Rabu, 28 Maret 2018

Kreatif Bersama Faber-Castell

Faber-Castell outlet at Plaza Senayan

Pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 saya dan para Emak-emak Blogger berkesempatan mengikuti workshop yang diadakan oleh Faber-Castell. Semangat banget karena biasanya kalau ada workshop atau acara saya tidak bisa ikut karena bentrok dengan jam kerja. Plus, semangat lainnya adalah karena akhir-akhir ini saya sedang kembali menekuni hobi menggambar. Yup, sedari dulu saya memang hobi menggambar walau nilaunya sih waktu sekolah bukan termasuk yang bagus. Hahahaha… Okay, sebelum saya memulai dengan curhatan gak jelas mari masuk ke topik utama. 





Pengetahuan saya mengenai brand Faber-Castell sangat minim kalau tidak mau dibilang nol. Saya hanya tahu ada banyak merk pensil warna dan Faber-Castell adalah salah satunya. Padahal Faber-Castell sudah berdiri sejak tahun 1761 oleh pembuat kabinet Kaspar Faber dan bertahan dalam keluarga Faber selama delapan generasi. Perusahaan berkembang pesat di tangan Lothar von Faber yang fokus dalam memperbaiki kualitas pensil dan go international ke New York, London, Paris, Wina dan St. Petersburg bahkan menembus daratan Cina serta Timur Tengah. Ternyata produksi Faber-Castell  tidak hanya pena dan pensil, tapi juga meliputi perlengkapan kantor lainnya  seperti stapler, mistar hitung, penghapus, penggaris). Mereka juga memproduksi  perlengkapan seni,  serta peralatan tulis kelas atas dan barang kulit mewah. Nama mereka menjadi Faber-Castell setelah pernikahan cucu perempuan Lothar dengan seorang kadet dari Counts of Castell


Andri Kurniawan memulai acara workshop
Acara worskhop dibuka oleh mas Andri Kurniawan dan dilanjutkan oleh Ibu Fransiska Remila selaku Brand Manager PT. Faber-Castell International Indonesia. Para peserta worskhop lalu dibagikan sekotak pensil warna Faber-Castell Goldfaber 12 warna.  Jadi, tidak semua yang ada di gambar atas itu dibagikan ya teman-teman. Penjelasan dari ibu Siska adalah sebagai berikut


1. Packaging berwarna merah 
Packaging yang satu ini ditujukan untuk anak-anak dan produksinya juga sudah dilakukan di Indonesia. Ada beberapa jenis pensil warna untuk anak-anak dan diantaranya ada yang bisa menjadi lukisan cat air jika kena kuas basah. Lead pensil berkisar 2.5 hingga 2.8 mm dan semakin tebal maka pensil akan semakin kuat, tidak mudah patah.
Kualitas memang menjadi hal yang utama dari produk Faber-Castell dan sekedar informasi kemasan merah ini tidak beracun dan aman digunakan untuk anak-anak. 


Ibu Fransiska Remilla menerangkan produk Faber-Castell untuk dewasa

2. Kemasan Biru serial Creative Studio
Kemasan biru Goldfaber ditujukan bagi orang dewasa yang mulai serius menekuni hobi menggambar termasuk para pelajar dan mahasiswa seni rupa. Jadi walaupun masih belajar, tapi tetap menginginkan hasil yang baik. Daya tahannya kuat karena pigmen yang berkualitas baik, tahan terhadap cahaya terus menerus selama 100 jam. Dan gambar bisa bertahan selama bertahun-tahun walau belum bisa disebutkan pastinya berapa lama karena belum dilakukan tes untuk hal ini. Seru khan dalam beberapa tahun dan masih bisa melihat hasil karya kita... Eh, seperti ini karya saya waktu baru mulai belajar menggambar (mudah-mudahan tidak memalukan ya gambarnya)

Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:



