Jumat, 27 April 2018

Kopi Robusta Dan Kopi Arabica

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, bahkan beberapa kopi yang berasal dari berbagai daerah juga sudah diekspor keberbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah jenis kopi Robusta, walaupun di Indonesia harga kopi Robusta cukup rendah tetapi permintaan dari berbagai negara luar masih tinggi. Hal ini mungkin karena selera orang luar lebih cocok dengan kopi yang dihasilkan dari Indonesia. Untuk masyarakat di Indonesia sendiri memang lebih condong ke jenis Arabica dari pada Robusta, kenikmatan rasa serta aroma dari keduanya memang berbeda.

Pertama kalinya Robusta diperdagangkan ke pasar dunia mulai pada tahun 1950an, waktu itu harga antara kopi Robusta dengan Arabica masih relative sama. Lama kelamaan ternyata permintaan dari kopi Robusta cukup tinggi juga dipasar luar negeri, hingga akhirnya mencapai pada komoditas ekspor terbesar untuk Indonesia. Tetapi ternyata itu tidak bertahan lama karena kemunculan jenis Arabica yang lebih masuk selera masyarakat. Pada saat itulah harga dari kopi Robusta begitu anjlok dipasaran, baik dalam negeri ataupun luar negeri. Itu membuat para produsen diterpa kekhawatiran, mengingat Indonesia merupakan penghasil Robusta terbesar.


Untuk orang awan mungkin semua kopi mempunyai rasa yang sama, tetapi untuk beberapa orang hal itu adalah salah besar. Nah, berikut ini beberapa perbedaan utama antara kopi Robusta dan juga Arabica yaitu:

1. Rasa.
Pertama perbedaan kopi berasa dari rasa yang dihasilkan, untuk jenis kopi Robusta memang lebih tajam dan kuat. Jika di sangrai jenis Robusta mempunyai aroma serta rasa seperti hanya kacang-kacangan, makanya tidak heran jika jenis ini mempunyai kualitas dibawah Arabica. Sebaliknya untuk Arabica mempunyai beragam rasa yang bisa dihasilkan, hal itu bisa dilihat dari setiap jenisnya. Bisa dari yang manis, lembut, kuat sampai dengan yang tajam sekalipun.

2. Harga.
Banyak pepatah yang mengatakan bahwa harga menentukan suatu kualitas, itu ternyata berlaku pada kopi. Jika Anda tahu dipasaran sendiri harga kopi Robusta lebih rendah dari pada jenis Arabica, bahkan Arabica mempunyai harga yang dua kali lipat lebih mahal dari pada Robusta. Untuk dipasaran sendiri yang mereka tawarkan adalah jenis Robusta yang mempunyai harga lebih rendah.

3. Kadar kafein.
Mungkin ini yang menjadikan kopi Robusta tidak senikmat kopi Arabica, karena Arabica mempunyai kadar kafein yang lebih rendah dari pada Robusta. Makanya kopi Robusta mempunyai rasa yang dominan lebih pahit dari pada jenis Arabica.

4. Kadar gula.
Selanjutnya adalah kadar gula yang dimiliki oleh keduanya memang jauh berbeda, untuk Robusta memang lebih rendah. Padahal seperti yang diketahui bahwa kadar gula mempunyai peranan penting untuk meningkatkan level rasa kopi saat di sangrai.

5. Bentuk biji.
Perbedaan selanjutnya akan terlihat jelas dari bentuk biji kedua jenis kopi tersebut, jika Anda pernah melihatnya pasti akan mengetahui secara jelas. Untuk jenis Arabica mempunyai ukuran biji yang lebih besar dan cenderung oval. Hal itu berbalikan dari jenis kopi Robusta yang mempunyai ukuran lebih kecil tetapi bulat.

Tidak heran jika masyarakat yang menggemari jenis Arabica lebih banyak dari pada Robusta, apalagi untuk masyarakat luar. Dari perbedaan-perbedaan diatas semakin menjelaskan bahwa keduanya memang sangat berbeda. Makanya untuk meningkatkan harga kopi Robusta yang rendah dipasaran, para produsen sering menyiasati dengan mencampurkan keduanya. Hal itu sudah terbukti dipasaran, karena yang asli Robusta satu kilogram dipasaran bisa dibayar dengan harga 70 ribu rupiah tetapi setelah dicampur bisa menjadi 100 ribu rupiah.

Kalau kalian, suka yang mana?

2 komentar:

  1. Baru tahu perbedaan robusta dan arabica, bahkan kadar kafeinnya juga berbeda ya.

    BalasHapus
  2. Sama seperti teh Anisa baru tahu perbedaannya, maklum nggak begitu suka kopi, kalaupun beli ya tinggal minum aja, tanpa tahu harus milih mana, disuruh milih malah terkadang bingung. Karena sebelumnya belum tahu rasanya :D

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter