Jumat, 04 Juli 2014

Go Jokowi JK


Gue sama keluarga (maksudnya orangtua) seumur-umur belum pernah GOLPUT. Oh, bukannya mau membanggakan diri tapi memang ada sih alasan-alasannya.

Pertama, walau tahu yang dipilih bakal itu lagi, itu lagi, pas baru ikut PEMILU pertama kali gue merasa girang. Rasanya resmi jadi orang dewasa di Indonesia (apa hubungannya jadi dewasa sama nyoblos pemilu?) Tapi rasa girang itu jadi lenyap karena mendapat panggilan oleh... (isi sendiri) bertempat di.... (tebak sendiri) dan ternyata berujung pada penyuluhan (kalau gak mau dibilang pemaksaan). Gue dan beberapa orang yang saat itu baru pertama kali memilih DIMINTA untuk menyoblos yang itu-itu lagi. Dan karena gue juga tipe orang yang berpegang pada prinsip yang penting gue aman; gue dan yang lainnya langsung mengiyakan saja. Dan dirumah juga dapat penyuluhan lagi dari orangtua. Katanya, inget-inget untuk tidak milih yang lain selain yang udah kasih makan selama bertahun-tahun. Hadeh...





Lalu bertahun-tahun kemudian, memilih hanya jadi kebiasaan rutin. Disuruh milih yang itu-itu lagi, ya kembali pilih lagi. In the name of comfort and safety. Tapi semua berubah ketika kerusuhan tahun 1998 terjadi. Kami sekeluarga langsung MEMILIH YANG LAIN. Saat itu kami berharap banyak pada pemerintahan yang benar-benar baru. Tapi ternyata oh ternyata, partai pemenang saat itu tidak bisa mengusung ketua partainya menjadi presiden. Karena, pemilihan presiden dan wakilnya masih DILAKUKAN oleh ANGGOTA MPR. Gue bohong? Gak lah. Cek disini deh.

Tapi namanya juga rakyat, siapapun yang terpilih jadi presiden ya harus menerima. Begitupun ketika akhirnya presiden tersebut digantikan oleh wakilnya ,ternyata harapan kami tetap belum kesampaian... Rontok deh harapannya satu persatu...

Terus akhirnya kami sekeluarga memilih yang lain. Tadinya sih pengennya gak milih, tapi tahun 2004 itu adalah pertama kali bisa memilih langsung capres dan cawapres-nya. So, rugi deh kayaknya kalau gak milih. Dulu kan cuman bisa milih partai dan presidennya dipilih lagi sama MPR. Jadi kembali semangat dan memilih lagi dan berharap lagi. Dan kandas lagi.... Hahahaha....

Buyar lagi harapannya, tapi tetap memilih di tahun 2009 karena orangtua berpesan: kalau gak memilih, kartu suara kamu nanti dipake orang lain loh! Kok pinteran mereka ya daripada gue. Akhirnya walau ogah-ogahan, gue yang dengan alasan kenyamanan dan keamanan kembali memilih yang sama. Sudah tahu jawabannya. Pasti bakal remuk lagi deh harapannya.

Dan akhirnya tibalah tahun 2014 dan kembali kami sekeluarga memutuskan untuk memilih Jokowi dan Jusuf Kalla. Kok kesanya gue selalu ngikutin orang tua ya... Well, untuk tahun ini kami sekeluarga sempat tidak sepaham. Salah satu dari orangtua gue awalnya hendak memilih calon yang satunya lagi. Tapi akhirnya belakangan memutuskan untuk menyoblos nomor dua. Alasannya? Barisan pendukungnya yang menurut dirinya mengkhawatirkan sehingga ia memilih untuk pindah ke capres yang lain.

Saking serunya pemilu kali ini, gue sampai bela-belain pergi ke Posko Jokowi yang terletak di jalan Cokro 100 dan dengan gak tau malunya meminta kaos. Hehehehe.. Mereka sempet bertanya, gue dari organisasi apa? Dan gue bilang, gak dari mana-mana. Hanya gue dan teman-teman yang ketemu di media sosial yang sama-sama akan memilih nomor dua yang bertekat untuk menyebarkan berita-berita positif.

Mau tahu beritanya dimana saja? Ada banyak! Belum lagi para relawannya.

Bisa cek di:

Kaskus
Gulung Lengan Bajumu
Fakta Jokowi
Efek Jokowi
Gerak Cepat

Dan masih banyak lagi kalau mau cari tahu.


Postingan ini gue muat menjelang Pemilu 09 April nanti sebagai kenang-kenangan bahwa inilah Pemilu dimana gue gak sekedar menjalankan kewajiban tapi ogah-ogahan. Dan walaupun nantinya (mudah-mudahan sih enggak) ogah-ogahan , gue akan tetap berangkat ke TPS dan menggunakan hak pilih. Masalah gue asal coblos karena gak tau siapa yang dipilih atau nyoblos serius, itu jadi urusan gue kan? Tapi gue gak mau membiarkan kartu pemilihan suara kosong dan akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Selamat nyoblos apapun pilihanmu :)

0 komentar:

Posting Komentar

Ria's Been Here

Ria Tumimomor’s Travel Map

Ria Tumimomor has been to: France, Germany, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, South Korea, Switzerland.
Get your own travel map from Matador Network.

Flag Counter

Flag Counter