Kamis, 28 Desember 2017

MERCURE HOTEL CIKINI - A REVIEW

Christmas at Mercure Hotel Cikini

Sudah lama saya ingin membawa mama dan almarhum papa untuk sesekali menginap di hotel. Tapi berkali-kali maju mundur karena harganya lumayan nabok buat saya. Hingga akhirnya pertengahan Desember kemarin saya iseng browsing harga penginapan di malam Natal di Traveloka. Iya, ceritanya saya terinspirasi banyak blogger untuk staycation. Tadinya maunya agak jauh dari rumah tapi dengan pertimbangan tidak terlalu jauh jarak tempuhnya dari gereja, akhirnya pilihan saya persempit. Minta saran juga dari travel blogger jeung Eka dan dari beberapa rekomendasinya, saya pilih Mercure Hotel yang berlokasi di Cikini.



Sesampainya di hotel yang jarak tempuhnya kalau lagi liburan panjang begini gak sampai setengah jam, kami berdua disambut dengan segelas jahe dingin. Tahu aja mas, kalau lagi haus. Jadi sambil menunggu proses check-in kami berdua menikmati minuman. Nah, di sini kelucuan pertama dimulai oleh saya. Karena selama ini setiap kali menginap di hotel ikutan acara outing kantor saya sempat bengong juga ketika wajib setor deposit sebesar Rp. 500.000,-. Wueh? Uang deposit bisa disetor tunai, dengan kartu debet atau kartu kredit. Jadi, misalnya saya merusak property hotel langsung dibebankan pada uang deposit tersebut. Oke deh. Kami mendapat kamar di lantai 5 di kamar no. 5.



Kekonyolan berikutnya adalah ketika hendak naik ke lantai 5 dengan lift. Saya mengira, setelah tapping kartu maka lift otomatis akan naik ke lantai 5. Sampai tiga kali saya tap kartu tersebut dan lift tetap saja gak bergerak. Ternyataaaa…setelah tap saya tetap harus menekan angka untuk menuju lantai 5. Saya yakin deh kalau ada yang mengawasi via kamera CCTV bakal ngakak abis.



Untung kekonyolan berhenti sampai di situ saja karena kami berhasil masuk kamar tanpa insiden. Kamar dengan twin bed yang kasurnya empuk banget, ac langsung menyala walau sempat lama baru terasa dingin (karena memang cuacanya amit-amit panasnya). Saya check kenapa sandal sama sikat gigi hanya ada satu ya? Tapi nanti saja deh saya coba minta lagi. Yang lainnya lengkap ada complimentary bottled water, coffee/tea maker dan toiletries selain sikat gigi juga tersedia.



Tidak berapa lama check in mama langsung tidur sementara saya wajib check jaringan wifi. Kidding. Karena dalam beberapa jam kami harus ke gereja untuk mengikuti ibadah malam Natal, saya gak berani tidur siang. Jam 17.00 kami berangkat ke gereja dan larut malam baru pulang. Awalnya saya ingin melihat De’Langit Rooftop Bar yang berada di lantai 8 tapi mata sudah keburu sepet. Plus, kami berdua lebih memilih diam di kamar dan berdoa saat jam menunjukkan tengah malam dan Natal telah tiba.

Saya menikmati banget istirahat di saat malam Natal di kamar hotel. Apalagi setelah saya sukses bikin pecah gelas ketika menjelang tengah malam. Huhuhuhu.... Room boy yang diminta datang via resepsionis langsung muncul tanpa pakai lama. Dan tentu saja saya langsung mengaku dosa kalau sudah merusak properti hotel. Ya, bohong juga percuma dong karena pasti mereka akan check saat saya meninggalkan kamar tersebut.



Keesokan paginya saat Natal, kami pun menikmati sarapan di De’Kafe Resto. Saya agak kecewa karena variasi makanan yang sedikit bahkan pada pastry. Padahal menikmati pastry di hotel adalah hal yang paling bikin saya hepi. Obat pelipur lara saya hanya Christmas cup cake yang disusun membentuk pohon Natal.



Usai sarapan, kami berdua iseng naik ke lantai 8 dan disambut ramah salah satu staff yang bertugas. Ia mengingatkan agar tidak berenang di siang hari karena yaaa seperti yang kita tahu, sinar matahari poll abisss. Tersedia kolam renang untuk anak-anak dengan ketinggian 60 cm sementara yang besar setinggi 120 cm. Kekonyolan ketiga adalah ternyata saya lupa caranya berenang sodara sodari. Jadilah saya hanya bermain air di pinggiran kolam tidak sampai satu jam. 



Ohya, letaknya De’Langit Rooftop Bar ini bersebelahan dengan kolam renang. Tentunya kolam renang sudah ditutup setelah malam dan pengunjung tidak diijinkan untuk berenang.


Dan tanpa terasa kami pun sudah harus check out dari kamar hotel. Rasanya berat banget ketika kami berkemas dan meninggalkan kamar 505 tersebut... Thanks for your hospitality dear staffs and management Mercure Hotel Cikini... Mudah-mudahan bisa balik lagi di suatu hari nanti. 

1 komentar:

  1. liburan kemarin kami sekeluarga ke mercure ancol n mercure simatupang. hotel mercure memang nyaman ya :)

    BalasHapus

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter