memperhatikan twitter atau Facebook di setiap saat? Dan lagipula bener juga kata temen gue tadi. Kalau bukan karena keabisan pulsa dan memang ada sesuatu yang penting, ya langsung telepon aja dong! Daripada menduga-duga yang jelek-jelek, kenapa sih gak ada beritanya? Padahal tadi janjinya mau menghubungi atau semacamnya. Jangan hanya jadi orang yang pasif, tapi jadilah juga orang yang pro aktif.

Jangan biarkan internet menjauhkan orang yang dekat akibat salah paham dari hal yang sepele.

Just call me and I'll be there :)

2 komentar:

  1. emang enak langsung nelpon ya, langsung tahu :)

    aku juga bukan tipe org yg setiap saat nengok fb malah sebenatr lagi mau tak tutup accountnya krn rasanya nggak fair aku punya fb tapi nggak pernah bikin status atau komentar ke sana sini, juga menghindari kalau ada pesan penting dr sodara yg masuk tapi aku lama mengetahuinya krn jarang buka fb

    BalasHapus
  2. Oh, kenapa di matikan? Kl mnrt ku sih pertahankan aja... :) Lumayan buat update news soal temen2 sekolah dulu :D
    Tapi kalau memang merasa gak ada gunanya sih ya lebih baik memang dimatikan saja

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box