Selasa, 13 Januari 2015

Stand By Me Doraemon - Thanks to @Smartfrenworld


Thanks banget untuk +smartfrenworld  yang udah berkenan mengundang +Kampung Fiksi untuk turut menonton Stand By Me Doraemon bertempat di +blitzmegaplex Grand Indonesia pada tanggal 18 Desember 2014 lalu.

Seperti biasa, acara Gathering Community ini gak langsung dimulai dengan nonton. Tapi disediakan makan malam terlebih dahulu buat kami yang hadir. Lalu di dalam studio kami mendapat informasi mengenai produk terbaru Smartfren dan ada kuisnya pulak... Tapi sayang gue gak dapat sama sekali... Gak punya kartu nama juga untuk diundi... (bertekat harus bikin kartu nama setelah kejadian ini).




Setelah acara tanya jawab, kuis yang buset vulgar banget (atau gue yang udah ketuaan... hahahhaha) , petualangan bersama Doraemon and the gank dimulai.

Ceritanya seorang anak bernama Nobita yang baru kelas 4 SD dengan segala permasalahannya. Universal... Seperti bangun pagi yang gak bisa pagi banget sehingga ia pasti terlambat. Teman sekelasnya yang siap keep on bullying him yaitu Tsuneo dan Giant. Tsuneo yang selalu pamer karena kekayaan keluarganya. Sementara Giant...ya, gak usah dijelasin lagi booo. Badannya yang besar sudah cukup untuk menakuti-nakuti anak yang berbadan kecil. Apalagi Nobita yang cengengnya gak nahan... Nobita tidak tahu bahwa ia tengah diawasi oleh keturunannya di generasi keempat dari abad 22 yang bernama Sewashi dan Doraemon si kucing robot. Dari pengamatan sepintas ini sepertinya Nobita nyaris tidak tertarik apapun selain teman ceweknya yang bernama Shizuka.

Okay, stop dulu sampai disini. Ada yang melihat persamaan tema cerita? Ternyata bullying ada dimana-mana, kapan saja dan bisa menimpa siapa saja. Mulai dari mengejek, merendahkan hingga meningkat menjadi tindakan fisik. Dan yaaa, biarpun baru kelas 4 SD ya sah-sah aja sih yang namanya suka sama temen. Apalagi kalau temennya cantik, baik hati dan tidak sombong (loh? Apa sih?) ... Serta kebiasaan yang parah yaitu malas bangun pagi...

Lanjut... Nobita akhirnya mengetahui kalau masa depannya suram habis lewat Sewashi. Dan setelah melalui program yang tidak bisa dibatalkan, Doraemon terpaksa tinggal bersama Nobita agar ia bahagia. Dan itu artinya ia harus bisa merubah nasibnya. Loh, kalau nasibnya berubah...apa Sewashi masih tetap lahir ke dunia? Tet...tot... Mari kita lewatkan pertanyaan ini... Nobita tentu saja memanfaatkan kehadiran Doraemon sampai pada tingkat maksimal. Dengan segala macam peralatan yang keluar dari kantong ajaib, permasalahan Nobita bisa teratasi oleh Doraemon... Kecuali satu. Masalah hati...

Ohoh... Yaa... jika di sinetron Indonesia tokoh antagonis akan melakukan segala cara - mulai dari yang gak masuk akal sampai yang paling jijay bajay - untuk mendapatkan pujaan hatinya... begitu pula dengan Nobita... Doraemon sudah berusaha mencegah dan meminta Nobita belajar dari kekacauan yang terjadi akibat alat tersebut. Tapi untuk Shizuka, Nobita tidak bisa dilarang dan hasilnya gagal total.

Stop lagi. Dari sini bagusss deh... Adegan yang paling gue suka. Jadi, ceritanya nih Nobita punya saingan dalam mendapatkan Shizuka. Jika Nobita tidak peduli cara apapun yang digunakan, maka saingannya justru ingin agar Shizuka menyukai dirinya. Apa adanya. Tanpa bantuan alat apapun. Ngooook... So Sweet Banget Gak Sih... *Salah Fokus*.  Baru Nobita sadar kalau selama ini caranya salah. Dalam segala hal... Ia semestinya bisa menarik perhatian Shizuka dengan cara-cara yang lebih positif. INI PENTIIIIING.... ada perubahan dari si tokoh utama... Ia juga belajar bahwa mencintai tidak berarti harus memiliki. Justru dengan mencintai, ia harus bisa melihat dan mementingkan kebahagiaan orang yang dicintai... Berat sih bowww...

Tapi tenang saja... Ada imbalan dari  kedewasaan Nobita sehingga akhirnya ia mendapatkan yang ia kepengeeeen banget. Nobita happy gantian Doraemon yang mewek. Karena tugas selesai, program tersebut mengharuskan ia kembali ke jamannya. Doraemon bingung, bagaimana nasib Nobita yang ketergantungan tingkat parah itu tanpa dirinya? Dan sekali lagi karena sayang pada Doraemon, Nobita membuktikan ia akan baik-baik saja. Ia belajar menghadapi sendiri Tsuneo dan Giant. Walau tanpa Doraemon. Tidak ada pertemuan tanpa perpisahan dan pertemuan lagi... Loh? Yah, gak usah diceritakan akhirnya deh...

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari menonton film Doraemon... Gak hanya terpukau pada...wow...imajinasi pengarangnya jauh ya... Atau, uuuh kepengen punya robot kayak Doraemon dan amit-amit punya temen seperti Nobita. Kita bisa belajar mengenai persahabatan, proses belajar, mencintai, mengalah, berusaha untuk tujuan yang baik.

Again, thank you banget udah bisa nonton film ini bareng komunitas lainnya. I love it... Gimana kalau  +smartfrenworld  bikin acara nonton bareng Fast & Furious yang terbaru di tahun 2015? *Ngarep banget*


0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box