Sabtu, 31 Agustus 2019

Hummingbird Eatery & Guesthouse - SOLO TRAVELING Part 2

Hummingbird Eatery


Setelah urusan beli tiket kereta (yang ada di postingan sebelumnya) beres, maka selanjutnya saya mulai mikir, mau menginap di mana. Ketika saya minta rekomendasi tempat menginap dari teman, dia bertanya, saya mau jalan-jalan di mana? Mau ke FO? Atau sekedar mau me-time nongkrong? Berapa lama saya di Bandung? Begitu tahu pagi-pagi saya sudah pulang, berarti saya butuh tempat menginap yang tinggal ngesot kemana-mana. 

Dan karena kami berdua sama-sama foodie jadi yang dimaksud dengan tinggal ngesot adalah tempat nongkrong alias kedai kopi. Teteup yah... 


Ada tiga penginapan yang ia rekomendasikan yaitu Hummingbird Eatery & Guesthouse, Hay Hotel dan Ivory hotel. Semua sekitaran area Riau. Saya check di google maps, waw...Hummingbird dekat dengan buanyak tempat ngopi dan hangout dan makan dan roti...dan selanjutnya. Seingat saya pernah sih ke Hummingbird eatery; sampai bikin postingan segala malah. Tapi baru tahu kalau ada penginapan juga di tempat yang sama. Langsung saya pesan untuk menginap satu malam dan jreng, pakai voucher Traveloka hadiah dari Traveloka Eats duong. 

Semua penginapan yang direkomendasikan oleh teman, reviewnya bagus-bagus. Tapi memang mata saya lebih hijau begitu melihat penginapan yang lokasinya dekat banyak tempat nongkrong yang sudah buka jam 7 pagi. Jadi gak masalah kalau voucher menginap tidak termasuk sarapan. Yang penting ada wifi, karena saya adalah fakir wifi sejati, yes?

Saya juga cek waktu tempuh antara penginapan dengan stasiun kereta Bandung hanya sekitar 15 menit dengan naik ojek. Jadi aman deh, jika saya ingin mepet-mepet baru ke stasiun.

Saat sampai di Bandung, saya melipir dulu ke tempat lain karena sudah ada janji dengan teman. Barulah sekitar jam 4 sore saya check in ke Hummingbird guesthouse.

Tempat menunggu konfirmasi kamar

Oalah rupanya penginapannya ada di belakang tempat makan. Tempat makannya masih sama persis seperti dulu. Staff yang bertugas mengantarkan ke belakang ke semacam meja resepsionis. Sementara yang bertugas di bagian guesthouse sedang dipanggil, saya dipersilahkan duduk sambil menikmati welcome drink.



Setelah mereka memeriksa daftar tamu dan mengkonfirmasi bookingan, saya dapat amplop berisi pouch imut dan kunci kamar. 





Letak kamar di lantai dua, begitu naik tangga kamarnya langsung dapat. 





Begitu masuk kamar, wah bawaannya langsung mau tidur. Saya hampir lupa kalau mau kelayapan nanti malam sama teman (yang lain). Cozy banget, dan suka sama suasana di dalam kamar.





Toiletries, minibar, semua lengkap, AC juga gak ada masalah, ada hairdryer, cable-tv. Semuanya ada termasuk kulkas karena saya butuh buat simpan oleh-oleh hingga pulang keesokan harinya. 




Saya sempat menghubungi teman untuk tahu dia menginap di mana. Weleh, ternyata dia menginap di Ivory hotel dan itu artinya gak terlalu jauh. Saya minta tolong dihubungi saja lagi kalau dia sudah mau keluar, karena dia serombongan sama keluarganya. Jadi saya memilih mandi dulu, dan yay... ada air panas. Memang sih, shampoo, conditioner dan soap semuanya tidak disediakan dalam tube. Alias tidak ada yang bisa saya angkut bawa pulang. Tapi bukan masalah besar deh. 

Setelah mandi, ternyata handphone teman saya tidak bisa dihubungi. Saya jadi curiga, jangan-jangan hape mati dan dia gak bawa charger. Ya sudahlah, saya pun melangkah keluar dan memutuskan untuk mampir ke dua tempat yang letaknya tidak jauh dari tempat penginapan. Maunya sih ke tiga tempat, tapi badan sudah gak mau diajak kompromi. Saya pun balik ke kamar untuk beristirahat dan beneran nyaman dan aman. Saya yang biasanya suka sok merasa horor (ini akibat menonton dan baca cerita horor melulu) kalau tidur sendirian, kali ini enggak... 

