Selasa, 22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu dear Mama


Saya lebih sering ikut lomba yang temanya antara ibu dan anak karena memang saya dan mama punya hubungan dekat. Yang membuat saya jadi lebih dekat dengan mama walau bukan berarti saya tidak sayang lho dengan papa adalah karena papa saya bekerja sebagai pelaut. Jadi, papa terpaksa sering meninggalkan kami untuk jangka waktu yang lumayan lama. Plus, saya adalah anak satu-satunya, sehingga hanya ada kami berdua di rumah. Jadi, kebayang dong kalau kami tidak cocok terus…

Mama, bukan hanya jadi seorang ibu tapi juga sekaligus teman. Kami sekeluarga hobi nonton, dan hal tersebut sering kami lakukan berdua. Dan jaman dulu gitu lowh. Tiket nonton Rp. 5.000,- itu sudah paling mahal. Menemani mama kalau dia sedang berburu bahan pakaian ke Pasar Baru. Yang ini sayangnya saya lakukan dengan modus untuk mendapatkan es krim. Selera baju dan kekuatan kaki (mama saya tahan lho keliling Pasar Baru bolak balik selama berjam-jam…) itu adalah beberapa dari banyak hal yang sayangnya tidak saya warisi dari dia. Hahahha… Mama juga pintar menjahit baju untuk saya, pokoknya dia serba bisa banget dan saya pemalas banget. Dan saya rasa itu yang sering membuat rambutnya tambah keriting. Saya sering tidak telaten dalam mengerjakan pekerjaan rumah, sering selebor dengan barang-barang saya sehingga akhirnya ia yang harus membantu mencarikan, sering hilang fokus saat belajar and so on. Ohya, hal lain yang gagal saya warisi dari dirinya adalah fisiknya yang kurus abis sewaktu muda.Baju hamil milik mama adalah satu-satunya yang sukses saya gunakan… Kaciaaan banget ya… :D


Seperti anak-anak pada umumnya (iya, saya memang sudah tua tapi lebih sering bertingkah seperti anak-anak), saya mengira orangtua akan selalu ada. Karenanya saya terkejut ketika mendapati kenyataan kalau mereka berdua bisa jatuh sakit dan tidak berdaya. Saya baru sadar, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Saya baru sadar, bahwa sudah sering saya membuat mama kecewa dengan keputusan dan tindakan saya. Saya juga baru sadar kalau tidak cukup sering mengatakan kalau saya sayang padanya walau kami sering mempunyai perbedaan.

Di keluarga kami, bisa dibilang hari Ibu lewat begitu saja tanpa ada perayaan yang istimewa. Seperti memberi kado atau karangan bunga misalnya. Tapi mudah-mudahan tahun ini walau mungkin kembali tidak ada perayaan khusus, saya ingin bisa lebih sering mengatakan betapa saya sayang padanya. Dan terima kasih karena ia sudah menerima saya dengan segala kekurangan saya. Thank you for being my mom. We may have our differences but she is still my mom. And I love her with all my heart. 

Selamat hari ibu bagi mama saya dan juga para ibu-ibu lainnya…  

4 komentar:

  1. Happy Mother's day to your momma!

    habis liat postingan ini langsung telp nyokap juga haha even tho udah lama gak rayain Indonesian's momma's day (biasa disini kan May, nyokap juga ingetnya yang May aja lol)

    asyik asyik Ria menang voucher..:)

    BalasHapus
  2. Halo Mbak salam kenal :D
    Sama MBak, dirumah juga nggak ada perayaan pas hari ibu. Cuma dulu pernah sih kasih hadiah sama ibu... taun ini kayanya enggak, hadiah salim tangan aja. Wehehe

    BalasHapus
  3. seberapa tuapun kita, kita tetaplah anak yah Mbak, yang akan tetap bertingkah kekanak-kanakan jika sedang bersama mama :)
    selamat hari ibu :)

    BalasHapus
  4. Selamat hari Ibu Mbak Ria. ^^

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box