Rabu, 02 Juli 2014

MAD JAKARTA


Ada voucher makan dim sum sepuasnya! Yay! Tapi tunggu dulu, apakah hanya judulnya saja makan sepuasnya? Ternyata tidak. Ada beberapa jenis dim sum yang bisa dinikmati sepuasnya dengan harga paket Rp 99.000,- sudah bersih. Jadi jelas gue tertarik. Ada ketentuan kalau sampai tidak mampu menghabiskan makanan yang dipesan maka makanan yang tidak habis itu akan dikenakan biaya sesuai yg ada di menu. Jadi misalnya pesen 10 siew mai tapi habisnya hanya 5, maka 5 porsi sisanya itulah yang harus dibayar. Lengkap dengan tax dan service.

Reservasi harus dilakukan setidaknya sehari sebelum makan. Untuk yang menggunakan voucher diberikan batasan jam makan. Iyalah. Namanya juga makan sepuasnya kalau gak dibatasin bisa nongkrong dari pagi sampai malem kaleee.... Saya melakukan reservasi untuk jam 1 hingga jam 3.

Saat saya datang sekitar jam 12.30 dan memperlihatkan voucher tersebut di MAD, saya langsung dipersilahkan masuk. Saya pikir, okeh nih... Saya bisa memesan makanan terlebih dahulu sembari menunggu kedua teman makan datang. Tapi disinilah kesalahan saya. Saya tidak berusaha bertanya sebenarnya menu yang tertera yang bisa kami pesan berkali-kali. Saya cuman mengandalkan feeling dari bahasa Inggris yang pas-pasan dan memesan sekitar 4 jenis dim sum. Pesanan saya masuk jam 12.46 PM dan sekitar jam 13.15 kedua teman saya datang. Ia menanyakan apa saja yang sudah saya pesan dan sambil menunggu, kami memesan Jasmine tea. Soalnya bisa refill (ketebak banget deh modusnya). Tunggu punya tunggu sambil ngobrol hingga jam 13.30 kok yang nongol baru satu? Kehilangan kesabaran kami mulai bertanya pada setiap pelayan yang lewat. MAsalahnya nih, siapa yang tidak jengkel kalau hanya bisa menatap makanan yang lewat tapi ternyata pesanan orang lain? Jadi karena kesal sudah kelamaan menunggu, kami mulai memesan 2 porsi untuk setiap menu makanan. Bahkan untuk chicket feet, kami minta tambahan 5 porsi lagi! Sudah tidak jelas ini dorongan karena lapar atau keki.



Satu per satu makanan mulai berdatangan, dan berdatangan dan berdatangan. Awalnya teman saya masih mau menanyakan, nama makanan yang datang ini apa? Dari pesanan kami yang mana? Tapi lama-lama makanan terus berdatangan dan akhirnya kami lebih repot berusaha menghabiskan. Pas lapar makanan datang satu persatu-persatu, lalu mendadak meja makan kami jadi penuh dengan hidangan makanan. Kami sampai sempat kesal karena ada makanan yang sudah disajikan eh datang lagi! Hingga akhirnya saya memutuskan menyerah dan membayar saja sisa makanan yang ada. Karena dua jenis dim sum yang terakhir itu ada nasinya (yang satu seperti nasi bacang). Dan dengan kondisi perut yang sudah tidak bisa dimelarkan lagi, mendingan bayar saja deh. Ohya, sebaiknya jangan iseng ya mencoba untuk memasukkan makanan dalam tas karena saya yakin restoran ini ada CCTV-nya.


Soal rasa makanan, buat saya gak ada masalah. Yang kurang berkesan justru yang paling saya incer yaitu ceker ayam. Kalau yang lain, mungkin karena sudah kekenyangan jadi sudah tidak jelas lagi rasanya bagaimana. Untuk urusan rasa, dim sum disini recommended.

Sekedar informasi, MAD Jakarta menyediakan makanan mengandung B2 dan yang inilah yang terpaksa saya bawa pulang karena sudah kekenyangan. Pssst, kata mama saya sih enak!

0 komentar:

Poskan Komentar

Thx for reading & comments :) THX also for following my IG @riamrt & twitter @riatumimomor

Aplikasi Blog Di iOS

Aplikasi Blog Di iOS
Install this & bring my blog everywhere you go

Shoplinks Asia

My Goodreads

Ria's books

A Storm of Swords
The Last Town
Wayward
Pines
Miramont's Ghost
Child 44
Mr. Mercedes
Deception
Sidney Sheldon's Angel of the Dark
A Clash of Kings
A Game of Thrones
Outlander
One for the Money
The Silkworm
Grotesque
Let Me Go
Kill You Twice
The Night Season
Evil at Heart
Sweetheart


Ria Tumimomor's favorite books »

Remote Submitter

Submit Express

Search Box