
Terlalu banyak yang bisa dilihat tapi terlalu sedikit waktunya. Walau saya punya kebiasaan jelek yaitu kerjanya foto-foto melulu tapi lupa bertanya, ini tempat apa dan sejarahnya dan cerita. Tapi dari kebiasaan jelek ini, saya jadi punya kenangan untuk dilihat kembali dan sekalian mencari tahu nama tempat dan sejarah sekaligus. Jadi postingan kali ini untuk melanjutkan jalan-jalan sebelumnya ke:
MARKSBURG'S CASTLE
KULTUR- UND LANDSCHAFTSPARK LORELEY
Pas diajak jalan ya saya belum ngeh kalau Lembah Rhine Tengah Atas (Upper Middle Rhine Valley) di Jerman dikenal secara global sebagai salah satu kawasan paling memikat di Eropa. Terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, di wilayah ini terdapat paduan sempurna antara bukit kebun anggur, alir sungai yang tenang, serta deretan benteng abad pertengahan. Pas saya datang, perkebunan anggurnya belum mulai masa tanam. Jadi kalau kalian lihat di photo, lahan perkebunannya itu terlihat seperti area kosong.
Jadi kita kemana saja nih waktu itu?
1. Panorama Oberwesel dari Seberang Sungai
Oberwesel ini nama kotanya yang fotonya saya attached di sini dan merupakan kota bersejerah di tepi sungai Rhine, yang lokasinya di negara bagian Rheinland-Pfalz. Yang terlihat dari foto itu adalah :
Ochsenturm (Ox Tower / Menara Sapi): Menara batu bundar yang menjulang di bagian tengah foto dengan bentuk khas "Butterfass" (bagian atas yang lebih mengecil menyerupai tempat pembuat mentega tradisional). Menara pertahanan abad pertengahan ini dulunya berfungsi sebagai bagian dari benteng kota dan menara pemandu lalu lintas pelayaran di Sungai Rhine.
Menara ini dapat dilihat dan diakses dari jalur pejalan kaki di sepanjang tembok kota lama Oberwesel dan pengunjung bisa jalan-jalan di sekitar sambil menikmati pemandangan sungai Rhine.
Liebfrauenkirche (Gereja Our Lady): Sebenarnyaaa, dekat dari menara ini ada Gereja Gothic berwarna merah bata-putih. Sayangnya fotonya terlalu jauh banget. Gereja ini dibangun sekitar abad ke-14 dan terkenal dengan arsitektur Gothic tingginya. Gereja terbuka untuk umum dengan jam operasional mulai dari jam 10.00 hinga 17.00 waktu setempat.
2. Menyusuri kota tua Kaub
Menyusuri jalanan utama di tepi sungai kota Kaub, kita disuguhkan alun-alun Blücherplatz. Di tempat ini berdiri gagah Monumen Field Marshal Blücher, seorang jenderal Prusia yang memimpin penyeberangan bersejarah pasukan sekutu menyeberangi Sungai Rhine pada malam Tahun Baru 1813/1814 untuk mengejar pasukan Napoleon Bonaparte.
Kalau di foto ini, terlihat bangunan menara batu bundar: Dicker Turm atau sering juga disebut Diebsturm). Artinya kurang lebih Menara Pencuri. Dahulu, menara ini digunakan sebagai menara pengawas (wachtturm) serta penjara/tempat penahanan kota (sehingga mendapat julukan Diebsturm / Menara Pencuri
Menara batu ini dibangun pada kurun waktu 1485–1487 sebagai bagian dari sistem benteng dan tembok pertahanan kota (Stadtbefestigung) Kaub. Ciri khas dari menara ini adalah bentuk dasarnya yang bundar dan tebal, serta atap kayu bersudut 12 (zwölfeckige Haube) di bagian atasnya.
3. Melintas Burg Gutenfels dan Burg Pfalzgrafenstein
Berikutnya kami melintas dua landmark paling ikonik di Kaub yaitu pasangan kastil penarik bea/pajak kapal dagang pada abad pertengahan:
Burg Gutenfels didirikan oleh keluarga bangsawan Falkenstein (Lords of Falkenstein-Münzenberg) sekitar tahun 1220 hingga 1222. Berdiri di atas tebing curam setinggi 110 meter di atas bukit kebun anggur, kastil yang dibangun sejak tahun 1220 ini mengawasi lalu lintas sungai dari ketinggian.
