Senin, 29 Agustus 2016

Gereja Koinonia

Postingan sebelumnya ada di sini

Saya sudah lama banget jadi anggota gereja Koinonia, bersama mama dan mendiang papa. Dan biasalah kalau sudah kelamaan, saya tidak menemukan apanya yang menarik dari gereja ini (yang sempat saya bahas ketika mengadakan misa dengan adat Batak di sini). Yang saya ingat dari gereja ini adalah tangga untuk naik ke lantai dua itu menyeramkan. Bukan karena segi horor atau semacamnya. Tapi tangga di gereja tua ini seperti mengecil di ujung kiri tangga, ketika naik. Jadi saya sering merasa takut jatuh kalau sampai salah menapakkan kaki di anak tangga. Namun sejak orangtua saya rada susah ya kalau mau naik tangga, sudah beberapa tahun ini kami sekeluarga selalu duduk di bawah. 



Gereja Koinonia konon dulunya bernama Bethel dan bisa dikatakan sebagai gereja yang pertama di kawasan Jakarta Timur saat Meester Cornelis membuka kawasan ini. Sederetan dengan gereja ini adalah Polres Metro Jakarta Timur, kantor pos Jatinegara dan berjalan agak jauh sedikit bisa ditemukan Pasar Mester. Jadi trik-nya kalau mau ke gereja ini adalah:

Saya: Bang, ke gereja yang di jalan Jenderal Urip ya
Abang bajaj: .....mikir....
Saya: Itu loh bang, yang sebelum kantor pos Jatinegara....
Abang bajaj: OK
Dan biasanya akan berakhir di kantor pos Jatinegara dan bukan di SEBELUMNYA.


Saya: Bang, ke gereja yang di Jenderal Urip ya
Abang bajaj: Mikir.....
Saya: Yang sebelah polsek Jatinegara itu
Abang bajaj: masih mikir
Saya: Yang di ujung jalan itu loh bang
Abang bajaj: Oh yang itu




Tapi memang lokasinya is a bit tricky sih... Jadi kalau mau ke sini dengan busway, bisa berhenti di halte Kebon Pala dan coba ditanyakan ke petugasnya. Di trotoar dekat gereja ini bisa ditemui para tukang pangkas jalanan. Dulu ada beberapa orang, kemarin saya hanya melihat satu orang. Biasanya tukangnya juga sudah tua, pelanggannya apalagi. 



Ada dua kenangan saya yang menonjol pada gereja ini. Pertama, saya masih ingat ketika misa malam Natal 25 Desember tahun 2000 yang baru saja mau mulai tiba-tiba terdengar ledakan keras dari luar. Kaca-kaca gereja di lantai dua pun pecah walau ledakan itu berasal dari luar gereja. Kami yang sudah berada di dalam sempat hening sejenak seolah otak tengah loading processing information assessing situation. Ada apa nih? Tadi yang keras suaranya itu bunyi apa? Setelah kami semua sadar kalau yang meledak itu bom, tidak usah ditanya lagi paniknya seperti apa di dalam gereja. Mendadak semua berebutan keluar dan saya berusaha menggenggam kedua tangan orangtua agar tidak terpisah. Mungkin sejak itu juga saya jadi malas menggunakan gaun dan sepatu high heels. Jadi susah mau bergerak cepat. Tapi ibu pendeta kami berusaha menenangkan dan karena polisi juga sudah mulai datang, kami masuk lagi. Saat ibadah baru mulai, terdengar lagi bunyi ledakan yang ternyata terjadi di gereja Katholik Santo Yoseph Matraman. Walau gelisah, ibadah malam Natal dapat terlaksana walau lebih cepat dari biasanya. Sejak saat itu, tidak ada lagi ibadah malam Natal jam 10.00 malam, yang dimaksudkan agar selesai tepat tengah malam. Dan dimulainya pula penjagaan ketat oleh pihak kepolisian.


Kedua, gedung baru di dalam kompleks gereja ini menjadi tempat jenazah papa disemayamkan selama 1 hari 1 malam sebelum dimakamkan. Setiap kali saya melihat gedung tersebut, saya diingatkan kembali bahwa hidup terasa begitu singkat dan bisa berhenti sewaktu-waktu. Bahwa di gereja ini papa sempat memberikan tenaga dan pikirannya bagi jemaat lain. 


Sehubungan dengan acara misa yang bertema Batak, saya muat juga di Steller di sini



But anyway, bagi yang ingin ke area Jatinegara dan melintas lewat gereja ini, terlampir peta-nya ya.



1 komentar:

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box