Jumat, 09 Oktober 2015

Photography Preference part 2




Belajar itu tidak mengenal umur. Walau sudah lama nge-blog bukan berarti saya lebih pintar dari yang baru saja sebulan nge-blog. Yoih, saya sudah blogging sejak tahun 2003 dengan platform Blogspot tapi isinya curhatan melulu. Duluuu, niatnya mau dikumpulin dijadikan buku seperti Bridget Jones's Diary. Duluuu. Tapi karena akses internet dulu suseh bener saya dapatkan plus kerjaan yang menyita waktu, ya sudah. Blog jadi tidak terurus dan teman-teman yang saya dapat dari blogwalking akhirnya hilang. Sayang banget. Sama juga seperti foto-foto. Biar saya ngakunya hobi foto-foto dan pecinta Canon, kalau ditanya teknikalnya ya saya blebeb. Tidak bisa menjelaskan. Jadi tidak heran kalau 3 tahun lalu ada foto yang cakep banget saya tidak bisa mengulanginya lagi... Hahahha, ya begitulah...



Aniwei, seperti yang saya katakan soal belajar nah saya punya sumber yang dapat dipercaya. Ceile. Bukan modus kok. Jadi, saya suka baca-baca blog Pungky akhir-akhir ini dan ada satu postingan yang saya suka banget. Saya akui, dengan background putih bisa membuat foto jadi lebih cantik dilihat. Dengan warna putih, kalau buat saya jadi lebih mudah memadukan barang-barang yang mau difoto. Dan yang paling kekinian sekarang di atas meja kayu. Atau dalam kasus saya, di atas bangku kayu. Bisa juga seperti yang diajarin di blog HM Zwan yang juga menggunakan alas kertas koran untuk foto-foto makanan.




Memangnya penting ya mikirin alasnya foto atau kalau buat kita sebagai orang yang jadi obyek foto penting mikirin bagian belakangnya? Ya, tergantung suasananya juga deh... Kalau kamu sedang bareng sama keluarga atau kenalan atau malah rekan kantor daaaan mereka tidak doyan foto-foto... lebih baik lupakan saja segala usaha mencari alas atau latar belakang foto. Do it quickly and get it over with...





Saya sih mikirnya begini, kenapa sebegitu bela-belain untuk mencari alas dan latar yang okeh karena maunya agar orang fokus melihat barang-barang yang ada di foto tersebut. Jadi misalnya kalau ada barang-barang lain yang kebetulan terlihat jelas dalam foto, perhatian orang tidak hanya ke obyek utama. Tapi teralih juga ke barang-barang lain di belakang obyek tersebut. Contoh paling gampang ya buat pas foto. Sekarang dengan banyak kamera handphone, kita bisa membuat pas foto sendirian. Tinggal cari latar belakang yang polos dan memakai pakaian rapi seperti kemeja misalnya, jadi deh pas foto. Fokus, tertuju hanya pada kita. 




Kalau untuk foto kita-kita sendiri nih memang rada ribet untuk benar-benar khusus spesial mencari latar belakang yang okeh. Kecuali memang niat mencari lokasi yang okeh pas jalan-jalan seperti di Kawah Putih misalnya. Dan karena gak gampang nemu lokasi foto yang okeeeeh, sekali ketemu sebaiknya diingat-ingat supaya lain kali foto lagi di situ... Hahahah. Kalau pas bisa ke sana lagi tentunyaaaa...


Faktor kebetulan juga bisa menentukan banget untuk foto candid. Seperti foto yang satu ini yang sayangnya karena di kamera saya tidak ada tampilan terlihat sebelum foto diambil, jadinya agak kepotong. Dan namanya juga candid, saya tidak berani mengulang lagi. Karena belum tentu yang difoto mau loh fotonya diambil candid. 
Kayaknya sudah tiba saatnya untuk belajar teknik fotografi ya... Jangan cuman mengandalkan feeling melulu. Tapi memang sih, selama ini saya mengambil foto lebih mengandalkan feeling. Dan karena tekniknya kurang banget, banyak foto yang di imajinasi saya gimana eh taunya jadi ya begitu saja.

So, alas apa atau latar belakang bagaimana yang kalian suka untuk foto-foto? Mau banget dong sharing bareng saya :)

10 komentar:

  1. hiya amfun,ada namakuh hahahaha.....
    itu yang foto excelso,kenapa seksi bangettt,menggugah selera...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena artikel kamu asik dibaca tanpa kesan menggurui (halah, apa sih gue)... Hihihi, iya... enak ya avocado cofffe-nyaaah

      Hapus
  2. mungkin tingkat imajinasi mba ria semakin di depan orang-orang pada umumnya, :)
    untuk foto" mah selain mmperhatikan back ground pencahayaan juga kayanya tak kalah penting mba. masalah back ground mah tergantung tingkat imajinsi.heuheu

    BalasHapus
  3. Sepemikiran ....tentunya alas putih lebih aman..
    Klo mb hm zwan memang oke di foto makanan yaaaa huahuaa
    Aku plg susah foto candid, kdg2 ngeblur karena orangnya gerak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kan gak mungkin kita bilang ke orangnya... mas, mbak coba diulang lagi pose berdiri yg tadi.... saya mau foto diem2 :)))))

      Hapus
  4. Aku sih latarnya apa aja, soalnya pecinta latar yang dibikin blur :)
    Aku juga pengen banget belajar, Mbakk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, aplikasi bikin blur-nya ada ya di hape... Biasanya Lia pake aplikasi apa?

      Hapus
  5. vote kucing nya... lucu imut2 :D

    BalasHapus
  6. kalo aku ada belajar dikit2, kebanyakan karena ikut field photography langsung misal di museum or restaurant. ada 3 buku photography (yang harusnya aku baca ulang2 karena waktu itu required for school) tapi ya udah di rak aja hahaha.. apalagi udah ada kerjaan/kuliah dsb tambah gak ada waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang mestinya gue juga rajin baca buku tapi kayaknya ribet kalau mesti sekalian praktek. Nah kalau baca doang, pasti lupa kalau prakteknya di lain waktu (alesan)

      Hapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box