Rabu, 29 April 2015

Farewell Furious 7


Kebut-kebutan? Balap mobil? Bleh... Sama sekali bukan genre favorit saya. Yang pertama aja, saya tonton saat tayang di salah satu televisi swasta.

Tapi lama-lama adegannya tambah gila-gilaan membuat tegang, tambah heboh, tokoh penjahatnya tambah licik. Dan tambah seru lagi nontonnya pas tahu ada pemain film Indonesia: Joe Taslim (di Fast & Furious 6). Film Fast and Furious murni untuk menghibur diri jadi kenapa tidak saya tonton lanjutannya? Plus, film ini yang terakhir dibintangi oleh Paul Walker. Sutradara untuk Furious 7 adalah James Wan. Gak. Ini beneran film action dan bukan film horor ya.


Walau ceritanya sebenarnya biasa banget, saya tetap kagum kok bisa ya menyambung dari film The Fast & The Furious Tokyo Drift (rilis tahun 2006). Tokoh Han (sung Kang) meninggal dalam kecelakaan mobil yang ternyata sudah diatur oleh Deckerd Shaw (Jason Statham). Siapa lagi nih? Ternyata kakak dari Owen Shaw (Luke Evans)  ini tidak terima dengan apa yang menimpa adiknya. Maka ia mulai memburu Dominic (Vin Diesel), Brian (mendiang Paul Walker) dan kawan-kawannya. Dominic pun tidak tinggal diam. Dengan bantuan yang tidak terduga dari agen pemerintah yang menyebut dirinya dengan Mr. Nobody, ia mulai menyusun rencana. Loh? Untuk apa ada agen pemerintah ikut-ikutan? Jelas dia juga punya maksud tertentu. Sama seperti adiknya, Deckerd Shaw juga punya bisnis yang  akan membuat banyak umat manusia sengsara (kalau gak begini ya gak seru ceritanya).

Adegan uber-uberan yang memang jadi andalan film ini membuat saya sempat menahan napas. Apalagi ketika ada adegan mobil menerjang dari gedung satu ke gedung lain. Sudah pada nonton kan? Gak spoiler ya. Saya sebenarnya menunggu adegan baku hantam antara Dwayne Johnson, Vin Diesel melawan Jason Statham. Tapi mungkin jadi gak imbang ya walau mereka bertiga sama-sama botak (loh, apa hubungannya?). Jadi cukuplah melihat Jason vs Vin bertarung habis-habisan.

Inti dalam film ini sebenarnya, family is everything. Keluarga yang membuat mereka semua rela menempuh bahaya demi satu sama lain. Walau ya, ya, ya, uang juga merupakan motivasi yang kuat untuk mendorong orang melakukan hal yang paling memalukan dan gila sekalipun. Tokoh Brian diceritakan sempat merindukan kehidupan yang menegangkan setelah berumah tangga. Ia yang terbiasa dengan kegiatan yang memacu adrenalin ternyata jadi kikuk ketika harus mengerjakan hal-hal yang terlihat sepele. Di akhir film, ia akhirnya berkumpul kembali dengan anak istrinya dan mereka tengah menunggu anak kedua.

Kematian Paul Walker yang mendadak saat shooting masih berjalan,  membuat film ini terpaksa rehat sejenak. Dan pastinya terjadi perubahan skenario film. Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah tokoh Brian akan dimatikan? Ternyata mereka memilih jalan lain dan adik-adik Paul Walker pun turut serta dalam film tersebut. Saya harus mengakui teknologi CGI memang membantu mereka membuat kesan seolah Paul Walker ada sepanjang film ini. Tapi ada adegan yang saya yakin penonton pasti tahu bahwa yang mereka lihat di layar lebar itu...sudah bukan Paul Walker lagi. How sad...

Dan akan terasa lebih sedih lagi saat mendengarkan OST film ini : see You Again by Wiz Khalifa featuring Charlie Puth

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box