Senin, 13 Februari 2017

#jalanjalanmedan Transportasi Online part 13

"Eh, sekarang sedang ada promo diskon loh kalau kamu bayar Go-Jek dengan Go-pay," begitu informasi teman saya sekitar bulan Desember lalu. Saat itu saya tidak terlalu antusias menyambut karena sok khawatir dananya hilang. Iya, udah duit hanya segitu-gitunya lalu top up dana untuk GoPay tahu-tahu hilang khan nyesek rasanya. 
Lalu sebelum saya berangkat, pikir punya pikir kayaknya kalau memang benar diskon ya kenapa tidak saya coba gunakan? Akhirnya untuk pertama kalinya saya mengisi dana GoPay sebesar Rp. 200.000,- dan saat berangkat ke bandara langsung saya gunakan. Dan sejak itu saya jadi ketagihan mengisi dana GOPAY. 

Pertama kali saya gunakan di Medan saat membeli makanan via GO-FOOD. Gaya deh, di Jakarta aja saya tidak pernah membeli makanan via GO-Food. Jadi ceritanya mama dan saya itu punya kemiripan, kalau kami sedang sakit pasti hanya makanan yang kami mau. Kalau sampai ditawarin makan apa saja tidak mau, berarti level sakitnya sudah parah. Nah, sekarang jadi piknik kemana-mana ceritanya. Anyway, saya jadi puyeng karena mama meminta udang goreng tepung. Sementara dekat tempat tinggal namboru saya, tidak ada restoran yang menjual udang goreng tepung.

Makanan seperti mie, capcay sih banyak, tapi untuk menu yang satu itu terpaksa saya mulai melipir ke aplikasi GoFood. Cari satu-satu, ada yang menyediakan tapi baru buka sore. Ada yang baru buka menjelang siang (saya melipir di pagi hari) dan akhirnya setelah butek ketemu deh satu restoran yang menyediakan menu udang goreng tepung. Saya tidak tunggu lagi, langsung pesan walau tidak dapat diskon. Jika saya memesan dengan restoran yang bekerja sama dengan GoJek plus menggunakan GoPay, maka bisa bebas ongkir. Tapi ya sudahlah...



Dan jreeeng... datang deh udang goreng tepung dari Rumah Makan Sondoro Seafood. You know what, saya sampai akhirnya balik ke Jakarta belum sekalipun sempat mampir ke rumah makan tersebut. Terpaksa saya hanya bisa browsing dan dari blog Chop Chop Foodies baru tahu seperti apa rumah makannya. Harganya lumayan jleb buat kantong saya, tapi harus diakui udangnya besar dan tepungnya tipis. Kalau di Jakarta, well dengan harga yang sama tepungnya tebel udangnya minimalis. 




Setelah itu berlanjut dengan memesan GoJek untuk pergi ke mall sendirian, pesan GoCar untuk ke tempat yang agak ke luar kota. Susah ya kalau ada diskon 40% lalu dilewatkan. Walau, tentu saja saya tidak terus-terusan menggunakan GoJek selama di Medan. Saya juga menggunakan aplikasi untuk memesan taksi Blue Bird. Kembali saya lupa, kalau memesan taksi mereka via aplikasi ada pembayaran minimal sebesar Rp. 25.000,- Malu-maluin saja, padahal sebelumnya saya dan pengemudi asyik ngobrol mengenai biaya minimum tersebut. Saya sampai minta maaf berkali-kali via jejaring sosial Twitter karena pembayaran saya kurang Rp. 5.000,-



Menjelang tahun baru ada lagi penawaran dari GoJek yaitu top up pulsa via GOPay. Kalau mengisi pulsa Rp 100.000,- bakal dapat pulsa tambahan Rp 50.000,-
Karena memang lagi butuh banget (sebenarnya enggak tapi memaksa diri), saya melakukan transaksi tersebut agar dapat tambahan pulsa. Maksimal banget deh penggunaan aplikasi GoJek ini selama liburan. Terakhir, saya menggunakannya untuk membeli oleh-oleh karena sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari sendiri. Ada yang terpaksa saya batalkan pesanannya karena kue yang dipesan sudah habis. Daripada saya puyeng mencari gantinya di toko yang sama, lebih baik pesan kembali di cabang lain. Namboru saya terkagum-kagum begitu tahu ongkos kirimnya sebesar Rp. 15.000,-

"Kita kalau ke sana bolak balik pasti lebih dari segitu ongkosnya. Bisa gak kau pesankan nanti untuk tante dari Jakarta?" 

" ... "

Memilih tidak menjawab. 



Terakhir saya pesan GrabCar untuk transportasi keluarga yang mengantarkan ke bandara. Tapi sempat terjadi salah paham antara saya dan pengemudi. Kami berdua mengira pembayaran dilakukan tunai, padahal biaya sudah terpotong langsung dari dana yang ada di GrabPay. Walau kejadian berlokasi di Medan, tapi kita sebagai pelanggan bisa melaporkan pada customer service yang ada di Jakarta. Tidak sampai seminggu, dana yang terpotong dari GrabPay dikembalikan. 


Harus diakui bahwa dengan keberadaan aplikasi untuk memesan kendaraan, hidup jadi lebih mudah. Jadi ingin tahu, apakah aplikasi kendaraan umum ini ada di setiap lokasi di propinsi manapun atau masih terbatas di kota-kota besar?

1 komentar:

  1. Aku juga pesen via grab cepet banget, karena itulah takkasih bonus tambahan 5 ribu
    Iyaaa di jkt kebanyakan udangnya seuprit tepungnya tebelnya banget banget xixixi

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

My Blog On Your Phone

My Blog On Your Phone
Download RiaTheChocolicious di PlayStore

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Flag Counter

Flag Counter