Mengenai aksesibilitasnya bagi publik, ternyata kastil ini tidak dibuka secara umum untuk kunjungan wisata harian (seperti museum terbuka). Kastil ini saat ini dikelola secara privat dan berfungsi sebagai hotel kastil eksklusif. Di kedua foto yang saya lampirkan, terlihat kan ada tulisan: HOTEL di dinding kastilnya. Area dalam kastil dan tamannya diprioritaskan bagi tamu yang menginap agar mereka mendapatkan privasi penuh. Dapat diakses publik pada momen tertentu, seperti acara khusus (misalnya tur malam hari dengan mencicipi anggur atau festival lokal), atau jika Anda memesan akomodasi langsung melalui situs resmi Burg Gutenfels.
Burg Pfalzgrafenstein: Kastil putih unik berbentuk menyerupai kapal yang dibangun tepat di atas pulau karang kecil (pulau Falkenau) di tengah-tengah Sungai Rhine. Bentuk sudutnya dirancang khusus untuk menahan terjang aliran air sungai dan es saat musim dingin. Dilihat sepintas bentuknya mirip kapal loh.
Kastil ini dibangun pada tahun 1326 oleh Raja Ludwig dari Bavaria dan dulunya berfungsi sebagai benteng pemungut bea/pajak (toll castle) bagi kapal-kapal dagang yang melintasi Sungai Rhine.
Secara umum Burg Pfalzgrafenstein tetap dibuka untuk umum sebagai museum publik, namun operasionalnya sangat bergantung pada kondisi alam. Karena letaknya yang berada di tengah Sungai Rhine, kastil ini hanya bisa diakses menggunakan kapal feri penumpang dari kota Kaub.
Sebaiknya sih kalau mau ke sini, harus double check untuk memeriksa status pembukaan terbaru dan jadwal feri penyeberangan langsung melalui situs resmi General Directorate for Cultural Heritage. Pas check di Gmaps, ada informasi kalau kastil ini ditutup untuk umum. Jadi mesti check terus secara berkala.
Mengapa kedua kastil ini menjadi ikonik? Karena keduanya bekerja sama sebagai satu kesatuan sistem pertahanan dan pemungutan pajak di masa lalu.
Burg Gutenfels (Kastil Bukit) berfungsi sebagai pusat komando strategis, barak pasukan utama, dan menara pengawas. Dari atas bukit, prajurit bisa melihat kapal yang datang dari kejauhan. Sementara Burg Pfalzgrafenstein (Kastil Pulau) sebagai pos pemungutan cukai fisik garis depan. Keduanya saling menjaga dan melindungi, apalagi kalau ada kapal yang mencoba menerobos atau menolayar membayar. Siap-siap saja diserbu panah dan meriam dari kedua kastil tersebut.
Pajak yang dipungut di tengah sungai oleh petugas di Burg Pfalzgrafenstein dikumpulkan dan dibawa ke kantor bea cukai di kota Kaub dan disimpan di bawah perlindungan Burg Gutenfels. Pendapatan dari kerja sama kedua kastil ini sangat masif, menjadikan penguasa wilayah Kaub saat itu sebagai salah satu entitas terkaya di sepanjang Sungai Rhine. Tapi ketika wilayah tersebut dikuasai oleh Kerajaan Prusia, sistem pemungutan pajak resmi dihentikan.

4. Hochwassermarken
Saya tertarik sama tanda-tanda yang ada di dinding batu kota Kaub di tepi sungai Rhine ini dan langsung ambil fotonya. Suami teman saya menjelaskan kalau ini adalah penanda air pasang. Hochwasser artinya banjir atau air pasang luapan sungai. Plakat-plakat logam yang kita lihat ada di foto tersebut mencatat titik tertinggi luapan Sungai Rhine pada peristiwa banjir dari masa ke masa di kota Kaub. Plakat ini mengabadikan rekor titik tertinggi luapan air Sungai Rhine dalam berbagai peristiwa banjir besar melintasi abad—mulai dari banjir besar tahun 1882, 1920, hingga banjir di era modern pada tahun 1988, 1993, dan 1995. Tanda ini menjadi pengingat visual yang humanis tentang bagaimana sejarah, manusia, dan alam saling menyatu di Lembah Rhine.
Tanda penanda banjir di foto ini menjadi pengingat visual bagaimana kehidupan masyarakat lokal selalu berdampingan dengan keanggunan sekaligus dinamika kekuatan alam Sungai Rhine.
FYI, tanda penanda banjir ini sepertinya tidak hanya berada di satu area. Saya sudah coba tanya ke Gemini lokasi akuratnya di Google Maps tapi gagal terus.
KESIMPULAN
Baru melintas saja, sudah ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi jika ada kesempatan. Selain menyimpan cerita sejarah yang menarik, tempat-tempat seperti kastil itu selalu menarik untuk dikunjungi.
Kesimpulan lain, sepertinya yang aman ya jalan-jalan sambil melintas saja dalam kendaraan jika membawa teman atau keluarga yang menggunakan kondisi roda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank you for reading and leaving nice and supportive comments.