Senin, 03 Agustus 2015

Brisk Benedict


Hari kedua Lebaran tanggal 18 Juli kemarin seorang teman berbaik hati mengajak saya dinner di restoran Benedict yang terletak di :
East – Grand Indonesia
Lower Ground Shop Unit EM-LG-37-38-39 (ph: 2358 1238)




Saat kami datang, saya melihat restoran terbagi menjadi dua sisi. Satu sisi yang terlihat langsung saat kami masuk terlihat padat pengunjung. Sementara satu sisi lagi masih terlihat lengang. Tapi menurut waitress, restoran saat ini tengah penuh. Nah loh… Jadi kami masuk urutan ke tujuh dalam daftar tunggu.




Sekitar 10 menit kemudian, teman saya dihubungi ada tempat duduk di smoking area. Rupanya ruangan yang masih lengang itulah daerah bagi para perokok. Tapi karena masih kosong, kami langsung setuju untuk ditempatkan di sana. 



Pas memesan makanan saya perlu waktu untuk mempelajari menu. Hahaha, dikira makalah kuliah kaleee…
Anyway, inilah yang kami pesan:

Pulled Chicken Benedict
Pesenan teman yang terkesan sama....semangka panggangnya ...



Chicken Under A Bridge
Saya sebenarnya gak ngerti kenapa namanya seperti itu. Ayamnya enak, tapi boleh gak ya kalau lain kali saya minta dihidangkan dalam keadaan sudah terpotong-potong? Akhirnya karena gak sabar makan dengan pisau dan garpu saya menggunakan jari jemari juga. Mashed potatonya halus sekali dan kalau kata saya jadi kurang banyak. Kidding.
















Benedict Burger
Saya ikut mencicipi dan rotinya empuk bangetttt... Apalagi dagingnya....


Lalu untuk minuman kami memesan:
Apple Iced Tea dan Lychee Iced Tea dan Fresh Orange Juice


Karena mengobrolnya masih lama akhirnya kami lanjut lagi dengan memesan Chocolate and caramelized marshmallow doughnut yang rasanya gak terlalu manis. Pas kalau diminum dengan Coffee Latte yang dipesan teman saya tapi lupa saya foto. 


Saya sendiri memesan lagi Chocolate Iced dan ada penampakan sedikit Coffee Latte :


Dari tempat saya makan, bisa terlihat dapur dan makanan-makanan yang tengah disiapkan.


Kami beruntung saat berada di sana meja-meja masih kosong. Yang melakukan reservasi masih belum datang rupanya.


Walau lokasi restoran ini letaknya di LG dan tidak ada pemandangan di luar mall, tapi jendela besar terbuka membuat pengunjung tidak bakal merasa sumpek di dalam. Dan kami bisa mengobrol dengan nyaman tanpa merasa bising dengan kehadiran pengunjung lain. Mungkin karena jarak dari meja satu dengan lainnya yang tidak terlalu berdekatan. Juga tidak terdengar lagu yang diputar terlalu keras. Saya kadang suka curiga kalau lagu yang diputar terlalu keras itu untuk mengusir pengunjung yang sudah kelamaan duduk. Atau saya aja yang udah ketuaan jadi cepat terganggu. 


Pelayanannya juga okay. Waitress yang meladeni meja kami juga sabar menjawab pertanyaan dan permintaan kami. Kami baru kabur setelah para pengunjung yang datang mulai memenuhi ruangan. Dan kebanyakan dari mereka memang benar-benar merokok. 



Lain kali saya ingin kembali untuk mencoba makanan non-halal dan kue-kuenya. Yes, ladies and gentlemen, Benedict also provide makanan non halal... Tapi sepertinya lain waktu saya harus melakukan reservasi terlebih dahulu agar tidak ditempatkan di area merokok. 

6 komentar:

  1. wow burgernya ada variasi ceploknya y

    BalasHapus
  2. semangka panggangnya rasanya gmn? saya jg suka pusing mba klo denger musik keras2 di cafe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. temen saya bilang sih enak... Saya gak bisa komen krn gak ikut merasakan sendiri ^_^
      Hahaha, saya suka curiga kl lagi duduk ngobrol trus kok makin lama kami yg ngobrol suaranya semakin meninggi diserta iringan musik yg semakin kenceng

      Hapus
  3. Wihhhh enak kayanya, Mbak. :D
    Pingin ke sana juga ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung selera juga kok... Tp kl gak terlalu suka western food, mungkin bakal kurang cucok...

      Hapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box