Selasa, 17 Oktober 2017

Baju Daur Ulang

Baju lama milik mama

Jangan pernah buang baju lama sebelum yakiiin banget. Halah, sebenarnya orang seperti saya ini bisa dibilang punya gejala hoarder alias penimbun. Lah saya apa saja disimpan, mulai dari koran, buku, majalah, potongan tiket konser, kereta api and so on. Sekarang sih saya sudah mulai mengurangi kebiasaan ini tapi untuk baju yang masih rada susah. Bahkan baju saat saya masih kecil juga masih ada beberapa yang disimpan. 


Beberapa hari yang lalu saya membongkar lemari dan ceritanya mau memisahkan mana yang masih bisa digunakan dan mana yang enggak. Biasanya baju-baju yang memang beneran sudah tidak saya kenakan tapi masih layak pakai langsung dikasih ke siapa saja yang mau. Soalnya kalau buat dijual rada-rada kurang pantes ya... But anyway, saya menemukan beberapa kemeja lama milik almarhum papa. Kemeja-kemeja ini dulu sering saya pakai ketika masih kelebihan berat badan. Saking gedenya badan saya, sampai susah mencari baju yang cocok. Akhirnya baju papa saya pun saya sikat... Kidding... 




Ketika menemukan kemeja-kemeja ini jadi mikir, enaknya diapain ya... Dikasih ke orang masih gak rela karena ada faktor kenangan, baju tersebut milik papa. Saya juga suka mengenakan baju milik mama yang masih okay digunakan pada masa ini. Sayangnya baju-baju mama semasa gadis tidak ada satupun yang muat sama saya. Sekarang, giliran baju almarhum papa saya kebesaran, bingung sendiri mau diapain ya... Mau dikecilin kok ya ribet banget. Saya mesti bawa dulu ke tukang jahit (berhubung gak bisa jahit)... Terus iseng saya tanya ke mama dan beliau melihat sebentar baju tersebut dan bilang,"Dipakai begitu saja, buat apa dikecilin?"

Sempat terpikir, maksudnya buat apa dikecilin kalau-kalau nanti gemuk lagi? Hahahha, sensi dot com. Lalu baru saya sadar, oh iya... sekarang kan lagi musim baju-baju longgar. Kemeja ini bisa jadi semacam mini dress dan saya tinggal pakai legging atau celana pendek saja. Beres...

See? Ketika bingung mau cari outfit apa karena tidak mungkin dong belanja baju baru melulu....maka bongkar saja lemari pakaian. Pasti ketemu untuk dikenakan sesuai trend yang ada sekarang. Asal setelah bongkar jangan lupa diberesin lagi ya.... 

3 komentar:

  1. samalah kita Mbak, aku juga suka sortir baju, ada yang dikasih ke orang ada yang dibuang karena kalau dikasih ke orang juga malu, karena udah usang, ada yang kuambil dan kutumpuk di lemari gudang, karena belum yakin mau dikasih orang atau masih dipakai lagi, menjadi bentuk yang lain. Hehehee, cakep itu Mbak, tinggal pakai daleman yang sepaha, kece dech

    BalasHapus
  2. Wah, aku nggak punya satupun baju peninggalan Abah. :'D Tapi baju zaman dulu banyak yang kece dipakai sekarang. :D

    BalasHapus
  3. Mb Riaaaa, wah samaan kita. Aku ada loh baju yang didaur ulang beneran. Jadi itu awalnya baju mama. Kamisol sama gaun 7/8 tanpa lengan. Itu baju bikinnya jaman aku SMP kalau gak salah

    Nah sama Mama, baju ini dikekepin terus tuh di lemarinya. Eh sekarang baju itu sukses dihibahin ke aku. Setelah dirombak ke penjahit langganan Mama. Jadi deh gamis

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

My Blog On Your Phone

My Blog On Your Phone
Download RiaTheChocolicious di PlayStore

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Flag Counter

Flag Counter