Kamis, 09 Juli 2015

LemonSeed Rooms Bangkok

Tidak, saya bukan sedang jalan-jalan ke Bangkok ya... Sebenarnya sudah lama ingin berbagi cerita mengenai penginapan LemonSeed Rooms ini. Tapi penyakit saya yang memang akut yaitu malas yang membuat cerita ini tertunda...4 tahun. *menunduk malu*

Tahun 2011 ketika hendak jalan-jalan ke Bangkok saya mendapat rekomendasi dari seorang teman untuk menginap di LemonSeed Rooms. Lokasinya di area Petchaburi dan lengkapnya cek ke situsnya deh. Reservasinya gampang. Tinggal hubungi mereka lewat email yang bisa dilihat pada situs mereka. Sampaikan berapa orang yang mau menginap dan berapa hari. Pembayarannya bagaimana? Nanti kalau sudah sampai di sana. Bisa dengan uang tunai atau kartu kredit. Gak pake ribet. Tempatnya nyaman dan harganya juga bersahabat dengan kantong.

Dari bandara Suvarnabhumi Bangkok naik kereta cepat yang saya ceritakan di postingan ini. Tujuannya ke stasiun Phaya Thai dan dari stasiun ini lanjut naik Tuk-Tuk. Nawar? Nawar dong! Ohya, siapkan print out tulisan nama penginapan dalam bahasa Thailand. Nanti kita nyebut nama apa dia dengernya nama apa, nyasar deh. Soalnya penginapan LemonSeed Rooms tidak terletak di jalan raya. Seperti yang terlihat pada foto berikut, penginapan berada di seberang penjual buah ini. Jadi kalau sampai pada malam hari memang rada serem juga jalan ke dalam.




Berikut foto-foto penginapan dari luar :



Ketika kami sampai pada malam itu; sekitar jam 11, halaman depan dan tempat resepsionis tampak gelap. Tapi saat kami mengetuk pintu, seorang petugas ternyata langsung sigap melayani. Rupanya ruang resepsionis digabung dengan ruang makan. Sementara kamar kami terletak di gedung sebelahnya. Jadi masuk ke dalam penginapan tidak lewat ruang depan. Seperti masuk ke dalam apartemen dengan kartu magnetik. Karena seperti apartemen jadi kalau pergi beramai-ramai ya tidak bisa minta kamar dengan connecting door ya!



Kamarnya besar, tapi saat itu saya kebagian kamar yang pendinginnya kurang berfungsi jadi berkurang deh kenyamanannya. Padahal di dalam kamar asyik banget ada jaringan wifi yang lancar jaya. Sampai lupa kalau ini lagi jalan-jalan dan bukan sekedar mau update status di dalam kamar.




Biaya penginapan sudah termasuk sama sarapan yang bisa dipilih mau halal atau tidak halal. Karena tempat ini dekat dengan kedutaan RI, kami sempat melihat beberapa pegawai makan siang juga di sini.



Keluar dari tempat ini bisa jalan sebentar ke jalan raya. Atau naik tuk-tuk yang ternyata ada yang ngetem juga. Di ujung jalan, ada mini market kalau kalian mau membeli tambahan cemilan untuk bekal sepanjang perjalanan.

Bagi kalian yang tidak masalah dengan tempat penginapan yang agak masuk ke jalan, tempat ini rekomen banget. Murah tapi tidak murahan. Penginapan ini juga bisa membantu kalian jika ingin jalan-jalan ke pasar apung atau mencarikan mobil sewaan.

Semoga informasinya bisa membantu ya.

4 komentar:

  1. Perkiraan brp kalo nawar tuk tuknya? Kadang suka gemes sama tuk tuk yg getok harga

    BalasHapus
  2. Buat Diary si Vika, nawarnya sok pede... setengah harga :D

    BalasHapus
  3. noted kalo jalan-jalan ke bangkok ^^

    BalasHapus

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box