Goldfaber
Para peserta workshop mendapat satu set berisi 12 pinsil warna edisi ini yang dapat dibeli seharga Rp. 223.500,- 
Seperti produk Faber-Castell untuk anak-anak, pensil ini tidak mudah patah dan tahan air. Jika Perbedaan dari edisi untuk anak-anak yaitu memiliki pigmen tinggi dengan lead (isian pensil) 3.3 mm. Dan asli dibuat di Jerman, walau bukan berarti yang buat anak-anak kualitasnya jelek karena buatan Indonesia loh! Karena kualitas tetap menjadi yang utama untuk semua produk Faber-Castell. Pensil ini tidak bisa larut dalam air tapi bisa larut dengan baby oil. Jadi tertarik saya mau mencoba ah.


Goldfaber Aqua 
Perbedaannya dengan Goldfaber adalah gambar yang menggunakan pinsil warna ini bisa menjadi lukisan setelah disapu dengan kuas basah, sepenuhnya larut dalam air. Daya tahan warna pun memuaskan dan juga memiliki pigmen tinggi dengan lead 3.3 mm. Produksi pabriknya langsung di Jerman. 


Goldfaber Sketch Sets
Pinsil untuk sketsa, terbuat dari charcoal. Cocok bagi para pemula yang mempelajari teknik dasar menggambar dan sketsa monochrome.


Goldfaber Graphite Pencils
Pinsil yang tidak hanya bisa digunakan untuk menggambar, membuat sketsa tapi juga untuk menulis. Bisa dibeli dalam satu set atau satuan.






3. Kemasan hijau
Ditujukan bagi para seniman professional yang tentunya ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dari yang standard. Ya dong, yang membeli dari para seniman ini tentunya ingin kualitas terbaik. Dan daya tahannya juga jauh lebih lama dari yang standard yaitu bisa sampai  100 tahun. Ya sodara sodari, sudah dilakukan tes. Jadi tidak heran lukisan-lukisan dengan kualitas bermutu ini bisa mencapai harga tinggi. 
Ada dua macam yaitu:

Watercolour pencils Albrecht Durer (diambil dari nama seorang pelukis, pengukir dan matematikawan Jerman).
Begitu disapukan dengan kuas basah maka gambar bisa menjadi lukisan cat air.

Colour Pencils Polychromos 
Harganya Rp 365.000,- (langsung harganya yang saya ingat, heheheh) dan pastinya memiliki pigmen tinggi dengan lead (isian pensil) 3.8 mm. Tidak mudah patah dan tahan air.






Sudah dapat pensil warna, masa sih tidak menggambar atau mewarnai? Maka workshop dilanjutkan oleh teman kami Rizal (saya gak ngeledek loh mas) dari Creative Development Faber-Castell Indonesia. Ada beberapa teknik dalam mewarnai dengan pensil warna dan akan dibahas beberapa yaitu:



1. Arsir
Saya memang cuma tahu mewarnai dengan cara begini sih. Bahasa kerennya back and forth stroke. Dengan arsir, kita bisa mendapatkan warna baru dari mencampur dua warna, tekniknya dinamakan blending. Biasakan gunakan warna yang terang terlebih dahulu baru ditimpa dengan warna yang lebih gelap. Misalnya awalnya dengan warna kuning lalu ditimpa dengan warna biru, maka kita bisa mendapatkan warna hijau

2. Hatching
Kurang lebih sama dengan arsir. Tapi saat mengarsir gambar kita tidak pernah mengangkat pensil dari kertas. Dan saat arsir biasa,  jarak antara garis satu dengan yang lain lebih rapat. 

3. Cross hatching
Teknik ini mencakup menggambar serangkaian garis seperti hatching, lalu menggambar lagi dari arah yang berbeda. Cara ini dapat digunakan untuk membuat shading atau bayangan di gambar. Nah, sampai di sini saya agak blebeb.... 




