Senin, 06 Februari 2017

#jalanjalanmedan Pantai Sri Mersing Part 11



Pada tanggal 31 Desember lalu saya dan keluarga berkesempatan berkunjung ke pantai Sri Mersing yang lokasinya berjarak 1 hingga 1,5 jam dari kota Medan. Maaf, saya tidak mempunyai informasi bagaimana cara ke sana dengan kendaraan umum. Karena saat itu saya dan keluarga hendak sekalian ziarah ke makam ompung maka sekalian deh sewa kendaraan beserta pengemudi. Nah, pesan sponsor yang saya dapatkan adalah berkunjung ke pantai Cermin karena bagus banget. Tapi sesampainya di sana, pengemudinya bertanya mau ke pantai Cermin yang mana nih? Nah loh... Ternyata yang dipesan untuk dikunjungi adalah pantai Sri Mersing yang merupakan salah satu dari beberapa objek wisata yang ada di Sumatera Utara. Lokasinya di desa Kuala Lama, kecamatan Pantai Cermin, dan Kabupaten Serdang Bedagai. Baiklah, cap cusss mari kita ke sana walau hujan saat itu terus-terusan menemani perjalanan kami. 







Sebenarnya ketika masuk pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5.000,- per orang dan tentunya untuk kendaraan. Tapi entah karena hujan yang lumayan deras sehingga kami bisa bablas masuk tanpa membayar. Walau rada seram juga sih, kalau nanti keluar lalu ditanyakan tiket masuknya? Ah, tapi urusan nanti deh. 

Sesampainya di sana, pantai terlihat tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Terlihat dari banyak pondokan yang kosong, mungkin juga dikarenakan hujan yang lumayan awet. Kok ya saya nekat banget ke pantai hujan-hujan karena ya itu tadi, memenuhi pesan sponsor. 




Pasir di pantai ini putih seperti kristal, tapi karena hujan jadi rada butek terlihat. Yang unik lagi dari pantai Sri Mersing adalah tidak ada pohon kelapa di pinggir pantai. Yang ada pohon cemara berjejer rapi di sepanjang pantai, ada hiasan lampion yang pastinya terlihat cantik jika malam tiba. 



Kalau mau sewa pondok untuk duduk-duduk bareng semuatnya pengunjung deh (kalau ada 20 orang ya jelas mesti menyewa lebih dari 1 pondok ya). Biaya sewa pondok sebesar Rp. 40.000,- dan tidak ada batasan waktu. Kebetulan dari pondok yang kami sewa tidak jauh letaknya dari restoran, kamar mandi dan kamar kecil serta musholla. Ada banana boat serta perahu yang saya tidak tanyakan berapa biayanya per orang. 




Saya juga tidak menanyakan lebih lanjut apakah ada lebih dari satu restoran di pantai ini. Pastinya harga makanan di restoran yang dekat dengan pondok kami ini luhar binasa. Yang terjangkau sepertinya hanya kopi panas dan teh panas, selebihnya harganya mengerikan. Untungnya kami sudah makan terlebih dahulu di restoran BPK Tesalonika dan hanya iseng jajan sate seafood dari pedagang yang menawarkan. 




Yang menjadi poin minus dalam pandangan saya adalah kamar mandi yang kalau malam hari tiba bisa untuk shooting film horor. Air untuk mandi sih berlimpah, tapi tidak ada gayung dan pastinya toilet yang ada bukan toilet duduk. Sehingga menyulitkan bagi orangtua seperti mama saya yang mendingan tidak usah ke toilet deh daripada ribet. 




Ketika kami akhirnya pulang dan melewati pos pemeriksaan, baru terlihat yang menjaga area untuk masuk ke pantai ini. Karena mereka juga tidak menanyakan karcis masuk ya sekali lagi kami juga bablas saja meninggalkan pantai Sri Mersing. 

Bagi teman-teman yang tertarik ingin ke sana, bisa melihat lokasi di peta ini.



15 komentar:

  1. Pantainya mirip di area bantul (pantai baru,dll) yang banyak pohon cemaranya. Tapi pasirnya sana jauh lebih bersih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pas saya browsing ke blog2 lain yg mengulas pantai ini, pasirnya terlihat putih cantik... saya aja yg apes datang pas ujan2... jadinya ya butek banget

      Hapus
  2. kalau gak ada pohon kelapa, ada penjual es kelapa, gak? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah, sepertinya memang gak ada :)))))

      Hapus
  3. pantainya keruh gitu ya mbak ria :D di Jogja juga ada yang kayak gitu, tepatnya di pantai goa cemara ...salam kenal dari Klaten ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak hujan sepertinya bagus sih dek, saya browsing2 liat postingan dari blogger lain yg ke sana di saat hari cerah. Salam kenal balik

      Hapus
  4. Kayaknya kurang beruntung, haha pasirnya butek begitu :P

    BalasHapus
  5. Kamar mandi nya angker serem hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu siang loh, gak kebayang malem2 ke sana misalnya mau taun baruan :)))))

      Hapus
  6. Agak begidik aku liat toiletnya huhuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu gak difotoin semua, bakal lbh syerem lagi

      Hapus
  7. Wah pohonnya ada hiasan lampionnya, pasti cantik kalo malam hari.
    Cuma kamar mandinya kok seyeeem :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya ngebayangin pasti seru kl malam tapi gimana kl mau ke kamar mandi kl serem kyk gitu

      Hapus
  8. Salah satu yang bikin ngeri adalah kamar mandi tak bergayung wkwkwkwk

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Fictionholic Society

Fictionholic Society
CO-Founder of Kampung Fiksi

Search Box