Yang kurang okeh dari tempat menginap ini hanya satu yaitu bantalnya terlalu keras buat saya. 



Paginya pas saya bangun, teman saya menghubungi dan mengajak ketemuan. Seperti dugaan saya, hapenya mati dan dia sempat gak menemukan chargernya. Kami janjian untuk bertemu jam 7 di hotel Ivory dan saya mulai bersiap sekalian beres-beres karena kereta berangkat jam 11.35 nanti.

Karena sudah terbiasa apa-apa naik ojol, saya ngecek dong di apps dan melihat durasi perjalanan hanya 3 menit dengan biaya yang murce. Wah, artinya dekat banget dong nih hotel dari tempat saya menginap. Saya mulai buka google maps dan melihat rute perjalanan dengan jalan kaki. Saya sebenarnya rada curiga kalau ada jalan yang lebih singkat. Tapi mengingat ini bukan Jakarta dan saya gak mau menghabiskan waktu karena nyasar, ya sudahlah. Menurut saja apa yang disarankan mbah google. 

Dan ternyata perjalanan tersebut membuat saya baru sadar, astagah dekat banget dengan FO yang dulu sering saya kunjungin. Rute tersebut juga membuat saya tahu di mana bisa membeli klaapertaart pesanan mama. Sebenarnya saya sudah berusaha memesan lewat ojol tapi baru jam 17.30 dan tempatnya sudah tutup sodara sodari... Jadi, yang ada di sekitaran jalan Riau ini yang harus saya datangi nanti sebelum pulang. Mana baru buka jam 10.00 nanti, jadi saya harus balik lagi ke sini.

Gak foto-foto atau bikin video selama perjalanan dari Hummingbird ke Ivory? Gak. Awalnya sempat kepikiran mau bawa tripod tapi ya kok males banget ya. Bela-belain amat demi content mending ada yang lihat. Saya juga terlalu malas untuk merekam dengan hape karena lebih ingin menikmati perjalanan singkat ini. Kecuali kalau saya punya asisten untuk foto dan karena saya gila foto makanya mungkin gak ada yang mau jadi asisten (apa sih). But anyway, saya memutuskan untuk tidak merekam ataupun foto-foto sepanjang jalan pagi yang dingin itu.




Sesampainya di Ivory dan melihat jalan di sekitarnya, wah ternyata lokasinya okay juga. Tempatnya memang agak tersembunyi dari keramaian jalan tapi di sekitar penginapan juga ada beberapa tempat makan. Memang tidak banyak, tapi bukan berarti tidak ada. Sempat juga masuk ke dalam kamar teman dan melihat situasi dalam kamar. Sepertinya okay nih kalau lain kali mencoba menginap di sini.



Dan inilah hasil ketemuan yang gak direncanakan dan karenanya nyaris tidak jadi. Waktu sekitar dua jam kami habiskan mengobrol, which is funny to think that we live in the same city but rarely meet up. 

Pawai di jalan Riau merayakan Hari Veteran


So tips untuk menikmati liburan singkat? Gak usah mikirin gak ada foto-foto atau rekaman perjalanan. Dijalani saja dan dinikmati saja yang tengah berlangsung.




Kalau saya tadi mau sok ambil jalan singkat, mungkin tidak bisa melihat keriuhan saat hari Veteran di jalan Riau.

Nantikan laporan tempat makan yang dikunjungi yaaa... ^_^

Solo Traveling part 1
Solo Traveling part 3
Solo Traveling part 4

8 komentar:

  1. Wah bagus banget nih ya Mbak hotelnya. Fasilitasnya juga tercukupi nih

    BalasHapus
  2. Jadi cuma bantalnya aja nih ya Mbak yang mengganggu di hotel ini

    BalasHapus
  3. Enak banget nih ya Mbak kalau menikmati pemandangan yang ada di atas dengan duduk santau gitu

    BalasHapus
  4. udh sering dgr sih hummingbird, tp ga tau kalo ada tempat menginapnya mbaaa hahahahah.... tempat makannya aja blm aku cobain jugak :p. selama ini kalo ke bdg mainnya slalu ke atas -_-. aku jrg memang cari makan di bawah. kapan2 deh ah, soalnya di zomato ratingnya tinggi hummingbird inii. ;). jadi penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku justru udah gak mau makan di situ, karena udah pernah... hahahahah... Untuk nginep sih okelah, IMHO. Krn lokasinya dekat kemana2 terutama kl sendirian & waktu terbatas.

      Hapus

FYI, all spam comments will be deleted.

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter