Kamis, 30 September 2010

Habis Diusir?

Hari ini ceritanya bukan soal di bus sih...rada belok sedikit. Masih berputar soal angkutan umum, yaitu mikrolet sama bemo (nah yang ini entah masih ada apa enggak ya). Topiknya juga bisa aja terjadi di bus, yaitu ketika kita ketemu sama orang yang membawa banyak barang.

Gue tau sih ongkos angkutan umum itu murah banget (kalau enggak, mana mungkin gue rela berdempet - dempetan di sana selama belasan taun?) TAPIIII, mbok ya kira - kira dong kalau bawa barang dagangan atau abis menguras abis isi rumah atau malah diusir keluar dari sana... Bawa barang banyak yang bikin sempit dan sudah pasti bikin bete orang lain...

Tau sendiri kan pintu masuk mikrolet itu sempitnya kayak apa? Buat yang gak tau mikrolet dan bemo itu sejenis makanan eh...kendaraan apa, liat aja ya gambar di bawah ini (gambar ini diambil dengan paksa dari hasil browsing di google)



Mikrolet tuh kurang lebih asal muasalnya dari kendaraan yang isinya bisa banyak orang. Seperti mini van untuk keluarga deh. DI bagian depan sudah pasti diisi oleh supir dan di sebelahnya bisa untuk dua orang penumpang (rada maksa). Di belakang, kursinya dibuat saling menghadap. Jejeran penumpang disisi belakang supir, selama penumpangnya langsing - langsing sih bisa duduk nyaman sebanyak enam orang. Sementara untuk sisi yang berdekatan dengan pintu masuk, wajib diisi empat orang. Ohya, ada ekstra kursi kecil dekat pintu yang bisa memuat dua orang. Juga rada maksa.



Sementara bemo, lebih kecil lagi dari mikrolet.
Juga silahkan lihat gambar. (gambar ini diambil dengan paksa dari hasil browsing di google)



Herannya kendaraan sekecil itu bisa dipaksa masuk enam orang yang duduk saling berhadapan dan tidak ada celah sedikitpun untuk bergaya stretching...alias memanjangkan kaki. Makanya juga kali jarak tempuhnya gak pernah jauh - jauh. Kalau sampai iya, patah semua tuh tungkai kaki para penumpang karena pegel buanget oi.

Jadi, dengan tempat yang udah begitu sempit kita harus bertoleransi dengan orang - orang yang membawa barang yang bisa disimpen di dalam lemari pakaian saking banyaknya. Yang paling gue kesel kalau didalam bemo itu adalah kalau ketemu ibu - ibu yang baru pulang dari pasar. Aduh deh, bukannya diletakkan di pangkuannya itu barang belanjaan yang masih kecium bau pasarnya (ada ikan, ayam, daging, dan entah apa lagi). Tapi diletakkan aja di bawah dan itu artinya juga kena ke sepatu gue. BLEGH! Makanya gue rada males naik bemo kalau gak duduk di depan sekalian sebelah supir. Atau yang deket pintu supaya gak jadi HUNCHBACK dari NOTRE DAME karena harus membungkuk 90 derajat untuk bisa keluar dari bemo.

Sama aja dengan yang membawa barang banyak di dalam mikrolet. JAdi, kita penumpang lain yang harus maklum dan bersedia kejepit kakinya karena ruangan di dalam mikrolet itu sudah penuh sama barang - barang bawaan mereka.

Gak bisa marah dong. Namanya aja kendaraan umum... Kalau si supir gak merasa terganggu ya udah siap - siap manyun deh sepanjang jalan karena kaki jadi keram gak bisa bergerak kemana - mana gara - gara ada yang diusir dari rumah dengan bawa barang satu kelurahan.

nasib, nasib....

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box