Dan lihat dooong hasilnyaaaa.... ketahuan mana yang gak perhatian sama adek guru deh... Hahahah... but I have fun... Saya memang selalu senang mewarnai sih walau jujur suka malas mengikuti teknik yang benar. Padahal kalau saya mau serius, mestinya belajar dulu nih agar dapat hasil yang maksimal. Ohya, baru kali ini mencoba mewarnai dengan pensil Faber-Castell dan memang empuk yah... tapi tidak mudah patah... Kayaknya saya harus beli buku mewarnai nih...atau bikin sketsa sendiri? (halah, kayak sudah bisa saja deh)



Terima kasih banget untuk Kumpulan Emak Blogger dan Faber-Castell untuk kesempatan yang diberikan.

Bagi teman-teman yang mau mengetahui lebih lanjut mengenai Faber-Castell bisa langsung cek
Instagram
Twitter
Facebook
Youtube


Masih happy nih karena selain dapat ilmu  kami masih juga mendapatkan goodie bag lagi... Yaaaayy... Semoga bisa mendapat kesempatan belajar lebih banyak lagi di lain waktu (bukan, saya bukan berharap dapat goodie bag lagi walau gak nolak juga sih).

Sumber: Wikipedia dan Art is Fun

18 komentar:

  1. cakep kok, dont worry mbak Faber Castell itu membuat kreativitas tanpa batas, memang ngaruh juga sih ya pensil Goldfaber ini heheh dibanding yang standard

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget.... baru berasa bedanya sekarang yah....

      Hapus
  2. Punya Mbak Ria berwarna banget!!! Butuh latihan berkali-kali buat berani gabungin warna dan ngelatih sense-nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya karena saya bosan dengan warna yg sama di satu area dek... hahahhah

      Hapus
  3. Kalau bikin sketsa sendiri aku minta tolong numpang bikinin donk.. Hahaha.. Maunya terima beres aja yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh itu sketsa yg dibikin sendiri buat blognyah juga udah cakep

      Hapus
  4. Jadi lebih paham ternyata pinsil warna Faber Castle itu ada beberapa jenis ya, selama ini hanya tahu yang merah, dan teknik mewarnai juga taunya yang d arsir aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak, setelah ikut workshop pengetahuan jd nambah

      Hapus
  5. Lain kali ajak2 gw dooong *ya kali, G, kudu jadi anggota mamak2 blogger lah yau..wkwkwk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, itu sudah tahu sendiri jawabannyah :))))

      Hapus
  6. dari jaman dulu faber castell emang top buat pensil warna, terutama yg warna merah. Warna hijau sempet tau tapi ngga dilirik karena mihil hahahah, nah yg warna biru ini aku baru ngeh kemaren :D pengennya sih dirumah bisa warna2in kl lagi stress tp yg ada digangguin bocah mulu, jadi pasrah ku pasrah semua pensil warna diambil alih Raya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahahha.... padahal kemarin kamu sudah bertekat pinsil warna yg ini hanya utk dirimoeeeh

      Hapus
  7. Aku baru tau mbak smpe ada yang tahan ratusan tahun.. Walau harganya lebih mahal tapi worth it ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, gambar yg diwarnai dengan kemasan yg hijau itu akan tahan lama selama ratusan tahun karena mereka memang sudah melakukan tes. Kl yg biru, yg dibagikan ke kita2 itu tahan bertahun2 cm belum di tes berapa lama tahannya.

      Hapus
  8. Goodiebagnya mantaap.. bisa buat belajar mewarnai ya Mak

    BalasHapus
  9. Samaan mbak. Aku tahunya cuma pensil warna faber-castell dari zaman sekolah. Ternyata bermacam produknya ya. Kreatif!

    BalasHapus
  10. Aaah cakep banget yaaa mba. Anakku seneng bangeeet gambaaar dan lucuuuu

    BalasHapus
  11. Kemasan yg hijau itu kualitasnya mantap ya warna tahan hingga 100 thn

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter